Sabtu, 27 Desember 2008

The Bridges of Madison County (1995)


The Bridges of Madison County ini di menit-menit awal saya menontonnya, saya lalu diingatkan oleh film Ruang oleh Luna Maya dan Winky Wiryawan. Dimana ibunya meninggal, dan mewarisi mereka sebuah kisah hidupnya yang mereka tidak ketahui. Jadi, Carolyn dan Michael Johnson menemukan tiga notebook peninggalan ibunya, Fransesca Johnson yang ternyata menceritakan tentang 4 hari yang dilewatinya bersama Robert Kincaid (Clint Eastwood) seorang fotografer National Geography yang sedang meliput jembatan yang ada di Madison County. Dalam empat hari kebersamaan mereka pun, muncul rasa cinta yang mendalam dan hampir tak terpisahkan.
Apa yang menarik dalam film ini yaitu akting Mr. Eastwood dan Meryl Streep. Chemistry mereka sebagai dua pasangan 'klik'dan cocok sekali. Clint eastwood sendiri yang sudah tidak diragukan lagi aktingnya, bisa memerankan tokoh seorang fortografer yang andal. Sedangkan Meryl Streep bisa menghadirkan seorang ibu rumah tangga yang kesepian dan sendiri namun tetap teguh untuk tetap hadir demi anak-anak dan suaminya.
I like this movie. Ceritanya sedih dan indah. Film ini diangkat dari novel karya Robert James Waller. Karena film ini juga Meryl Streep dapat Oscar untuk Best Actress in a Leading Role.

Little Man Tate


Little Man Tate (1991)

Saat jalan-jalan ke Ultra Disc saya, dengan girang gembiranya, menemukan film jadul yang sudah lama saya hunting tapi belum dapat-dapat. Salah satunya itu film berjudul In The Bridge of Madison County. Film arahan Clint Eastwood sekaligus diperankan olehnya. Yang kedua filmnya Jodie Foster yang belum pernah saya tonton ; Little Man Tate.

Walaupun saya tidak pernah membaca review atau artikel atau bahan omongan tentang film ini, saya tetap nekat menyewanya, karena saya tidak pernah dikecewakan oleh Jodie Foster. Film-filmnya, Panic Room, Flight Plan, Anna and The King, Inside Man, tak pernah membuat saya kecewa. Apalagi setelah saya membaca sampul belakang kasetnya, Jodie Foster juga menjadi sutradara dalam film ini. (Kurang apa lagi, coba?).

Little Man Tate bercerita tentang seorang anak yang super cerdas dan jenius bernama Fred Tate. Sejak kecil dia sudah menunjukkan tanda-tanda 'berbeda' dengan anak normal lainnya pada ibunya, Dede Tate (Jodie Foster). Ketika dia berumur tujuh tahun, seorang pakar akademisi yang mencari anak-anak yang jenius, Jane, tertarik pada kemampuan Fred dan lalu membawanya belajar di universitas ternama.

Inti dari film ini, ummm...saya rasa, bahwa secerdas apapun dirimu, sekuat apapun kemampuan yang kau miliki, kau akan tetap membutuhkan ibumu. Dan bahwa se-aneh apapun, se-cerdas apapun dirimu, Ibumu akan selalu ada disampingmu, mendukung dan menemanimu. Apalagi seorang Fred yang baru berumur 7 tahun, dipaksa untuk belajar di universitas tanpa ibunya disampingnya. Yang dia butuhkan hanyalah merasa bahagia bersama ibunya. Bahwa orang cerdas juga sebenarnya senormal anak-anak lain, mereka juga butuh cinta dan kasih sayang. Akting Jodie Foster cukup bagus. Yang membuat kagum itu akting Fred Tate yang diperankan oleh Adam Hann-Byrd, akting jadi anak cerdas yang kesepiannya, dapat sekali.

6/10

RAIN MAN

Beri two thumbs up pada akting memukau Dustin Hoffman di film ini. Rain Man bercerita tentang dua orang saudara yang dipisahkan sejak kecil. Charlie Babbit (Tom Cruise) adalah seorang pengusaha mobil yang hampir bangkrut. Setelah ayahnya meninggal dia mengharapkan warisan yang malah diperoleh oleh Raymond yang ternyata adalah abangnya (Dustin Hoffman). Setelah dia bertemu tanpa sengaja dengan Raymond, Charlie lalu mengetahui bahwa Raymond seorang penderita autistik Savant/idiot savant. Raymond sulit berkomunikasi dan tak bisa mengutarakan pikirannya atau memahami emosinya sendiri dengan cara biasa. Rutinitas dan ritual yang selalu dilakukannya menjadi sesuatu yang melindungi dirinya sendiri. Jika ada perubahan dari rutin, hal itu menakutkannya. Dia juga sama sekali tidak mengerti konsep uang. Kalau gugup, dia sering memainkan "Who's On First" sendiri dalam pikirannya.

Rain Man bagi Charlie adalah seorang sahabat khayalannya saat masih anak-anak. Namun ternyata, Rain Man tidak bukan adalah abangnya sendiri, Raymond. Tanpa disangka-sangkanya selama seminggu melakukan perjalanan darat bersama Raymond, mereka berdua makin akrab dan menjalin hubungan psikologis yang tak terpisahkan layaknya kakak-adik.

Akting Dustin Hoffman sebagai penderita autistik sangat bagus. Saya malah mengira dia benar-benar seorang autis. Di film ini juga Tom Cruise yang benar-benar masih 'asli cakep', jadi ingat pas dia di Mission Impossible 1. Seperti dalam filmnya Valkyrie, film ini juga diproduksi oleh MGM dan United Artist. Film ini disutradarai oleh Barry Levinson tahun 1988.

Really recommend this movie!

Another Cinderella Story

Another Cinderella Story

Kalau saya ingat-ingat lagi, film ini pernah direview sama K Yusran di milis. Saya baru ingat pas selesai nonton filmnya. Setelah nonton,jadi serasa lebih muda lagi, mengenang masa-masa SMA lagi..hahahaha.
Oke, film ini diperankan oleh Selena Gomez, one of breakthru teen actress. Profilnya pernah dimuat di GoGirl! Magazine. Dari judulnya saja pasti bisa ditebak jalan ceritanya.
Seorang gadis cantik tinggal bersama ibu dan dua saudara tirinya yang jahat, lalu di sebuah pesta dansa dia bertemu dengan pangeran tampan pujaan wanita dan berdansa dengannya. Lalu saat jam berdentang dua belas kali, dia pun lari meninggalkan sepatu kacanya. Yah, begitulah cerita ala Cinderella yang terkenal itu.
Tapi Another Cinderella Story ini, mengambil apa ya? Umm, menambahkan "bumbu" lain yaitu dancing. Dengan tagline movie "Dance ever after", film ini menghadirkan penampilan memukau dari Selena Gomez dan Drew Seley (Joey). Liuk-liukan badan mereka berdua sangat asik dilihat. Ditambah musik yang enerjik, membuat film ini layaknya...umm,Step Up 2, tapi dengan cerita Cinderella.
Walaupun begitu saya rasa konflik yang dihadirkan datar-datar saja. Yang membuat film ini saya sukai ya karena outfitnya Selena Gomez keren-keren. Pokoknya film ini remaja sekali. Wajarlah kalau nontonnya sama Warni. Kalau nonton film There Will Be Blood sama kakakku yang satu itu, pasti saya ditinggal sendiri....

Fav Scene: Masih awal-awal film, pas Mary (Selena Gomez) ikut-ikut latihan dancing secara tidak resmi. Dia latihan di sebelah ruangan yang dibatasi kaca besar tapi orang-orang yang latihan diseberang ruangan bisa dilihat melalui kaca itu. Jadi pas si Joey ini menari, tanpa sadar mereka menari sama-sama. They're really harmonious in melody!

Battle Royale dan Kurai Tokoro de Machiawase

Ini dia mungkin waktunya (lagi) untuk me-review banyak-banyak film. Karena libur akhir semester dan bertepatan dengan Tahun Baru. I have no place to go for holiday but stuck in home and watching DVD.
Jadi postingan kali ini saya mau menulis tentang dua film Jepang yang saya tonton.
Judulnya Battle Royale dan Waiting In The Dark.

Battle Royale
Film ini menceritakan tentang 40 murid SMU di Jepang yang dipaksa mengikuti permainan tiap tahun bernama Battle Royale. Permainan ini bukan permainan biasa. Sama sekali bukan. Jadi, tanpa ada peringatan, informasi dan pemberitahuan apapun, tiba-tiba 40 murid terpilih akan dipaksa mengikuti permainan "bunuh-bunuhan" di sebuah pulau terpencil selama 3 hari. Mereka semua diberi senjata masing-masing yang berbeda-beda, peta, senter, sekerat roti dan sebotol air minum dalam tas. Selanjutnya, dengan "bekal" itu, mereka harus bisa mempertahankan hidup mereka dalam pulau itu. Hanya satu orang yang harus tersisa-selamat. Caranya, ya mereka harus saling bunuh. Mereka tidak punya pilihan lain. Kalau menolak, artinya mati.
Kalau menurut saya, this movie is really absolutely crazy, scary and terrifing! Kalau mau lihat adegan berdarah-darah dan pembunuhan tanpa ampun, ya ini filmnya. Kapak yang melayang trus kena kepala, dentum-dentuman pistol yang ditembakkan berkali-kali, karakter manusia yang kejamnya layaknya binatang dan darah dimana-mana.
Kala nonton film ini, saya jadi sadar bahwa mempertahankan hidup itu sulit. Kita harus berjuang dengan sekuat-kuatnya untuk bisa tetap hidup di dunia yang kejam ini. Kita juga bisa sadar bahwa kita tidak bisa dengan begitu mudah percaya pada orang lain yang kita tidak kenal dengan baik.


Film kedua judulnya Waiting in The Dark (Kurai Tokoro de Machiawase). Berdasarkan novel karya Otsuichi dan disutradarai oleh Tengan Daisuki. Film ini menceritakan tentang seorang gadis buta bernama Michiru yang ditinggal pergi oleh ibu dan ayahnya. Rutinitasnya setiap pagi mulai dirasakannya aneh saat tanpa diketahuinya, seorang pemuda Cina, tersangka pembunuhan di rel kereta dekat rumah Michiru, mengendap-endap masuk dan tinggal di rumah gadis itu selama beberapa hari untuk menghindari kejaran polisi dan mengawasi rel kereta dari jendela rumah Michiru.
Awalnya saya penasaran akan judulnya mengira film ini film horror. Namun setelah menonton kira-kira setengah jam, ternyata tidak ada horrornya sama sekali. Malahan yah, pretty romantic. Film ini kurang dialog. Adegan rutinitas Michiru membuat agak bosan. Tapi karena alur nya, scene yang sengaja dibuat acak membuat penonton penasaran hingga akhir film. I impress with Tanaka Rena yang berperan sebagai gadis buta dan Bo-Lin Chen sebagai sosok pemuda pendiam yang tidak punya teman. Dialog yang stuck in my head saat adegan terakhir, pas Bo-Lin Chen bilang ke Michiru. "Bukan rumah untuk tinggal yang saya butuhkan. Tapi seseorang yang membutuhkan saya untuk tinggal..."

Senin, 22 Desember 2008

Welcoming me

Saya sangat menyukai sensasi aneh yang saya rasakan saat melewati gerbang Telkomas.

Seperti yang biasanya saya lakukan setelah turun dari angkutan mobil (pete-pete), saya akan menyebrang dengan hati-hati. Memicingkan dan menyipitkan mata menghindari asap dan debu dari pengguna kendaraan bermotor yang lewat tanpa permisi. Seperti sihir, saat saya memandang kendaraan-kendaraan yang melaju, mobil atau motor atau pete-pete lain akan melambatkan lajunya dan kesempatan itu saya ambil untuk kemudian menyeberang. Hingga ke pangkalan ojek.

Ojek di Telkomas mengambil penumpang sesuai antrian yang didapatkannya. Saya belum tahu teknisnya, tapi metode itu praktis ditaati oleh semua tukang ojek. Saya akan tahu siapapun ojek yang dapat giliran ambil penumpang dan sepersekian menit setelah itu, saya sudah akan berada di boncengan belakang. Jika saya mengenakan celana, saya akan duduk mengangkang sedangkan saya akan merapatkan kedua kaki ke bagian kiri motor jika saya mengenakan rok. Dan saya paling suka saat memakai celana.

Karena terasa nyaman. Seperti halnya jika saya duduk di bangku yang benar. Kedua, karena saya bebas melihat apapun yang melintas di kiri-kanan dan juga, langit yang menjulang di atas kepala saya.Inilah yang saya rasakan sepanjang satu kilometer dari gerbang hingga ke Telkomas.

Saat motor melaju dengan kecepatan tinggi, saya mulai mengangkat pandangan saya ke atas dan membiarkan sensasi aneh itu menerpa saya. Angin membuat jilbab saya ikut bergerak. Tapi tak ada perasaan yang dapat mengalahkan saat saya mendongak ke atas dan melihat langit sedang biru, dengan tumpukan-tumpukan awan diatasnya. Saya mulai meresapi keadaan ini; angin yang bertiup dan langit biru yang saya pandang, membuat diri saya seakan terbang. Saya tinggal mengangkat kedua tangan ke samping dan benar-benar akan sempurna. Belum lagi area di sekitar Telkomas itu masih berupa areal rerumputan dan tanah luas yang masih belum dibanguni. Membuat saya bisa memandang jauh di ujung sana barisan bukit-gunung (yang entah namanya apa). Saya suka udara di Telkomas. Belum tercemar oleh kendaraan dan selalu disterilkan oleh banyaknya rumput hijau. Keadaannya tidak hiruk-pikuk seperti di kota. Sepi tapi menenangkan. Mungkin inilah yang membuat Papi tidak ingin menjual rumah. Apapun alasannya. Rumah saya di Telkomas menjadi semacam suaka kami yang asri dan damai dan aman dan juga tentunya bebas dari banjir tahunan di Makassar.


NB:
Don't even think to try this too. I'm only do this if I'm in good mood (happy).

Hope you stronger

Siapa yang bisa menolak seorang gadis cantik,menebar pesona? dan
Siapa yang mau melirik gadis biasa, pemalu namun pesonanya ada di dalam dirinya?
dan
saat perasaan cinta itu muncul tanpa bisa dikendalikan
saat perasaan senang itu meluap-luap hanya karena kita melihatnya berjalan atau melihat senyumannya,
perasaan senang itu kita sadari hanya berlaku sementara,
hanya sementara,
berlaku dari dirinya berjalan sendiri
dan berakhir saat dirinya berjalan berdua

Kadang kau bisa begitu sangat membenci hidupmu karenanya
kadang kau bisa begitu sangat membenci semua orang dalam hidupmu
bahkan kadangkala
kau merasa menjadi orang yang paling buruk di dunia ini
karena bagimu,
dia adalah pusat kehidupanmu
dan kau hidup hanya berpusat padanya
Bagaimana jika pusat hidupmu hilang?
Maka kau juga ikut hilang

Tapi selalu ada alasan untuk sesuatu, kawan.
Kau terlalu bagus untuknya
Kau terlalu hebat untuknya
Dia bukan orang yang baik untukmu dan
kau akhirnya sadar bahwa dia bukan untukmu!!!
Bukankah itu melegakan?
Bagiku itu cukup
setidaknya cukup untuk melupakannya,
atau membencinya...

NB:
Tulisan ini hanya fiktif semata.
Hanya mengalirkan secara emosional apa yang dirasakan penulis.
Peace in Heaven!

Koizora-Sky of Love

"If I had not met you that day, then I would not have experienced that pain and sadness, and memories filled with tears.But If I had not met you,I would not have experienced of preciousness and the feeling of absolute happiness..."

Koizura atau Sky of Love adalah film remaja Jepang bernuansa muram dan kelam. Tidak hanya menyajikan film dengan plot cerita yang predictable tapi juga menggambarkan kehidupan remaja SMU yang semaunya,sarat pesta dan seks bebas dibawah umur.

Namun bukan itu saja. Saya amat menyukai film ini hingga tidak memperdulikan hal-hal itu lagi. Film ini saya dapat dari Emma Chan- sahabat SMA yang sekarang terdampar di Sastra Jepang- arigatou ne, tomodachi!

Mika adalah gadis manis yang baru saja merasakan jatuh cinta. Dimulai ketika handphone nya ketinggalan di perpustakaan sekolahnya. Saat dia menemukannya, seorang laki-laki tanpa identitas meneleponnya. Tahu bahwa laki-laki itulah yang menemukan handphonenya, Mika pun berterima kasih. Namun, saat dia mengecek keadaan handphonenya, semua data-datanya hilang. Phonebook, inbox dan semuanya hilang. Hanya ada satu nomer tersisa, yaitu nomer laki-laki misterius tadi.


Siapakah laki-laki misterius itu? Wah, you guys, have to figure out by yourself!
Kalau menurut saya, selain Endless Love dan 1 Litre of Tears,film ini juga bisa diperhitungkan untuk masuk ke dalam kategori "film yang paling banyak menguras airmata". Waah benar-benar one of sad and romantic Japan movie! And I realllly love romantic movie. Dan satu hal ini juga bikin saya heran, seperti kedua film tadi, film ini juga tetap akan saya tonton walaupun sampai sepuluh kali diulang-ulang.

Dialog, soundtrack, akting pemain dan ceritanya diramu dengan sangat baik dalam film ini. Meskipun memang ending nya bisa diprediksi dengan tepat dan cepat, namun dari segi alur maupun intrik sampai klimaks nya was great.
Aih..saya sangat menyukai film ini sampai tidak peduli pada kualitas gambarnya. Wajar, film ini juga hasil download dari Youtube.

So, I reallly recommend this movie for you guys. Film ini jadi film kedua yang ingin saya perlihatkan sama teman-teman setelah Swing Girls. JAPAN ROCKS!!!

Selasa, 09 Desember 2008

Menulis dan Meditasi

"Menulis adalah proses meditasi. Menulis adalah proses menajamkan semua insting dan indra kita dalam interaksi dengan semesta. Menulis adalah keheningan yang memekakan telinga kita untuk mendengar setiap tetes air dan dawai yang lirih di kesunyian. Menulis adalah proses menyatu dengan alam, proses menangkap gerak spotan semesta dan kemudian dilukis dalam kata. Menulis adalah upaya menangkap makna, mengikatnya, kemudian mengabadikannya. Menulis adalah ibadah spiritual yang menajamkan rasa dan hasrat kita akan kesempurnaan. Menulis adalah salat bagi jiwa kembara kita yang jauh berkelana hingga tepi terjauh batas imajinasi kita. Menulis adalah kekang bagi tubuh untuk tidak liar menerabas sana-sini. Menulis adalah kanal dari kejernihan jiwa yang mengalir di sela-sela rimba pengetahuan. Menulis adalah getar untuk terus menjadi. Menulis adalah jejak kita agar tidak punah dalam sejarah.(*)"

timurangin.blogspot.com
Depok, 4 Desember 2008

Wih... tulisannya Kak Yusran membuat hati saya bergetar. Membuat saya membenarkan hal yang paling saya sukai terlihat begitu keren. Kalau membaca tulisan-tulisan para senior di Kosmik bikin saya bertanya-tanya dalam hati kapan saya bisa menulis seperti mereka.

Selasa, 02 Desember 2008

WANTED


Wanted

Film berdurasi 94 menit ini disutradarai Timur Bekmambetov,sutradara asal Rusia yang sukses dalam filmnya
Night Watch dan sekuelnya, Day Watch. Sejenak menonton film ini, kita akan disajikan kisah hidup membosankan
tokoh utama dalam film ini bernama Wesley Gibson yang berhasil diperankan oleh James McAvoy,
seorang akuntan yang selalu dilecehkan boss, pacar dan teman-temannya dan seringkali bergantung pada
obat penghilang stress. Namun ini hanya sementara mungkin untuk lebih menekankan pada penonton betapa kontrasnya
hidup Wesley setelah bertemu dengan Fox, diperankan oleh Angelina Jolie, seorang wanita pembunuh anggota organisasi
rahasia, Fraternity. Fox datang menemui Wesley untuk memberitahukan bahwa ayah Wesley telah mati ditembak oleh
seorang pembunuh lain bernama Cross, yang juga mengincar nyawa Wesley. Mulai dari situlah hidup Wesley berubah,
setelah bertemu dengan Sloan, diperankan oleh Morgan Freeman, man who in charge dalam Fraternity, yang menyadari
bahwa kemampuan ayah Wesley menurun pada anaknya, sejak saat itulah Wesley mulai dilatih kemampuannya, tujuan
nya untuk membalaskan dendam pada Cross. Sejak saat itu Wesley mulai diperkenalkan pada aturan-aturan Fraternity dan mulai
dilatih menjadi seorang assassin yang andal, yang punya nafsu membunuh tanpa ampun.
Lupakan Spiderman yang cengeng, dalam Wanted kalian akan menemukan kisah superhero yang kejam, sadis dan beringas.
Tidak ada kisah percintaan yang romantis dalam film ini. Angelina Jolie yang berperan sebagai wanita seksi dalam geng Fraternity
pun digambarkan sebagai wanita kuat, tangguh dan berani menghadapi resiko. Kalian akan menemukan adegan perkelahian yang berdarah-darah tanpa sensor, slow motion object layaknya trilogy Matrix dan adegan kejar-kejar maupun kebut-kebutan mobil yang belum pernah ada dalam film apapun yang saya tonton.

Thanks to Adi for pasteing this movie on my notebook!

my papi...


Saya memanggil bapak dengan panggilan Papi.
Saya mulai memanggilnya sejak saya bisa bicara, umur dua tahun mungkin. Saya tidak terlalu mengingat panggilan pertama itu meluncur dari bibir saya. Tapi jelas, yang saya panggil dengan sebutan Papi hanyalah bapak. Tidak ada laki-laki lain. Sewaktu kecil, Mami membeli dua gelas cangkir berwarna coklat yang masing-masing berukir sebuah tulisan. Mami mengatakan bahwa satu gelas itu bertuliskan Papi, yang artinya gelas cangkir itu milik bapak, dan yang lain bertuliskan Mami, yang artinya milik ibu. Sejak saat itulah saya mengerti bahwa panggilan Papi ditujukan kepada satu-satunya laki-laki dalam rumah kami, yaitu bapak.

Tentu saja saat SD, saya sering ditertawakan teman-teman dengan cara panggilan seperti itu. Saya juga merasa bingung dan sedikit malu. Namun, saat saya menanyakannya pada Mami, beliau hanya menjawab bahwa panggilan Mami-Papi itu hanya untuk orang-orang yang hebat dan kaya. Mungkin itu penjelasan yang paling mudah yang dapat kalian jelaskan pada anak kecil, tapi jawaban itu tidak membuatku merasa semakin lebih baik. Hingga kini, kalau menceritakan tentang keadaan orangtua di rumah, saya menggunakan Mama-Bapak, atau paling sering Pace-Mace. Bukannya Mami-Papi.

Nama lengkap Papi sederhana saja, ANWAR. That's it, tanpa embel-embel apapun. Papi hanyalah seorang tamatan SMA. Pada waktu dia berumur dua tahun, ayahnya meninggal dan tidak banyak kenangan yang dia bisa ingat tentang ayahnya. Sehingga pengaruh ibu sangat mengena dalam hidupnya. Papi tumbuh menjadi anak ibu yang manja, tidak mandiri dan tidak bisa berpikir banyak hal karena terlalu seringnya dimanjakan oleh ibunya yang menyayangi dia selaku anak bungsu laki-laki.Ibunya tidak menanamkan banyak ilmu agama dan akhlak kepada anaknya itu. Papi tumbuh dalam lingkungan yang kurang baik. Kelebihannya hanya satu dan yang paling istimewa, Papi sangat hormat dan patuh pada ibunya, dan ini sangat jarang didapat dari seorang anak laki-laki maupun laki-laki dewasa.

Mungkin karena itulah, Allah mengaruniakan Mami dalam hidupnya. Seorang wanita yang luar biasa dan sempurna dalam hidup Papi. Mami mungkin adalah satu-satunya wanita dalam hidup Papi. Papi hanya mengenal satu wanita, jatuh cinta padanya, dan menikah dengannya. Wanita yang sikap, sifat dan tingkah lakunya 180 derajat berbeda dari Papi. Mami dan Papi kini telah menikah selama lebih dari dua puluh tahun dan dikaruniai enam orang anak perempuan. Salute for my lovely parents, mereka berdua masih bisa menyekolahkan kami semua hingga sekarang, walaupun terpaan badai kehidupan seringkali datang pada kami sekeluarga, namun slowly but sure, kami berhasil melewatinya satu demi satu bersama-sama.

Diantara enam orang anak perempuan yang dimiliki Papi, hanya saya lah yang paling mirip secara fisik dengannya. Semua orang yang melihat kami, tanpa berpikir lagi mengatakan,"Weh, miripnya ini anak sama bapaknya..". Keuntungan juga bagi saya, karena jika saya datang ke kantor Papi, saya hanya perlu menunjukkan wajah, dan penjaga pintu kantor akan berkata, "Ada Bapakmu di dalam..". Tanpa ragu mempersilahkan saya masuk.

Papi termasuk pribadi yang pendiam. Termasuk pribadi yang gagasan-gagasannya sering masuk akal, tapi seringkali juga saya tidak bisa mengerti. Papi sangat menjaga keluarganya, sangat mencintai keluarganya lebih dari apapun di muka bumi. Lebih memilih orang lain menderita daripada keluarganya yang sengsara. Pelita hatinya kata Mami ada dua orang; Warni dan Tita. Saya bukan. Mungkin karena saya suka membantah dan menyangkal, atau apalah. Sedangkan Warni hanya membawa kebanggaan dan kebanggaan dalam hidupnya. Tapi Papi tetaplah Bapak saya, laki-laki martabat keluarga saya, pelindung keluarga saya, dan peneduh hati saya. Saya hanya berharap Papi bisa jadi lebih baik lagi dari waktu ke waktu.

-sunshine only-

Selasa, 25 November 2008

Me: "No expression"?

Well,
ternyata selain Riana, Sunshine, Khy2, nagakecil, anak-anak juga menjuluki saya dengan sebutan "no expression face" atau "not connected". Kata mereka itu karena kalau diajak ngobrol, saya sering tidak menunjukkan ekspresi apapun. Jadi mereka tidak bisa menebak dan mengetahui bagaimana kesan saya untuk cerita-cerita mereka. Mereka juga sering menemukan saya duduk diam terpaku dengan polosnya di tempat-tempat tertentu tanpa ekspresi yang bisa mereka maknai. They really clueless about me. Atau seringnya saya lamban mengerti jika teman-teman menceritakan suatu hal, ceritanya sudah sampai di Sentral tapi saya masih ada di Masjid raya.

Saya ingat suatu waktu saat kuliah Sosiologi Komunikasi, saya memakai kemeja orens terang bergaris. Saat dosen mencari seseorang untuk ditanyai, saya lah yang ditunjuk dengan menghardik, "Orens! Wah, cappo'ki!". Spontan, satu kelas tertawa. Kecuali saya sendiri.
Ketika kuliah berakhir, saya lalu bertanya pada teman tentang kejadian itu. Yang pada saat saya bertanya itulah, saya baru sadar mengapa seluruh kelas tertawa.
"Astaga, Ri...baru ko tau?" Tya berkata dengan sungguh-sungguh terkejut. Karena ketololanku kah?
Saya mengangguk, setelah mengatakan padanya hubungan IAS-orens-cappo'ki itu.
"Pantasan waktu kita semua ketawa, saya liatko diam-diam saja..." dia melanjutkan.
Qbond, yang memberiku gelar "no expression" itu hanya geleng-geleng kepala mendengarnya. She had no more words to say.

Sorry friend...I don't mean it

Le Fabuleux Destin d'Amélie Poulain


Film ini pada suatu hari ditawarkan oleh Tya, yang langsung saya sambut dengan jingkrak-jingkrak tidak jelas. Film ini jadi salah satu film 'must see' di salah buku film yang saya lihat di liga. Begitu menontonnya, tidak bisa berhenti. Filmnya ringan, lucu dan penuh kejutan.

Yang berperan menjadi Amelie Poulain tidak lain adalah Audrey Tautou (Da Vinci Code). Aktingnya bagus, cocok dengan perannya sebagai waitress in Montmartre café yang pemalu. Tapi, dia juga senang bertualang dan menolong orang lain. Aksinya kocak dan centil. Salah satu aksinya yang paling saya suka waktu dia mengerjai laki-laki yang sebenarnya dicintainya. Waktu dia 'memaksa' ayahnya untuk traveling, mencari pemilik kotak foto, menolong tetangganya yang selalu dimarahi atasannya, dsb.

I really recommend this, saya bahkan masih senyum-senyum sendiri kalau ingat lagi adegan-adegannya.

A Girl Who Married Lion

Finally, setelah sebulan lebih menyimpan buku ini di meja, selesai juga bacanya.

This book from Kak Debra yang baik hati. Berisi 34 dongeng penuh makna yang indah dari dua negara di Afrika-Zimbabwe dan Botswana. Membaca dongeng hanya untuk anak kecil? Menurut saya tidak. Membaca dan mendengarkan dongeng, seperti kata Mma Ramotswe, membuat kita mengenang dan mengingat kembali masa kecilk ita. Saya juga setuju pada kalimatnya; "mengenang masa lalu seakan memandang melalui sebuah jendela yang tertutup debu; kita bisa melihat sesuatu, tetapi tidak dengan sangat jelas.

Penulis buku ini, Alexander McCall Smith, kelihatannya sangat mencintai bumi Afrika, tempatnya dilahirkan. Afrika memiliki banyak koleksi indah cerita rakyat Afrika sub-Sahara. Untuk itu, dia mencoba membagi dongeng-dongeng ini ke seluruh dunia. Karena dongeng menurutnya, merupakan bagian dari bahasa universal yang dapat berbicara kepada semua orang, melampaui batas-batas manusia, sebagaimana musik.

Saya punya lima dongeng favorit dalam buku ini. Yaitu Dua Orang Kawan Bertemu untuk Makan Malam, Lelaki Buta Menangkap Seekor Burung, Burng Susu, Anak-Anak Lilin dan Cara Buruk Memperlakukan Teman. Lima dongeng itu punya makna dalam masing-masing ceritanya.

Bagi kalian yang merindukan kisah-kisah ringan, menghibur tapi bermakna yang dikemas dalam dongeng fabel yang indah dan menghangatkan hati...buku terbitan Bentang ini pantas jadi pilihan.

La Tigre e La Neve




"Bagaimana kalau kita hidup selamanya? Itu mudah, kan?" Attilio de Giovanni bertanya pada gadis cantik yang duduk di depannya.
"Semudah melihat macan di salju. Aku mau kalau sudah siap.." gadis cantik yang bernama Victoria itu menjawab, sambil memperlihatkan sebuah buku berjudul La Tigre e la Neve.
"Kita ke Tibet.Di sana ada macan dan selalu turun salju!" tiba-tiba Attilio mendapat ilham.
"Tapi kita ada di Roma..." Victoria kembali menjawab
"Hujan salju di roma dan ada macan? Aku mengerti..."

Film Itali pertama yang saya tonton. Kalau diingat-ingat lagi, film ini sudah ada di sekitaran saya sejak dulu, tapi tanpa ada niat dan keinginan untuk menontonnya. Alasan pertama, karena pemainnya tidak saya kenal. Kedua, tidak ada yang merekomendasikannya. Jadilah, dua minggu yang lalu, saat bertandang ke markas liga film, menemukan dvd, tiba-tiba seperti dejavu, saya bertemu lagi dengan film ini, setelah k'cokz bilang ini film yang bagus saya pun berusaha menontonnya di tengah keramaian ngedit film, tidak berhasil, saya pun membawa kasetnya pulang, untung dibolehkan.

Really, I admit, ide filmnya murni kisah cinta yang indah.

Akting Roberto Benigni (Attilio) sebagai laki-laki yang jatuh cinta pada Victoria menyentuh hati saya. His genuine sacrifice yang tanpa balas jasa untuk gadis kecintaannya membuat sedikit iri and make me wonder, "is there anyone like him outside?". Dia rela menjaga, merawat dan memenuhi semua kebutuhan Victoria saat dia koma di rumah sakit di Baghdad. Padahal saat itu perang sedang berkecamuk, dimana segala kebutuhan pengobatan sulit didapat. Tapi Attilio, tanpa pernah berpikir dua kali, pergi mencari apa yang dibutuhkan Victoria. No matter what happens, Victoria harus sembuh dari koma nya, sadar dan pulang kembali ke Roma.

Minggu, 16 November 2008

Jason Mraz video that I've found recently

Long Road to Forgiveness.
Watch it!



Video ini diposted oleh JM dan temannya, Brett Dennen. Ditulis khusus untuk album Songs for Survival :Amazon tribe. Selain vokal Mraz, ada juga vokalnya Brett dan Toca yang khas. Dalam video ini ditampilkan juga kehidupan suku Amazon yang masih tradisional dan sepertinya belum mengenal pakaian. Pokoknya masih primitif. Pas nonton video ini, saya makin kagum sama JM karena selain dia jago nyanyi dan bereksperimen dengan alat-alat musik lain, dia juga such a humble and inspiring musician. Bravo Mraz!

Jason Mraz and Brett Dennen speak here about their contribution to an album for Survival International, the human rights organization for tribal peoples.

Bruce Parry, star of the BBC series Tribe and the forthcoming Amazon, has teamed up with some of the music worlds biggest names to create a fundraising album for Survival.

Musicians on the album also include KT Tunstall, Skin from Skunk Anansie, will.i.am (Black Eyed Peas), Johnny Borrell (Razorlight), Tom Baxter, Mystery Jets, Yusuf Islam, Hot Chip, the Go! Team and Mike Oldfield.

In addition, Guy Berryman from Coldplay, Jonas from MEW and Magne from A-ha have formed a new band specially for the CD called Apparatjik, and recorded a track that will also be used for the end credits of Amazon.

Every track on the album is exclusive, and has been written especially for the project.

The first section of songs is titled Amazon and features songs inspired by Bruce Parrys new series of that name, to be shown on BBC2 in September.

The second section of songs, entitled Tribe, is a collection of dance/experimental songs which all use samples of music Bruce recorded with the tribal people he lived with during the making of his hugely popular BBC show

The Winners vs The Losers

The Winner is always a part of the answer
the loser is always a part of the problem

the winner always has a program
the loser always has an excuse

the winner says,"Let me do it for you"
the loser says, " That's not my job"

the winner sees an answer for every problem
the loser sees problem in every answer

the winner sees a green near every sand trap
the loser sees teo or three sand traps near every green

the winner says, "it may be difficult, but it's possible"
the loser says,"it may be possible, but it's too difficult"

So, friend, BE A WINNER

sumber:majalah Excellence Bosowa

-sunshine only-

For One More Day


Lagi-lagi buku dari Tya. Dengan ini artinya sudah tiga bukunya Albom yang saya baca. Five People Meet in Heaven dan Tuesdays with Morrie. Dan kesemuanya, such a great books.
Kali ini Albom bercerita tentang hubungan anak dan ibunya. Menceritakan kisah bagaimana seandainya kau diberi waktu sehari lagi bersama ibu mu (atau orang yang sangat kau sayangi) yang telah pergi meninggalkanmu tanpa kalian tahu. Dan cara bercerita Albom yang khas dan unik dalam mengemas kisah mengharukan dalam buku ini, make me cry like baby.

A Man Who Was a Superman.


A Man Who Was a Superman.

Film ini ceritanya kira-kira begini.
Ada seorang laki-laki yang menganggap dirinya superman. Di kota, kerjaannya hanya menolong orang lain. Membantu nenek-nenek menyeberang jalan, mengejar pencuri , menjaga ketertiban lalu lintas dll. Nah, kegiatannya ini lalu menarik perhatian seorang wartawan TV cewek yang lalu mengikuti semua kegiatannya sehari-hari. Saat itulah, cewek itu 'mengenal' dengan baik laki-laki misterius ini.

Pesan yang saya bisa tarik dari film ini

Masing-masing dalam diri kita menyimpan kekuatan dan kemampuan untuk menolong orang lain. Lalu, apa yang membuat kita tidak melakukannya? Karena para penjahat meletakkan kryptonite dalam kepala kita. Hal itu membuat kita lupa siapa diri kita dan seberapa besar kekuatan luar biasa yang kita miliki.
Padahal sebenarnya, kita akan merasa lebih baik jika menolong orang lain, menyebabkan endorphin keluar, dan kryptonite dalam kepala kita melemah hingga dia akan keluar dengan sendirinya.
Bagi beberapa orang, kryptonite-kryptonite itu masih tersimpan dalam kepalanya, beberapa orang kryptonite nya telah keluar bersamaan dengan diri mereka yang sebenarnya. The truth is, we are all superman. We just don't remember yet. We just don't realize yet, we need to help much more then you can see that you can open all iron doors by small key, not by super power.

Kita menyangka hanya beberapa orang saja yang diberi kekuatan dan keberanian yang lebih dibanding kekuatan dan keberanian yang kita punya. Therefore, we call it hero. Heroes are the people who can done what we couldn't do by power and by brave that we all don't have. Padahal kita sebenarnya punya kekuatan itu. Punya keberanian itu. Lalu apa yang membuatmu merasa hanya orang-orang terpilih (heroes) yang diberi kekuatan dan keberanian lebih? Kita semua punya, hanya saja kita belum menyadarinya lagi.

Minggu, 02 November 2008

hanya bimbang sesaat

Yah, hanya ini yang bisa saya tulis saat ini

hanya bimbang sesaat

si Rainbow dan Snowy ditelepon ke handphonenya (yang jarang saya bisa saya lakukan) malah tidak diangkat-angkat, mungkin mereka istirahat.

Apa boleh buat?
Mereka sedang sakit.
Saya hanya ingin menanyakan keadaan.

Dini dan Nd yang ditelepon pun hanya menjawab "Tidak tau ka'...tanya bede Kak Ain.." saat saya menanyakan kebingungan saya tentang LPJ yang sampai sekarang tidak kelar-kelar.

Sekarang masih banyak tugas yang harus dikerjakan..menumpuk...menunggu..

Episode Keluarga Cuaca bagian I pun harus di postpone dahulu..

NB:
Dapat nama baru lagi dari Kak Awi, Naga Kecil, hahaha...isn't it cute? ()

Senin, 27 Oktober 2008

Tuesdays with Morrie


kalau tidak bertemu Tya, mungkin bacaan saya tidak akan berkembang. Itu-itu saja, tak akan pernah ke Bibli sewa buku, dan begitu-begitu saja. Siapa yang akan meminjamkan buku kalau bukan dia? Dini, Tya lah yang paling sering pinjamkan buku-buku mereka ke saya. Salah satunya buku ini, Tuedays with Morrie. Buku yang ditulis oleh Mitch Albom, sebuah kisah nyata yang benar-benar inspiratif.

Words from Tuesday With Morrie: (mungkin kalian akan tahu seperti apa buku ini jika membacanya)

"Begitu banyak orang menjalani hidup mereka tanpa makna sama sekali. Mereka seperti separuh terlelap, bahkan meskipun mereka sedang sibuk mengerjakan sesuatu yang menurut mereka penting. Ini karena mereka memburu sasaran-sasaran yang salah. Satu-satunya cara agar hidup ini menjadi bermakna adalah mengabdikan diri bagi masyarakat di sekitar kita, dan mengabdikan diri untuk menciptakan sesuatu yang memberi kita tujuan serta makna."

"Cinta yang menang. Cinta selalu menang."

The tension of opposites:
"Hidup ini merupakan rangkaian peristiwa menarik dan mengulur. Suatu saat kita ingin mengerjakan satu hal, padahal kita perlu mengerjakan sesuatu yang lain. Ada sesuatu yang membuat kita sakit, namun kita tahu bahwa seharusnya tidak demikian. Kita menerima hal-hal tertentu secara begitu saja, bahkan meskipun kita tahu bahwa seharusnya kita tidak pernah menikmati sesuatu secara cuma-cuma."

"Aku tertegun menyaksikan betapa mudah segala sesuatu berlanjut meski tanpa aku"


"Yang paling penting dalam hidup adalah belajar cara memberikan cinta kita, dan membiarkan cinta itu datang.."

"Cinta adalah satu-satunya perbuatan yang rasional"


"Kadang-kadang kita tak boleh percaya pada apa yang kita lihat,kita harus percaya pada apa yang kita rasakan. Dan jika kita ingin orang lain percaya kepada kita, kita harus merasa bahwa kita dapat mempercayai mereka juga- bahkan meskipun kita sedang dalam kegelapan. Bahkan ketika kita sedang terjatuh.

"Kita semua memerlukan guru dalam hidup kita"

Rabu, 22 Oktober 2008

Berawal dari sore itu saja...

Berawal dari sore itu saja, saya dapat banyak pengalaman dan pertemuan baru...

Alhamdulillah..

Finally acara peluncuran buku almarhum dosen saya, Bpk Mansyur Semma selesai juga hari ini. Syukur ya Allah!
Istri almarhum, Ibu Arfah Tjolleng, tak henti-hentinya menangis haru di sepanjang acara. Bagaimana tidak? Yang dibicarakan di sepanjang acara juga adalah kekasih hatinya, yang telah meninggalkan dirinya dengan keempat anaknya yang masih sekolah, yang istilah kata belum mandiri lah. Beliau juga tidak henti-hentinya berterima kasih kepada kami, seluruh panitia yang sudah berkorban waktu, tenaga dan materi untuk membantu kesuksesan acara ini. Mungkin beliau merasa, kata terima kasih saja tidak cukup untuk mengungkapkan rasa bahagia hatinya.

Acara yang juga sudah membuat Nendenk, saya dan sebagian panitia menjadi kurusan, akibat dari mondar- mandir sepanjang kampus mengurus ini itu, tetek bengek urusan launching, sempat jadi jutek, marah-marah tanpa alasan, stress, depresi dan gangguan lainnya. But you know what? Semua hal itu jadi tidak masalah lagi setelah melihat para tamu yang datang tadi sore di PKP. Karena, kursi yang disediakan panitia tidak cukup. Kuota tamu yang datang melebihi apa yang diperkirakan panitia. Kami, atau hanya saya saja?, sangat gembira dan bersyukur.

Acara yang memberikan saya pengalaman menjadi sekretaris yang baik. Acara yang membuat saya tahu bahwa untuk membuat satu acara saja itu birokrasinya minta ampun susahnya. Tapi memungkinkan untuk tetap dicoba. Acara yang menjadikan saya lebih dekat dengan senior dan kanda-kanda di Kosmik. Acara yang mengajari saya kerja sebagai satu tim. Acara yang merupakan pengalaman seumur hidup, yang membuat saya bangga masuk dan menjadi bagian dari Komunikasi Unhas. Lagi-lagi saya bersyukur.

Terlalu banyak hal untuk disyukuri.
Terima kasih kepada Kak Debra, yang pada sore itu meminta saya menjadi panitia Launching Buku, yang ternyata panitia artinya sekretaris..., well that means she trusted me, didn't she?
Terima kasih karena berawal dari sore itu saja, saya dapat banyak pengalaman dan pertemuan baru...

-sunshine only-

Son of RamboW


Son of Rambow

"The funniest British Film since Hot Fuzz"
-The Sun-

Layaknya mendapat pencerahan, film ini saya tonton ketika musim-musimnya teman-teman di Komunikasi produksi film, menyambut ultah KIFO katanya. Kenapa saya katakan demikian, karena film ini setting nya itu tentang pembuatan film.
Will Proudfoot adalah anak yang dididik keras oleh ibunya yang merupakan anggota dari Perkumpulan Agama. Yang dia lakukan hanya yang baik-baik saja, bahkan dia jarang menonton film atau TV dan mendengarkan musik. Setiap kali di kelas ada pemutaran film dokumenter, dia dipersilahkan keluar kelas, semua karena hal itu merupakan larangan Perkumpulan Agama tersebut. Saat keluar kelas pada suatu siang dia bertemu dengan Lee Carter, seorang anak badung, nakal dan dibenci oleh semua orang di sekolah karena kenakalannya. Dia sering dihukum dan kena skorsing. Anehnya, kedua orang ini malah menjalin persahabatan yang erat dan terlibat dalam pembuatan film yang berjudul Son of Rambow.

Selain melihat bagaimana take scene per scene film buatan mereka yang kocak, kita juga bisa memahami karakter masing-masing karakter pemain pada akhirnya. Film ini kalau saya bisa katakan, memang lucu, tapi lucu ala Barat sana. Yang paling kena itu malah tentang persahabatan Will dan Lee. Akting keduanya pun bisa dinilai bagus. Garth Jennings selaku sutradara film ini mampu menghadirkan pemandangan di Inggris yang indah dan hijau dengan banyaknya pemandangan rumput dan sawah pada filmnya.

Best Scene:
Saat kecelakaan. Will yang nyaris tenggelam dalam aspal hitam berusaha meminta tolong pada Didien tetapi tidak didengarkan. Tiba-tiba Lee datang menyelamatkannya, padahal sebelum itu mereka bertengkar hebat gara-gara Will mengejek kakak Lee. Yang masuk rumah sakit malah Lee yang tertindih reruntuhan bangunan saat sudah menolong sahabatnya itu. Setelah kembali dari rumah sakit, film Son of Rambow ternyata ditayangkan di bioskop sebelum penayangan film utama, dan Lee menontonnya. Semua penonton dalam studio menangis haru dan terpingkal-pingkal dibuatnya. Aplaus buat Son of Rambow!!

The Visitor


Hanya perlu satu orang yang bisa mengubah keseluruhan jalan hidupmu. Itu mungkin yang ingin diangkat dari film ini. The Visitor, film karya Thomas Mc Carthy, sutradara sekaligus penulis film ini, menceritakan tentang kehidupan seorang duda bernama Walter Vale, yang ditinggal mati istrinya. Selama dua puluh tahun dia hidup sendiri dan melakukan apa yang dipikirnya tak berguna. Mengajar dan menulis buku hanya untuk mengisi kesibukannya. Saat temannya meminta dia menghadiri konferensi di Manhattan, dia terkejut menemukan sepasang kekasih menempati apartementnya. Warga Syrian bernama Tarek dan kekasihnya Zainab yang berasal dari Senegal. Saat mereka berdua memutuskan untuk mengalah keluar, Walter yang merasa sendiri, tidak cukup merasa baik untuk membiarkan mereka terkatung-terkatung di jalanan New York Akhirnya mereka bertiga berbagi apartemen yang artinya, berbagi cerita dan share problem dalam hidup layaknya keluarga. Otomatically, Walter's life is changed.

Film ini mendapat beberapa penghargaan, diantaranya Winner of Brisbane International Film Festival Interfaith Award, Moscow International Film Festival Best Actor dan Method Fest Best Actor, Best Director dan Best Supporting Actress. Saya juga mengacungkan jempol pada ide cerita film ini yang tidak biasa. Mengangkat isu betapa sulitnya mendapat suaka dan hak tinggal di Amerika bagi warga Muslim. Menyinggung tentang keamanan Amerika yang diperketat sejak 9/11 namun sepertinya hanya untuk warga Muslim saja. Betapa kerasnya polisi disana dan bangunan penjara yang dibuat layaknya gedung biasa di tengah kota di New York.

Akting para pemain terutama Richard Jenkins, yang baru pertama kali saya tonton filmnya ini, sangat bagus. Dia berhasil mengukuhkan perannya sebagai seorang yang butuh 'orang lain' dalam hidupnya, betapa merasa sia-sia hidupnya dan betapa inginnya dia melakukan hal yang berguna kepada orang lain. Disamping itu dalam film ini juga diperkenalkan alat musik pukul seperti gendang bernama Djambe, memperkenalkan pada kita musik khas Afrika.

Senin, 29 September 2008

Minal Aidin wal Faidzin...


Minggu, 21 September 2008

Catatan September (II)

21 September 2008.

Sudah jarang senyum lagi ; bukan hanya Kak Cokz yang bilang, Nendenk juga berkali-kali bilang, “Senyum dulu, Ukhti..”.,Rahma juga, mungkin dia juga merasa begitu. Saya bukan hanya sudah jarang senyum lagi, akhir-akhir ini saya juga susah sekali mengatakan terima kasih. Waktu itu setelah selesai mendapatkan tanda tangan Kak Irwan untuk surat-surat launching, saya ditemani Rahma langsung pergi. Baru setelah agak jauh dari pasar (Mace), Rahma bilang, “Kau itu sudah ditandatangani suratmu tidak bilang makasih”. Saya hanya bilang, “Ah, kau yang tidak dengar mungkin..” saya berdalih. Memang kata itu sulit keluar dari mulutku. I don’t know what is wrong with me.


Catatan September (I)

17 September 2008.

Mungkin hanya saya yang merasa sayang, orang lain tidak.

Satu persatu teman-teman mulai berdiri dan mandiri. Satu-satu mulai lupa, mungkin terbuai, mungkin terlena karena tali penggantung mulai lepas.

Mungkin hanya saya yang masih menggantung, masih belum lupa, masih belum terlena dan terbuai.

Atau mungkin hanya saya yang terlalu berlebihan. Berpikir terlalu jauh, padahal sebenarnya tidak begitu kenyataannya.

Bagaimana menurutmu?

Sungguh, seandainya saya diberi kekuatan super saya akan memilih bisa membaca pikiran orang lain.

Mungkin saja...untuk saat ini.


Minggu, 07 September 2008

Knowledge, is never much enough...

Bagi sebagian orang, ilmu pengetahuan itu membuat candu. Mereka terus menerus mencari sumber-sumber ilmu yang tak berbatas. Bahkan hingga umur telah menua, mereka tidak pernah merasa puas hanya dengan mengetahui beberapa hal atau beberapa perwujudan Ilmu. Mereka merasa semakin bodoh dan rendah, semakin tidak tahu apa-apa, justru ketika mereka telah banyak tahu. Mereka digolongkan dalam orang yang cerdas dan hebat, namun mereka juga terus menerus mengatakan hal-hal seperti “saya juga masih belajar, kita sama-sama belajar lah. Mungkin ada yang saya tahu kalian belum tahu, atau mungkin kalian bahkan sudah tahu apa yang belum saya tahu”. Mereka menolak dikatakan “good at something” dan lebih menerima untuk dikatakan “could at something”.

Bagi orang-orang yang beruntung, akan bertemu dengan orang-orang cerdas dan hebat seperti itu di suatu tempat. Mereka selalu merasa termotivasi. Mereka takkan pernah merasa malu dan sia-sia untuk bermimpi setinggi langit. Orang-orang yang beruntung itu akan terpacu dan terdorong mengarahkan visi mereka kearah yang hampir sama dengan golongan orang-orang hebat tersebut. Bahkan hingga di suatu titik, tanpa mereka sadari, mereka akan menjadi bagian dari golongan orang-orang cerdas itu. (RDR)


Mungkin sejak buku Laskar Pelangi sedang heboh-hebohnya dibicarakan orang, saat saya selesai membacanya dan merasa sangat terinspirasi akan gambaran Andrea Hirata tentang sosok orang cerdas yang selalu haus akan ilmu pengetahuan, yang tidak akan pernah puas walaupun tugasnya bernilai A+, saya menulis paragraf diatas. Entahlah, saya hanya menggambarkan apa yang saya lihat, rasa, dan pikirkan saat berada di jurusan Komunikasi.

Memang angkatan 2007 tidak seberuntung angkatan lain di jurusan Komunikasi yang belum sempat diajar oleh almarhum Pak Mansyur Semma, yang namanya begitu melegenda karena kebaikan nuraninya yang penuh dengan intelektualitas seorang pengajar. Saya sangat menyayangkan hal itu tentu saja, karena saya belum sempat menyaksikan kecerdasan beliau. Namun saya masih termasuk beruntung, karena masih sempat mendapat pengajaran oleh the other of communication’s great lecture, Pak Syam, walaupun itu hanya ±satu semester, saat beliau mengajar kelas ganjil mata kuliah Pengantar Ilmu Komunikasi. Tapi kini Pak Syam pun sudah kembali ke hometown nya yang kedua ,Melbourne, Australia, mengeruk lagi lebih dalam ilmu pengetahuan yang dirasakannya tak pernah cukup untuk dibagikan kepada murid-muridnya.

Saya dan teman-teman yang lain hanya merasa sayang sekali, Pak Mansyur sudah tiada, Pak Syam pun telah kembali menuntut ilmu di negeri orang, siapakah lagi yang dapat mengajar kami sebaik mereka? Siapakah lagi pengajar yang mampu memotivasi kami-kami yang bukan hanya butuh berbagai macam teori di buku dan hafalannya?

Mungkin saat itulah para senior-senior di kosmik berperan. Menanamkan idealisme modern atau apalah, agar kami adik-adiknya bisa konsisten mengejar mimpi kami. Karena satu pesan Pak Syam yang saya ingat benar, “Well, dream it first, how can it’ll be real if you don’t even dream?”− “Mimpikanlah dahulu…, kalau kalian bahkan tidak memimpikannya bagaimana bisa jadi kenyataan?”. Sesuai teori The Secret, “Your visions is your future life”.




Jumat, 29 Agustus 2008

Once


Jawabannya Once. Tagline film ini sesuai dengan judulnya. Film ini mampu dengan kuat menyentuh perasaan penonton dengan musik dan liriknya. Coba dengar "Falling Slowly" yang dimainkan oleh dua pemain utama film ini, Glen Hansard dan Marketa Irglova. Glen dengan petikan gitar dan vokalnya dan Marketa dengan vokal dan dentingan pianonya. Wiih...indahnya. Sekali dengar saja, saya langsung terbawa perasaan dan suka.

Film ini penuh dengan musik dan lirik yang menyentuh. Coba juga dengan lagu "If You want Me" yang sedih, kuat dan mendayu namun sangat cepat stuck di kepala.

Mungkin ini film Irlandia pertama yang saya nonton namun saya sangat merekomendasikan film ini. Walaupun cara shoot nya agak goyang, zoom nya masih agak kasar dan take scene nya masih kurang, namun dari segi cerita dan soundtrack, jelas film ini memegang keduanya.

Pas "jalan-jalan" di 4shared, kebetulan dapat link mp3 downloadnya. Yah, kalau mau sekedar dengar, silahkan lah download disini.



"I carry your heart..."


i carry your heart with me
(i carry it in my heart)
i am never without it
anywhere i go you go, my dear;
and whatever is done
by only me is your doing, my darling)

i fear no fate (for you are my fate,my sweet)
i want no world (for beautiful you are my world,my true)
and whatever a sun will always sing is you

here is the deepest secret nobody knows
(here is the root of the root and the bud of the bud
and the sky of the sky of a tree called life;
which grows higher than soul can hope or mind can hide)
and this is the wonder that's keeping the stars apart

i carry your heart (i carry it in my heart)


by: e.e cummings

Sabtu, 16 Agustus 2008

sunshine after rain...no, storm

jika mengingat kejadian itu lagi rasanya saya tidak akan menganggap hal itu masalah lagi. Setelah insiden "The Time Traveler's Wife" yang membawa saya ke anggapan bahwa TB. Gramedia adalah TB yang memang profesional dan bertanggung jawab, atau anggapan saya kena "kutukan" oleh entah siapa, atau mungkin diri saya sendiri, yang tidak memporbolehkan saya memiliki komputer lagi dalam kamar sendiri, karena sudah berkali-kali "Lucy" ku itu dibawa ke tempat service, dan berkali-kali itu pula dia kembali hang, atau handphone yang telah dua tahun bersama-sama saya, yang telah menjalani suka-duka bersama, akhirnya rusak juga kemasukan air (yang tidak pernah ingin saya akui, mbak-mbak sony ericsson yang bilang). Saya sudah menyerah dan tiba pada satu pemikiran bahwa ini memang bencana paling ajaib yang terjadi dalam tahun belakangan ini. Saya menghibur diri sendiri bahwa ini terjadi karena suatu alasan, bahwa akan ada kebahagiaan yang besar akan terjadi pada saya.

Dan itu memang terjadi. Oh my Gosh...thanks.

Saya tak tahu akan berapa macam kebahagiaan itu, apakah termasuk kedatangan Aspar, calon kakak ipar saya yang kemudian mentraktir saya macam-macam pas dia mengajak ke Mall, atau semalam, ketika Tya menelepon dari Jakarta bahwa dia mendapat apa yang saya tidak temukan di Makassar, Jason Mraz's new album, We Sing, W e Dance, We Steal Things. Call me like a child or moron or stupid but I really damn happy of it. Saya menganggap itu kejadian yang paling bisa menghapuskan kesedihan saya selama minggu-minggu ini. I wish it's not over yet..

Kamis, 14 Agustus 2008

just watched

Minggu ini minggu-minggu yang membosankan. Selain anak-anak keluarga cuaca pada tidak ke kampus dan tak ada kegiatan yang berlangsung di kampus selain penyambutan maba, di rumah juga sama. Tiap hari berjalan sesuai dengan rutinitas yang ugh...membuat bosan setengah mati. Dan pada malam tanggal 11 Agustus, saya memutuskan untuk ya...nonton film. Dua film sekaligus sebenarnya tiga, tapi Happy Feet tidak termasuk karena tidak sempat. Ini dia sedikit review nya.

Sejenak menonton film ini dari awal, jadi ingat masa-masa waktu follow upnya IHT. Film Cloverfield ini kalau ditonton, yah..ala kamera video tanpa proses editing. Settingan nya di Manhattan. Kalau kalian lihat poster nya, patung Liberty tabpa kepala, kalian pasti sudah bisa menebak Cloverfield ini jenis film apa. Ini sedikit ulasan ceritanya dari official webnya.

Five young New Yorker throw their friend a going-away party the night, that a monster the size of skycrapper descends upon the city. Told from the point of view of their video camera, the film is a document of their attempt to survive the most surreal, horryfying event of their lives.

Anyway, filmnya seruu! Kalau kalian suka film yang bikin penasaran dan bikin ketakutan dan bikin bertanya-tanya, ini pilihan film yang bagus.









Thomas Barnes (Dennis Quaid) dan Kent Taylor (Matthew Fox) adalah Agen Rahasia yang ditugaskan mengawal Presiden Ashton (William Hurt) pada acara puncak penolakan atas terorisme disebuah taman terbuka. President Ashton tertembak sesaat setibanya di Spanyol, keadaan menjadi kacau balau

Dalam kerumunan orang, Howard Lewis (Forest Whitaker), seorang turis Amerika merekam kejadian tersebut untuk ia tunjukkan kepada keluarganya. Rex (Sigourney Weaver), seorang produser berita yang merekam jalannya acara tersebut. Dalam film ini kita mengikuti jalan cerita masing-masing orang dalam waktu 15 menit sebelum penembakan terjadi dan mengungkap kebenaran di balik pembunuhan tersebut. (21cineplex.com)


Film ini saya nonton atas desakan dari teman-teman yang meng-testi film ini keren. Dan ternyata memang bagus. 1 kejadian dengan 1 kebenaran, diceritakan dalam 8 sudut pandang dari tiap-tiap orang. Dan benar-benar diluar dugaan. You better watch it.

Jumat, 08 Agustus 2008

Kisah Istri Sang Penjelajah Waktu


First I want to say thanks to:

M, my sister for all this time, you make this happen
Gary "Snow Patrol" Lightbody, for introducing me this book.
My Dad and TB Gramedia for return this book in me


Buku ini menceritakan tentang seorang penjelajah waktu bernama Henry De Tamble dan istrinya Clare Abshire. Kalau ceritanya di detailkan di posting kali ini, saya juga ragu apa akan dimengerti. Karena ceritanya agak rumit (benar-benar rumit, serius!) jika dibahas bersama apalagi kalau dituliskan.

Buku ini merupakan salah satu novel dewasa yang pernah saya baca. Menyampingkan kisah romantis yang vulgar untuk seumuran saya (ugh! ternyata saya belum cocok baca novel sejenis ini), novel ini yah..cukup bagus untuk kisah cinta yang dibatasi oleh ruang dan waktu. Novel ini juga salah satu novel yang menyentuh dan dalam yang pernah saya baca. Meskipun banyak review yang saya baca mengenai buku ini, semua review mengatakan buku ini bagus dan menguras air mata tidak terkecuali Gary Snow Patrol, tapi tidak dengan saya. Maksudnya memang kematian itu menyedihkan. Apalagi kalau yang meninggal itu meninggalkan sebuah surat yang mengatakan "Clare, aku mencintaimu." atau "Bagiku Clare, kau adalah segalanya". Memang bagian ini menyedihkan (atau ada yang bilang tidak?), tapi selebihnya hanya lumayan. Tapi saya gembira dan senang telah menyelesaikan buku ini. Buku yang membuat saya penasaran selama setahun sejak Gary Snow Patrol memperkenalkannya pada saya secara tidak langsung. Buku ini akan segera difilmkan dengan pemeran Eric Bana dan Rachel McAdams.

Entahlah, mungkin juga saya belum terlalu dewasa dan mengerti apa yang indah dan menguras air mata dalam buku ini. Mungkin dalam beberapa tahun setelah ini, saya akan membaca buku ini untuk kedua kalinya, setelah saya cukup dewasa tentunya, dan akan mengerti. Saya juga akan meminjamkan pada Dini buku ini untuk menanyakan pendapatnya, atau kepada Tya, Rahma dan Isti (kalau mereka bersedia membaca dan berbagi pendapat tentunya).

Rabu, 06 Agustus 2008

first class..

Tadi malam saya memulai kelas pertama saya. Mengajar bahasa inggris kepada tiga orang adik saya yang masih esde. Rasanya aneh memang tapi saya melakukannya semata-mata untuk lebih mencerdaskan mereka dan memperkenalkan bahasa dunia yang pertama itu kepada mereka. Bagaimanapun globalisasi mulai merambat masuk, tanpa bisa dicegah. Sebagai kakak yang baik, saya hanya berusaha mengajarkan sesuatu yang paling mudah untuk dekat dengan hal itu, mempelajari bahasa nya.

Atau setidaknya mereka menyukai bahasa inggris, atau penasaran akan bahasa inggris. Karena saya pikir langkah pertama yang paling sulit ditanamkan namun pengaruhnya paling kuat ya itu, membuat mereka menyukai sesuatu.

Jadi saya mulai mengambil whiteboard, spidol hitam, penghapus dan mulai menulis.

"English Timezone. 5 August 2008. By: Miss K"
First Meeting : Introduce Your Self!

Baru saja selesai, Meli (adik paling kecil kedua) langsung bertanya dengan manja, "Ky..apa artinya itu first meting?" dan langsung saya jawab, "Pertemuan pertama, dek..". Dia mengangguk dan kembali memperhatikan.

Lalu mulailah saya menjelaskan tentang apa-apa saja yang disebutkan apabila kita memperkenalkan diri kita pada orang lain.

Lalu saya memberikan tugas untuk membuat script sendiri untuk "Introduce Your Self". Waah...kesabaran saya benar-benar diuji...dikuras. Mengajar anak kecil yang masih esde benar-benar butuh kesabaran yang luar biasa.

Lulu (paling tua diantara mereka bertiga) paling duluan selesai, dan langsung bisa hafal diluar kepala. Meli dan Tita belum ada yang bisa seperti Lulu. Tita (yang paling kecil) bahkan tidak tahu menulis dengan kronolologi. Saya pun mesti turun tangan membantu.

Setelah selesai, saya lalu menuliskan lirik lagu The Wonders-That Thing You Do di whiteboard dan mengajarkan mereka bertiga bernyanyi. Saya hanya berusaha menjaga agar mereka santai tapi tetap belajar. Lagu adalah media yang paling bagus untuk membantu kita belajar bahasa, terbukti dalam kasusku. Setelah lagu baru buku.

Dan berhasil. Mereka menyukai lagunya. Saya juga senang. Saya mengakhiri pertemuan pertama itu dengan memberikan pe er dan mengatakan pe er itu akan diperiksa di awal pertemuan selanjutnya. Mereka bertiga mengeluh. Saya tersenyum menang.

Butuh kesabaran dan ketekunan. Saya salut pada semua guru-guru di seluruh dunia yang berhasil memberikan pendidikan dan pemahaman kepada banyak murid-muridnya. Saya harus selalu ingat bahwa guru yang baik adalah seorang guru yang "mengeluarkan dari dalam, bukan memasukkan ke dalam"

Iya kan?

Minggu, 03 Agustus 2008

Powerful words..at least for me

Our deepest fear is not that we are inadequate.
Our deepest fear is that we are powerful beyond measure
We ask ourselves,who am I to be brilliant, gorgeous, talented, and fabulous?
Actually,who are you not to be?
Your playing small doesn't serve the world.
We were born to make manifest the glory of God that is within us.
And as we let our own lightshine, we unconsciously give other people permission to do the same.

-From Akeelah and Bee-

Keep It

Don't hesitate,you
Your life will grown
as fast as you can't imagine
Don't stuck you in here

Don't blaming your dreams
They're not wrong
You are wrong
If they don't exist,emerge in your mind

Keep dreaming,you
You're a dreamer
Keep fighting, you don't quit
You're a fighter

-sunshine on room-

Rabu, 30 Juli 2008

What's Wrong with Cooking?

Kak Coks dalam suatu kesempatan, pernah bertanya pada saya. Kenapa chef itu kebanyakan laki-laki. Waktu itu saya menjawab mungkin karena kalau cewek jadi chef sudah biasa. Saya berpikir jawaban yang saya lontarkan dalam sepersekian detik itu agak konyol. Mungkin memang konyol. Tapi segera saya lupa juga akhirnya.

Hingga saya menemukan salah satu jurnal dari buku itu. Buku yang Tya pinjamkan pada saya. Saya hanya mengira, "Hey, maybe this is right answer..."

Mungkin journal dari Marina Silvia ini, penulis buku “Keliling Eropa 6 Bulan Hanya 1.000 Dolar-Jalur Pertemanan”, bisa menjawabnya.

Bersama Fabian, hostnya di Wina, mereka menyiapkan makan malam. Di dapur itulah, saat Fabian sedang asiknya memasak, dia mengatakan pada Marina bahwa di Wina ada resto yang pelanggannya itu membayar sesuka hati dan resto itu malah untung besar. Fabian juga berkata para kokinya itu memasak dengan senang hati karena mereka memasak layaknya di rumah bukan karena sedang jualan. Memasak menjadi kegiatan memberi yang membahagiakan kepada setiap orang, cara memberi yang paling sederhana dan mudah. Lalu, Fabian bertanya pada Marina kenapa dia tidak suka memasak. Dia menjawab bahwa dia selalu menganggap memasak itu sebuah penjajahan pria terhadap wanita. Fabian tertawa, namun Marina lalu berkata lagi bahwa Fabian telah mengubah pandangannya tentang memasak itu.

Yah, mungkin itu satu-satu nya jawaban yang rasional dibanding anggapan-anggapanku.

I don't know..yet. I just thinking.



Minggu, 20 Juli 2008

Mystic River


Bahwa satu langkah, satu peristiwa sekecil apapun, satu tikungan manapun yang kita pilih dalam hidup, sangat mempengaruhi hidup kita selama-lamanya.

Ini dia satu film karya Clint Eastwood yang memukau saya. Thanks Dyn, for telling me this movie and persuade me to watch it!

You ALL better watch by yourself.

The Five People Meet in Heaven


Eddie is a wounded war veteran, an old man who has lived, in his mind, an uninspired life. His job is fixing rides at a seaside amusement park. On his 83rd birthday, a tragic accident kills him as tries to save a little girl from a falling cart. He awakens in the afterlife, where he learns that heaven is not a destination. It's a place where your life is explained to you by five people, some of whom you knew, others who may have been strangers. One by one, from childhood to soldier to old age, Eddie's five people revisit, their connections to him on earth, illuminating the mysteries of his "meaningless" life and revealing the haunting secret behind the eternal question: "What was I here?" (fantasticfiction.co.uk).

Lalu siapakah 5 orang yang ditemui Eddie di surga? Pelajaran dan kisah-kisah apakah yang diceritakan mereka padanya?
Really, buku ini sangat bagus. Cara Mitch Albom berkisah dengan alur-alurnya yang kadang membingungkan tapi membuat kesan cerita lebih dalam. Membuat bukan hanya Eddie yang belajar dari kehidupannya dulu, tapi kita pun ikut menyadari bahwa betapa sedih dan malangnya nasib kita dalam hidup, tetaplah yakin bahwa diri kita dan kehidupan kita itu berharga. Mungkin kita tidak berpikir demikian, tapi orang lain di sekeliling kita. Mereka mungkin tidak mengatakannya langsung, tapi dengan melihat kebahagian merekalah, kita merasa hidup kita berguna bagi orang lain.

Ways To Live Forever


Thanks again to Tya for lending me this book.

1. My name is Sam.

2. I am eleven years old.

3. I collect stories and fantastic facts.

4. I have leukemia.

5. By the time you read this, I will probably be dead.

Living through the final stages of leukemia, Sam collects stories, questions, lists, and pictures that create a profoundly moving portrait of how a boy lives when he knows his time is almost up. (fantasticfiction.co.uk)

Inilah buku yang berkisah tentang kehidupan Sam. Anak laki-laki yang berumur sebelas tahun yang di bulan-bulan terakhirnya dalam hidup, menulis sebuah buku yang berisi pertanyaan, fakta-fakta dan keinginan-keinginannya sebelum mati. Sam bukanlah seorang anak yang cengeng dan bersedih hati memikirkan waktunya yang sebentar lagi habis. Tapi dia berusaha dengan ditemani sahabatnya yang juga kena kanker, Felix, untuk mengisi hari-harinya dengan kegiatan seru dan asyik. Hingga dia meninggal, tanpa dikiranya, semua keinginannya terkabulkan. Buku ini ditulis oleh Sally Nicholls tahun 2008 dan layak untuk dibaca.

Goodbye My Friend

Innalillahi wa inna ilaihi rojiun..
Hari ini tanggal 21 Juli 2008, entah pukul berapa. Teman kami, Yayu Sugjastim telah berpulang ke Rahmatullah. Meninggalkan kenangan dan kisah lama yang pahit dan manis. Teman kami yang penyendiri dan memiliki dunianya sendiri telah pergi selama-lamanya.

Sosok Yey dimata saya merupakan sosok yang introvert. Kadang-kadang kalau kami sedang membicarakan sesuatu, saya tidak bisa mengikuti ekspresi wajahnya. Dan saya lalu memberi saya kesan 'aneh' padanya. Yey sepanjang yang saya tahu selama satu semester di Ilmu Komunikasi, tidak memiliki teman dekat. Maksud saya, dia sepereti terasing begitue. Ndak banyak temannya, ndak banyak yang mengerti apa yang dia pikirkan.

Walaupun begitu, kami semua yang ada di kampus hari ini, langsung mendatangi depan ruang Dekan FISIP. Bukan karena mau ngapain, tapi kami mau menunggu Mamanya Yey supaya bisa sama-sama ke rumah sakit Wahidin, untuk melihat Yey terakhir kalinya. Saya menangis, Resti menangis, mungkin kami semua merasakan penyesalan yang dalam. Karena tidak sempat menjadi teman yang baik untuknya. Isti menelpon dari Gorontalo, dia menangis juga menyesal. Kami betapapun tidak pedulinya pada Yey waktu di kampus, kami akan merasa tenang kalau satu hari melihatnya berkelana keliling kampus sendirian, tenang karena melihatnya baik-baik saja. Masih mengedarkan senyuman khas nya pada kami.

Yey meninggal karena kena leukimia. Sudah satu semester dia tidak masuk kuliah. Saya menjenguknya hanya dua kali selama enam bulan lebih itu. Bayangkan! Dua kali. Hari ini, saat mendapat kabar dia sudah pergi, berbagai macam adegan terputar di kepala saya. Berbagai adegan-adegan yang memperlihatkan dirinya, kondisinya, kesedihannya karena ketidakmampuan dirinya untuk berkumpul bersama kami lagi.

Selamat tinggal, Yey.
We will never forget you, kawan.


Peristiwa ini juga bakalan semakin menguatkan rasa persaudaraan kami se-angkatan.

Selasa, 15 Juli 2008

Grow up, Girl!

Masih saja seperti ini. Sudah beberapa hari ini saya berpikir, merenung. Kalau kata shoutoutku itu "Diggin' inspiration, deep breathin', thinkin' what am I goin' to someday..". Tapi masiiih juga saya berada di kotak ini. Berteriak-teriak minta dikeluarkan. Tapi semua orang terlalu takut, terlalu takut untuk mendengarkan. Percuma sudah. Saya hanya bisa menunggu dari jauh saat itu datang. Bukan mengharapkan seseorang yang berkuda putih menyelamatkan saya. Hanya jika saya sudah siap untuk keluar, dan dia datang disaat itu. Then it will be great for me on my life.
Dan jika saya sudah hendak kabur dari segalanya, pelarian satu-satunya adalah membaca puisi Ajip Rosidi yang ini.

Di suatu tempat,
entah di mana, di dunia
seseorang menunggumu, berdoa
seperti doa yang biasa engkau
ucapkan sehabis sholat


Pada suatu saat, entah apabila, di dunia
seseorang merindukanmu, berjaga-jaga
seperti malam-malammu yang berlalu
sangat lambat

Seseorang menunggu, merindu, berjaga dan berdoa
Di suatu tempat, pada setiap
seperti engkau, selalu...

Ajip Rosidi, Ular dan Kabut, 1972



Then I will be grow..grow up, thinking. Nothing are useless.

Senin, 14 Juli 2008

We Sing, We Dance, We Steal Things


Yuhhui!
Akhirnya album baru Mraz ku available juga on store!!! Walaupun waktu tanggal 19 Mei- tanggal rilis di Indonesia- sempat keliling-keliling Mall di Makassar dan cari CD nya dan belum ada, tapi baguslah karena tadi waktu buka 4shared.com, ternyata albumnya banyak yang upload disitu. Wew, padahal sampai minggu ini, baru 3 tracks yang saya dapat dari albumnya ini. I'm Yours, Butterfly dan Lucky (feat. Colbie Caillat). Jadi langsung deh saya download dari 4shared.





Minggu, 13 Juli 2008

My Favourite Couple on...




Noda Megumi dan Shinichi Chiaki dalam manga Nodame Cantabile

Lyla Novacek dan Louis Connelly dalam film August Rush

Hermione Granger dan Ronald Weasley dalam Harry Potter Sequels

Kang Tae Young dan Han Ki- Ju dalam korean drama Lovers in Paris

Jamie Sullivan dan Landon Carter dalam Walk To Remember
Gwyneth Paltrow dan Chris Martin --> apalagi waktu Chris ciptain Fix You..
Laura Ingalls dan Almanzo Wilder dalam buku Little House on Prairie

Bagaimana dengan kalian?

Casablanca



Film ini seperti kebanyakan film yang saya tonton, dapatnya juga di Rental VCD dekat rumah. And guess what? Walaupun di-VCD kan di Indonesia tahun 2002 (saya tahu dari layar sensornya sebelum filmnya main), film ini ternyata dirilis tahun 1942. Berarti ini termasuk film hitam putih kedua yang saya tonton setelah filmnya Audrey Hepburn.
Info film ini sempat juga saya baca di majalah Cinemagz tahun lalu. Disitu ditulis film ini termasuk The Best lah di dunia.
Yang main tuh Humphrey Bogart, sebagai Richard Blaine atau Rick, sang pemilik cafe terkenal di Casablanca. Pada waktu itu, Jerman dan Inggris lagi perang. Nah, orang-orang yang ingin ke Amerika untuk mendapat tempat yang tenang, kebanyakan transitnya di Casablanca dulu. Jadi singkatnya Casablanca jadi gerbang menuju Amerika. Di sini juga kita bisa dapat izin visa ke sana.
Nah, si Rick ini tiba-tiba dapat tugas begitu dari polisi di Casablanca, sebagai orang yang berpengaruh di Casablanca, Rick diminta untuk tidak memberi surat (semacam surat penting lah untuk izin visa) kepada Victor Laszlo, seorang aktivis yang terkenal karena tulisan-tulisannya yang tajam, yang katanya akan ke Casablanca. Rick akhirnya menyetujui, walaupun bukan kebiasaannya mengurus politik dan orang lain.
Ternyata, ketika si Laszlo ini datang ke Casablanca, Rick terkejut karena si Laszlo ini datang bersama gadis yang dicintainya selama ini, Ilsa Lund. Gadis masa lalunya, the only girl he loved. Disini lah, Rick harus memilih antara permintaan polisi untuk tidak membantu Laszlo dan Ilsa untuk ke Amerika, atau memilih untuk berkorban sekali lagi untuk gadis ini.

Jumat, 11 Juli 2008

Hidup bukan tentang...

Hidup ini bukan tentang mengumpulkan nilai. Bukan tentang berapa banyak orang yang meneleponmu dan juga bukan tentang siapa pacarmu, bekas pacarmu atau orang yang belum kamu pacari. Bukan tentang siapa yang telah kau cium, olahrapa apa yang kau mainkan,atau pemuda atau gadis mana yang menyukaimu. Bukan tentang sepatumu atau rambutmu atau warna kulitmu atau tempat tinggalmu atau sekolahmu. Bahkan,juga bukan tentang nilai-nilai ujianmu,uang, baju, atau perguruan tinggi mana yang menerimamu atau yang tidak menerimamu. Hidup ini bukan tentang apakah kau memiliki banyak teman, atau apakah kau seorang diri,dan bukan tentang apakah kau diterima atau tidak diterima oleh lingkunganmu. Hidup bukanlah tentang itu.
Namun, hidup ini adalah tentang siapa yang kau cintai dan kau sakiti. Tentang bagaimana perasaanmu tentang dirimu sendiri. Tentang kepercayaan, kebahagiaan, dan welas asih. Hidup adalah tentang menghindari rasa cemburu, mengatasi rasa tak peduli,dan membina kepercayaan. Tentang apa yang kau katakan dan yang kau maksudkan. Tentang menghargai orang apa adanya dan bukan karena apa yang dimilikinya. Dan yang terpenting, hidup ini adalah tentang memilih untuk menggunakan hidupmu untuk menyentuh hidup orang lain dengan cara yang tak bisa digantikan dengan cara lain. Hidup adalah tentang pilihan-pilihan itu.

-Katie Leicht, dalam kisahnya di Chicken Soup fnr Teenage Soul-

Very inspiring words.

Hidup bukan tentang...

Hidup ini bukan tentang mengumpulkan nilai. Bukan tentang berapa banyak orang yang meneleponmu dan juga bukan tentang siapa pacarmu, bekas pacarmu atau orang yang belum kamu pacari. Bukan tentang siapa yang telah kau cium, olahrapa apa yang kau mainkan,atau pemuda atau gadis mana yang menyukaimu. Bukan tentang sepatumu atau rambutmu atau warna kulitmu atau tempat tinggalmu atau sekolahmu. Bahkan,juga bukan tentang nilai-nilai ujianmu,uang, baju, atau perguruan tinggi mana yang menerimamu atau yang tidak menerimamu. Hidup ini bukan tentang apakah kau memiliki banyak teman, atau apakah kau seorang diri,dan bukan tentang apakah kau diterima atau tidak diterima oleh lingkunganmu. Hidup bukanlah tentang itu.
Namun, hidup ini adalah tentang siapa yang kau cintai dan kau sakiti. Tentang bagaimana perasaanmu tentang dirimu sendiri. Tentang kepercayaan, kebahagiaan, dan welas asih. Hidup adalah tentang menghindari rasa cemburu, mengatasi rasa tak peduli,dan membina kepercayaan. Tentang apa yang kau katakan dan yang kau maksudkan. Tentang menghargai orang apa adanya dan bukan karena apa yang dimilikinya. Dan yang terpenting, hidup ini adalah tentang memilih untuk menggunakan hidupmu untuk menyentuh hidup orang lain dengan cara yang tak bisa digantikan dengan cara lain. Hidup adalah tentang pilihan-pilihan itu.

-Katie Leicht, dalam kisahnya di Chicken Soup fnr Teenage Soul-

Very inspiring words.

Minggu, 06 Juli 2008

Dikiranya Dia

Kepahitan itu telah mendekam
dalam diri
Aku terlalu sering diingkari,
tak ada lagi ruang untuk mempercayai

-Sunshine on room-

The Remains of The Day


An elderly butler is on a five-day motoring trip through the West Country in the 1950s. The climax of his journey is to be a reunion with his former housekeeper. This 1989 Booker Prize-winner attempts to capture a period in British history and draw a portrait of a man in old age.(fanfiction.co.uk)

Finally I've already read it! Pertama lihat langsung tertarik baca, tapi waktu itu belum cukup uang buat beli. Pas Tya jadi anggota di Bibli dan melihat buku ini untuk kedua kalinya, saya pun menyewa dan membacanya.
This book was shocked me. Saya sama sekali tidak menyangka cara penulisnya-Kazuo Ishiguro- dalam menceritakan dan menciptakan sebuah karakter begini. Satu lagi karakter penulis yang saya dapat. Dia bisa menyelami hingga ke pemikiran-pemikiran terdalam tokoh-tokohnya. Mampu menggambarkan suasana sebuah Hall di Oxfordshire. Benar-benar memahami seluk beluk pelayanan seorang kepal apelayan Inggris yang bermartabat.

Buku ini diterbitkan tahun 1989 dan segera dihargai Booker Prize. Dari buku ini pun terlahir film dengan judul yang sama, dengan pemain watak Anthony Hopkins.

Pantai..Pantai

Kemarin saya pergi ke tanjung Akkarena sekeluarga. Walaupun disana tidak seindah Bali ataupun pantai di pesisir Pulau Sumatera sana, saya tetap bisa bersenang-senang. Melepaskan semua kepenatan yang menyelubungi saat tepekur di rumah selama beberapa hari tak ada kegiatan. Entahlah, kemarin, saat saya membiarkan air pantai merendam seluruh badan, dari kaki hingga kepala, saya merasa tidak ada lagi yang saya butuhkan di dunia ini. Saya begitu menyukai pantai dan air hingga rasanya tak ingin pulang.

Saat waktu makan bekal tiba, saya memilih duduk di tepi pantai. Berhadapan dengan luasnya pantai. Saat itulah saya sadar mengapa orang dulu berpikir ujung pantai adalah ujung dunia, bahwa dunia bentuknya kotak bukannya bulat seperti yang dipikirkan ilmuwan sekarang. Setelah beberapa menit merenung, saya juga sadar bahwa saya tak akan bisa membenci ataupun melupakan kota Makassar. Pengaruh kota ini dalam hidupku selama sembilan belas tahun begitu besar dan intens. Sebesar apapun keinginan saya untuk keluar dari kota ini bahkan negara ini, saya kira tak akan bisa sebelum saya mengenal dan memahami kota ini. Karena bagaimanapun, dari kecil hingga sekarang saya tinggal di sini, saya menjadi saksi atas segala perubahan-perubahan yang terjadi di kota ini selama kurang lebih sembilan belas tahun.

Jadi saya menganggap melihat pantai hingga ke ujung batas dunia merupakan penghiburan yang sangat nyata dan mudah menghilangkan kepenatan. I really want to see all beaches in the world.


Minggu, 29 Juni 2008

The Darjelling Limited



This film was new for me. I haven't heard any news about this film at all. But i watched it, because we can see the weird unique title than can make us curious about this film.

You can say this is comedy and this is funny from its script. But you can say opposite. Honestly, i don't get it what this movie about. But you better watch it.

Anyway, i love its soundtrack! Really vintage and 80's. This film set in India with Owen Wilson and Adrien Brody as its cast.

Century


Mercy and her sister Charity have never questioned their daily routine, each day unfolding exactly as the next. They live at night, sleep during the day and see their widowed father only rarely - their house shrouded in perpetual winter. Then one day, Mercy is woken to find a snowdrop on her pillow. A sign of spring, a subtle hint at a possible different future. A chance meeting with the mysterious Claudius sets her to questioning everything she has ever known - not least the truth behind her mother's death. Bit by bit Mercy traces her parents' story through the past, travelling back to see herself as a young child, silent witness to the dramatic events Claudius himself plays an enormous part in - only when she has pieced together the truth can her world begin to move on. (fantasticfiction.co.uk)

Buku pertama karya Sarah Singleton yang saya baca. Neil Gaiman dapat saingan nih. Imajinasi nya betul-betul dalam dan kelam. Rahasia keluarga Verga yang memiliki bakat alami yang melawan hukum alam. Pokoknya keren. Meskipun di awal-awal agak bingung, terus baca saja karena di bagian tengah sampai akhir kalian tidak bisa menutup bukunya. Coba baca juga Heretic.

My Son


Saya tak tahu apapun tentang film ini. Tapi kalau kalian sudah baca postingan saya tentang film korea sebelum ini yang judulnya My Father, kalian musti nonton film ini juga. Ceritanya hampir sama. Tapi kalau My Father dari sudut pandang si anak laki-laki, film My Son ini dari sudut pandang si ayah. Yang lain persis sama. Ayahnya juga seorang narapidana. Dia tidak pernah melihat dunia luar termasuk anaknya selama 15 tahun. Saat dia diberi kesempatan untuk mengunjungi anaknya selama 1 hari, dia pun memanfaatkan waktu itu sebaik-baiknya untuk membina kembali hubungan yang sempat terputus dengan anaknya.

Film ini punya kelebihan dari endingnya yang sama sekali tidak disangka-sangka. Really, I'm serious! Kalian wajib nonton film sedih ini. Tapi kalian pun juga musti berpikir kalau nonton film ini. Meskipun alurnya agak pelan, tapi terbalas pada endingnya.

Jumat, 27 Juni 2008

SiapaSaiiankSapa

PapiSaiiankMami.IbuSaiiankAnak.KakekSaiiankNenek.RanggaSaiiankCinta.RomeoSaiiankJuliet.JackSaiiankRose.MyFatherSaiiankMySon.FoggSaiiankLeeAndChildrenOfHuangZhi. SaiiaSaiiankSapa.SapaSaiiankSaiia.

There's so many people LOVE me. LOVE is all around me. Thank GOD for always giving me that GIFT. You always right beside me when everybody's GONE. Really thank.

Selasa, 24 Juni 2008

Who's there in front of my house..?

Sudah dua minggu ini laki-laki itu berjalan tak tentu arah di sepanjang jalan Telegrap 5. Kadang menghilang entah dimana, namun sesaat kemudian dengan tiba-tiba dia muncul lagi. Laki-laki itu berumur paruh baya, pakaiannya kotor, badannya masih kuat, tapi pandangannya menerawang dan kebingungan. Saya seperti semua orang-orang, memanggilnya dengan sebutan orang gila.

Saya tentu tak akan mempermasalahkan kehadirannya jika dia tidak duduk-duduk di depan rumah saya seperti yang dia lakukan hari ini dan kemarin. Kehadiran orang gila itu menimbulkan rasa takut dan was-was bukan hanya pada saya, tapi Mami dan adik-adikku juga. Sehingga kami tidak bebas lagi untuk keluar rumah.

Tapi hari ini saya terkejut melihat Mami memberinya makan! Sarapan dan makan siang pula. What's wrong to her fear anyway? Don't make any sense for me.

Laki-laki itu masih sebuah misteri bagi saya. Mami bilang dia sebenarnya tidak gila. Kalau begitu apa yang terjadi padanya? Mana keluarganya? Dimana tempat tinggalnya? Sungguh kawan, beyond my fears, there's a desire to know about that guy.

Senin, 23 Juni 2008

It must have not so easy..

Masih bulan Juni yang masih panjang...
Di buku Coraline,ada bagian yang paling saya sukai. Sewaktu Coraline mencari jiwa anak ketiga, dia bertemu dengan Mr. Bobo yang lain yang mengajak Coraline untuk tinggal bersama ibu yang lain. Coraline menolak. Mr. Bobo yang lain itu lalu membujuknya dengan berkata bahwa disini, Ibumu yang lain akan memberikan apapun yang kau inginkan. Menyediakan apapun yang kau butuhkan. Coraline lalu berkata, "Aku tidak ingin mendapatkan semua apa yang aku kehendaki! Kalau aku mendapatkannya, setelah itu apa?"

Baru-baru ini saya juga memikirkan hal yang hampir sama. Saat pulsa habis, tanpa disangka-sangka Papi datang menawarkan uang pulsa (hal yang langka,mengingat saya lah yang biasanya mengemis minta pulsa). Tapi sewaktu membelinya, saya merasa, entahlah,ada yang salah. Ini terlalu mudah, terlalu gampang. Saya benci jika semua yang saya inginkan, kejadiannya terlalu mudah. Entahlah, saya tidak terbiasa saja. Mestinya, semua permintaan, keinginan, harapan, semestinya, butuh usaha, waktu dan kesabaran untuk menjadikannya kenyataan. Bagaimana menurutmu, Kawan?

Minggu, 22 Juni 2008

Coraline

Buku ini pinjaman dari Tya lagi. Salah satu kisah fantasi karya Neil Gaiman. Ceritanya seru, menakutkan, menegangkan dan seru. Mengikuti petualangan Coraline di flat yang ditempatinya bersama kedua orangtuanya. Saat membuka pintu keempat belas di flatnya dan memasukinya, tanpa sadar petualangan dan penjelajahannya pun dimulai. Dia bertemu dengan Ibu yang lain, Ayah yang lain, tetangga-tetangga nya yang lain, kucing yang bisa bicara, mainan-mainan yang bisa bergerak, nyawa anak-anak dan orangtuanya (yang asli) yang terperangkap. Hanya Coraline dengan kecerdikan, kebijaksanaan dan kecerdasannya mampu mengalahkan Ibu yang lain nya, yang membuat keadaan seperti itu.

My Father



Liburan kali ini, saya menghabiskan waktu di rumah dengan menonton banyak film dan membaca buku. Kemarin ketika Tya membawa koleksi DVD film koreanya, saya meminjam dua. Salah satunya film ini, judulnya My Father.

Tapi ternyata di rumah belum punya DVD player (fakta yang membuat miris) jadi saya terpaksa numpang nonton di rumahnya Emma chan, sekalian bernostalgia dan curhat-curhatan.

Kembali ke film. Pengetahuan tentang film korea saya kurang. Saya hanya tahu film korea yang diputar di tv saja, such as : Princess Hours, Full House, Jang Geum, My Girl pokoknya yang diputar di televisi! Dan dari film yang sudah diputar di Indosiar itu yang paling saya suka film yang judulnya Lovers in Paris. Maka dari itu melihat film ini bagi saya masih terasa asing. Apalagi pemainnya!

My Father.
Film ini diangkat dari kisah nyata yang sempat menggemparkan Korea Selatan. Bercerita tentang James Parker (Daniel Henney) yang berangkat ke Korea untuk mencari his birth father. Dia salah satu dari sekian anak yang diadopsi oleh keluarga Amerika Serikat. Jadi pas sudah dewasa keinginan untuk mencari tahu siapa orangtua kandungnya membayanginya terus. Dengan bermodalkan sebagai tentara yang ditugaskan disana, James akhirnya berusaha mencari ayahnya. Pertama dia masuk di sebuah acara TV Korea, semacam acara mencari orang begitu. Nah beberapa hari kemudian, James kemudian dapat kabar kalau seorang Pastur mengenal ayahnya dan hari itu juga dia akan mempertemukannya dengan ayahnya.
Tanpa disangka James, ayahnya ternyata adalah seorang penjahat. Ayahnya malah sudah dijatuhi hukuman mati berkenaan dengan kasus pembunuhan. James mulanya terkejut dan tidak dapat menerimanya. Dia pun berusaha mengadakan petisi di jalanan dalam rangka mencari dukungan untuk menolak hukuman mati yang menurutnya tidak sesuai dengan hak asasi manusia.
Film ini mengharuskan kita untuk mengikuti ceritanya hingga selesai. Misteri film ini akan diketahui saat film berakhir. Benar-benar akan ketahuan cerita sebenarnya kalau film ini sudah habis. Well, bagi yang suka sedih apalagi menangis saat nonton film, asal tau saja, film ini jenis film yang akan membuatmu menangis kayak anak kecil. Apalagi pas adegan terakhirnya, saat James mengatakan pada ayahnya (yang ternyata melalui tes DNA, ketahuan dia bukanlah ayah kandung sesungguhnya), “Abuchi… saranghamida!”.
Inti cerita dan pesan dari film ini, "Bisa jadi bukan darah yang menjadikanmu dengan seseorang itu keluarga. Pertalian darah bukan segalanya kalau kita memang sudah punya kasih sayang kepada seseorang- maka itulah keluargamu". Seperti tagline film ini. No matter what, but you're still my father.