Tampilkan postingan dengan label ceritaku.... Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ceritaku.... Tampilkan semua postingan

Kamis, 26 Januari 2012

English yang Demikian Urgent

Otak ini sudah sedemikian berkarat karena tak pernah lagi dipakai speaking English day by day. Pas Bos minta saya bertelepon dengan kliennya di UK sana, maka speechless lah saya.

Ditambah lagi saya kurang mengerti dengan dunia internet marketing pada level advance, maka makin speechless lah saya.

Yang terngiang-ngiang di kepala setelah percakapan dengan klien Bos dari iprospect-UK tadi cuma, "Saya harap saya bisa berbicara dengan seseorang yang lebih mampu berbicara (in English tentunya) dengan saya nanti, kau tahu, berkomunikasi..."

mengatakannya pada mahasiswa lulusan ilmu komunikasi seperti saya, membuat hal itu semakin...well, you know, shocking.

walaupun begitu, dari segi prestasi, (ya, saya masih bisa melihat sisi positifnya) saya tadi bisa menjawab beberapa pertanyaan, dengan Bos mendampingi saya. Saya lebih bisa disebut translator dibanding jadi pembicara.

Padahal Bos sudah membekali saya dengan beberapa hal. Tapi, tak ada satupun yang ditanyakan Mark someone itu.

Well, I thought, yah, saya tidak bisa memenuhi harapan Bos untuk bisa berkomunikasi aktif dengan kliennya tadi. Walaupun begitu, proyek itu tetap bisa berjalan, sebab Bos lebih aktif ber G-talk dengan assistant Mark someone itu. Jadi jawaban-jawaban saya hanya sebagai pendukung dari jawaban Bos yang meyakinkan sebelumnya.

Jadi, yaah, pesan moralnya, kalian, siapapun yang membaca ini, if you want to go international, learn English! There's no choice. Hanya itu. Suka, tidak suka. Kalian harus bisa berbahasa Inggris. Pekerjaan apapun yang kalian impikan, pasti bisa kalian raih asal bisa berbahasa Inggris.



Love,
Sunshine

Jumat, 09 Desember 2011

Ultra Disc Man

Suatu Kamis pada 2008

Di Ultra Disc ada lelaki yang menarik perhatianku...
Saya tidak tahu namanya. Dia pegawai di rental VCD/DVD disitu. Dia agak cakep dan kulitnya putih. Dia mengingat saya sebagai pelanggan film yang sering sekali datang. Maklum, seminggu, saya bisa sampai tiga kali kesana. Tapi bisa juga dalam sebulan hampir tak pernah muncul.

Suatu kali dia pernah bertanya apa saya bisa Bahasa Arab. Saya jawab, tidak. Dia bilang, dia punya sesuatu dalam bahasa Arab untuk diterjemahkan. Saya bilang lagi, saya tidak bisa membantu.

Sepanjang perjalanan pulang, saya bertanya-tanya kenapa dia berpikir saya bisa berbahasa Arab. Apa karena saya pakai jilbab? Trus kenapa kalau saya pakai jilbab? Atau mungkin karena wajahku terlihat seperti punya keturunan Arab?

Saya sudah tahu hari shift-nya: Kamis malam. Jadi saat itu, hari Kamis pukul 8 malam, saya bertandang ke Ultra Disc sekalian mengembalikan kaset sewaan- waktu itu saya menyewa Mamma Mia The Movie dan Fargo. Sampai disana, saya tidak melihatnya di meja kasir seperti biasanya. Sempat kecewa, saya pun melihat-lihat jajaran film NEW RELEASE. Tidak beberapa lama saya melihat lelaki itu tengah mengatur-atur kaset film berdasarkan judulnya. Kemudian dia melihatku dan saya melihatnya melihatku. Kami bertemu mata dan saling mengangguk. Hanya itu.

Saat itu, saya ingin sekali dia menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat dan menggantikan temannya di meja kasir.

Setelah selesai, saya pun melangkah pergi. Tepat saat saya memegang pintu untuk keluar, saya mendengar suara kaset-kaset berjatuhan. Ternyata dia menjatuhkan kaset yang dia bereskan. Apakah perhatiannya teralihkan oleh kepergianku atau tidak, itu masih jadi misteri hingga sekarang. Hanya saja saat itu, entah kenapa, saya geli sendiri melihat wajahnya yang tertangkap basah olehku.



Love,
Sunshine

Kamis, 08 Desember 2011

Ayu

Ayu.
Akhir-akhir ini setiap kali menginjakkan kaki di depan jurusan Ilmu Komunikasi, pasti, sosok gadis kecil manis ini selalu kelihatan. Namanya Ayu. Dia anaknya Bu Ida, salah satu staf jurusan yang baik hati. Ayu awalnya susaaah sekali didekati. Tapi belakangan dia sudah merasa nyaman dengan mahasiswa/i yang selalu nongkrong depan jurusan. Termasuk saya.

And this is her. and me. in some pictures we've taken.

cute


senyum

malu-malu

pegang pipi

Love,
Sunshine

Selasa, 07 Juni 2011

'Apa Saja' Pasti Murah

Buat kalian yang sudah kerja, punya usaha bisnis atau profesional muda dan juga pake Indosat; Mentari, IM3 atau Star One. Well, this posting is for you, guys.

Pas KKN kemarin, beberapa teman yang beda provider dengan saya protes dan menyarankan saya ganti kartu saja dengan provider sama dengan yang dia punya supaya murah kalau komunikasi, tapi saya tidak mau. Toh menurutku, IM3 mi yang paling murah.

Rasanya kalau pake Indosat apalagi IM3, kemana-mana dan bikin apa saja pasti murah. Mau sesama Indosat atau ke operator lain, pasti murah. Mau menelpon, SMS, apalagi internetan, pasti murah. Itu kesanku selama setahun lebih pake Indosat. Provider lain rasanya tidak begitu.

Apalagi sekarang ada lagi paketnya Indosat yang baru-baru ini di launching pas akhir Mei kemarin di Jakarta, namanya Indosat Mobile.


Jadi, paket Indosat Mobile ini punya beberapa inovasi, termasuk bebas cari dan pilih nomer sendiri. Selain itu, buat yang mau 'apa saja' murah, kita bisa pilih paket Harian, Mingguan atau Bulanan. Pilih sendiri paketnya dari harga 2ribu yang Harian sampai paket Bulanan 50ribu. Tinggal daftar saja di *888# atau langsung ke Galeri Indosat dekat rumah. Nah, kalau sudah terdaftar, kita sudah bisa menelpon, SMS, internetan kemana-mana, lebih murah lagi.

Tambahan lagi dari paket Indosat Mobile ini, buat yang sudah pake Blackberry, ada diskon 50% kalau langganan full service sampai Desember 2011. *Kalau saya sih bukan Blackberry user*

Nah, Indosat Mobile ini sudah pasti cocok untuk memenuhi kebutuhan komunikasi dan informasi bagi kalian  yang sudah punya pekerjaan, usaha bisnis dan semacamnya. Mereka yang setiap saat berhubungan dengan rekan bisnis, maupun rekan sesama kantor. Sebab, Indosat itu, bukan cuma sinyalnya kuat tapi juga tarifnya murah ke operator lain. Jadi ndak masalah kalau menelpon kemana pun, kan?

Sudah ada Indosat Mobile. Artinya kalau mau telpon, SMS apalagi internetan sudah tambah murah. Asik. Asik. :D


Love,
Sunshine

Rabu, 09 Maret 2011

His Stupidity

Entah persisnya tanggal berapa, tapi ini salah satu obrolan saya dengan Bwave saat dia di Jogja yang, menurut saya, paling ongol sepanjang masa.

Saya : "Ada apa di kulkas?"
Bwave : "Cuma ada....telur"
Saya : "Nda bisako makan telur."
Bwave : "Maumi diapa?"
Saya : "Cari makan diluar mko..."
Bwave : "Hematka'..."
Saya : "Saya kira murah ji makanan di sana."
Bwave : " ......"

Bwave : "Bagaimana caranya masak telur?"
Saya : "Tergantung. Mau didadar atau diceplok?"
Bwave : "Bagaimana kalau dadar?"
Saya : "Telurnya dikocok, dikupaskan bawang merah, daun bawang, garam. Kalau diceplok, langsung saja dikasih turun telurnya di wajan.."
Bwave : "Yang gampang mo deh,..."

Kemudian...

Bwave : "Astagaaa, ko nda bilang sedikitji minyaknya..."
Saya : "Ya ampun, saya kira ko tau ji.."
Bwave : "Deh, mengapung mi telurnya..."
Saya : *membayangkan*
Bwave : "Sudahmi, telanjur..."
Saya : "Kasikan garam atau kecap supaya enak..."
Bwave : "...."

Tidak lama...

Bwave : "Astagaa, hitam ki telurnya..."
Saya : "Kenapa bisa?"
Bwave : "Kapankah dikasikan kecap?"
Saya : *loading*
"Jangko bilang mu kasikan kecap di wajannya!
Bwave : "Iyo..."
Saya : "Astagaa, kita' itu diangkat dulu telurnya ke piring baru dikasi kecap..."
Bwave : "Sudahmi, telanjur. Biarmi begini..."
Saya : *tertawa sampai sakit perut*
"Hahaha, yang penting hidup, dii...?"
Bwave : "Iyo..."
Saya : *masih tertawa*
Bwave : "Sudahmi pade nah, mau ka makan..."
Saya : "Oke.."


FIN

Sabtu, 29 Januari 2011

#jengukAchie yang Gagal?

Oke. Ini cerita hari ini.

Achie Nashtasya, salah satu anggota keluarga Calisto7, telah melahirkan anak laki-laki pertamanya, Fathir, 26 Januari kemarin. Berhubung keuangan sedang sekarat dan hampir mampus, pas anak-anak menjenguk 27 Januari nya, saya tidak ikut. Ya, benar. Alasannya tidak punya ongkos dan pulsa.
*apa yang lebih buruk dari itu, coba?*

Akhirnya setelah janjian dengan anak Calisto7 lain di Twitterland, saya berhasil mengajak Tya, Muthe dan Tri Ayu. Belakangan, Nita, Nendenk dan Nita juga ikut menjenguk. Kita janjian jam 3 di MP.

Saya memutar otak. Bagaimana saya menjenguk Achie di RS. Budi Mulia itu, dengan bermodalkan 6ribu rupiah?

Rencana pun tersusun.

Maka tadi pagi, saya bangun lebih awal dari biasanya. Setelah membersihkan rumah, saya pun bersiap-siap pergi. Saya rencana nebeng mobilnya Papi ke rumah Tya karena dari sana sudah dekat dari MP. *at least kalau nebeng sama Papi, tidak keluar ongkos lagi ke rumah Tya*

Pas jam 3, saya dan Tya bersiap berangkat dan alhamdulillah kita diantar pake mobil ke MP. It means, no cost to MP. *selamat*
Setelah bertemu dengan semuanya, kita menuju RS. Budi Mulia sama-sama, kesanan kita naik mobilnya Muthe. And it means, no cost to there. *dua kali selamat*

Tapi tahukah kalian, sampai di sana?
Saya bertanya ke Perawat  : "Mbak, ruang Pakis dimana ya?"
Perawat : "Oh, disana, belok kiri, ujung.."
Saya : "Makasih.."

Saya pun berjalan menuju penunjuk arah perawat tadi. Pas sampe depan pintu, saya ketuk. Tak ada jawaban. Ketuk lagi. Masih tak ada. Kemudian saya membuka pintunya. Terkunci. Damn!

Saya : "Weeh, teman, terkunci pintunya.." *firasat tidak enak*
Perawat tadi kemudian melihat saya di depan kamar Pakis sama anak-anak yang lain mengerubungi. Dia pun mencoba membuka pintunya namun tetap terkunci. Lalu dia bilang begini, "Ooh, sudah keluar tadi pagi.."
Saya :"Tadi pagi?"
Perawat : "Iya.."

Kami pun hanya manggut-manggut dan keluar berderet rapi dari rumah sakit. Mencoba menghubungi Achie tapi tidak nyambung. Kami pun pulang. Saya kembali ke rumah Tya.

Setelah Achie di sms, dia membalas bahwa dia sudah ada di rumahnya. Tadi pagi dia sudah keluar. Mestinya kita memang mengirim dari kemarin kan, supaya tahu.

Oke, sampai di rumah Tya, Muthe turun sebentar liat-liat koleksi DVD. Saya menelpon Papi berharap dijemput, tapi ternyata Papi sudah di rumah. Jadi terpaksa dengan modal 6ribu itulah saya harus pake pulang naik pete-pete sendiri.

Saya : "Mut, nebeng nah sampai ambil Daya.."
Muthe: "Sip!"

Setelah singgah di Candy beli kue, *Muthe yang beli bukan saya*, kami pun pulang. Tapi, Muthe bilang bersedia mengantar sampai depan Telkomas!! Jadi saya tinggal naik ojek saja, and it means, it costs only 2ribu!

Dan alhamdulillah, saya sudah di rumah, selamat, dan bawa oleh-oleh cakes Candy. :)

Alhamdulillah...
:)


Love,
Sunshine

Kamis, 27 Januari 2011

a year ago

Tidak berniat untuk mengenang masa lalu. Tadi kebetulan saya ingat ulang tahun saya seminggu lagi. Dan kalau ingat hal itu, saya jadi ingat 'how did I celebrate my birthday a year ago?'-- yang ujung-ujungnya ingat Mas Jek lagi. :(

Setahun yang lalu dia mengirim sms begini ke Corby:
"Oh iya, selamat ya, besok mau diajak jalan-jalan kemana?"

Ugh, dan setahun yang lalu, dengan naif saya menolak ajakan Mas Jek, karena berharap Bwave akan mengajak jalan saya juga, entah kemana, meskipun dia tidak janji, saya memang cuma berharap, bagaimanapun 2 Februari itu kan hari ulang tahunku.

Somehow, saya me-reply dengan, "Ndak usah, Mas...blablabla"
*sudah tidak ingat*

Dan tadaa!! Harapan yang berujung kekecewaan.
*tidak mau mengungkit-ungkit lagi*

The point is, saya masih juga curious dengan 'kira-kira kalau saya jadi jalan-jalan sama Mas Jek hari itu', akankah hari itu jadi kenangan ulang tahun yang tak terlupakan? Kenangan hari ulang tahun sehari bersama Mas Jek?

I miss you, Mas.
When will I see you again?



Love,
Sunshine

Jumat, 21 Januari 2011

#Scriptsweet

Akhirnya, ini semester akhir (Insya Allah) jadi mahasiswa Komunikasi Unhas. Awal tahun ini, saya sudah siap-siap menyusun skripsi dan KKN. Sarjana Ilmu Komunikasi, menjadi resolusi no.1 yang harus saya tanggung.

Jadi, setelah bertemu dengan PA- Pembimbing Akademik- saya disarankan dan diminta untuk meneliti tentang pengaruh iklan terhadap tindakan membeli masyarakat kota Makassar (alternatif judul no.3). Penelitian kuantitatif, means survai, means kuesioner dan analisis efek. Terkesan kerjaan public relations dan pemasaran, padahal saya mengambil prodi jurnalistik di Komunikasi. But, it's okay. :)

Saya tidak mau memikirkan sisi 'sulit' dan 'negatif' nya. Apapun judul penelitiannya, saya harus tetap maju dan melangkah.

Alhamdulillah, disaat-saat seperti ini, saat penyusunan skripsi seperti ini, saya seperti dimudahkan. Kemarin, saya sempat stress dan panik memikirkan tentang buku-buku pegangan yang akan saya jadikan referensi untuk penyusunan skripsi. Mengingat, koleksi buku teks saya sedikit dan modal beli juga tidak memadai. Dimana saya bisa dapat buku pinjaman? Pinjam di dosen; ah, rasanya tidak enak. Senior-senior? Tapi senior siapa? Rata-rata mereka juga sibuk dengan urusan penelitian mereka yang belum kelar. Mungkin mereka punya, tapi itu jadi alternatif terakhir. Pikirku, cuma perpustakaan lah satu-satunya harapan.

Sampai tadi sore. Saya, Dini, Tya dan Anita iseng main-main ke Biblioholic-Inninawa di BTN Bung Permai. Setelah pulang dari rumah sakit menjenguk Kak Sophian, kami pun sampai kesana disambut baik oleh Kak Aan.


Dan inilah buku-buku yang saya dapat dari 'merampok' disana. Kami puas dan bersyukur sekali, bisa pinjam beberapa buku teks yang terkait dengan penelitian kami.


Pesan saya khususnya buat adik-adik semester awal. Jangan malas membaca. Jangan contohi kakak senior seperti saya: baru mau membaca buku teks pas skripsi. SALAH BESAR itu. Saya baru menyesal sekarang. Pokoknya belajar baik-baik. Semua bacaan yang bermanfaat pasti berguna suatu saat.


Love,
Sunshine

Selasa, 18 Januari 2011

Nenek Indo'

Nenek Indo' and me when Ied Fitri 2010. :)


Sore ini saat pulang dari kampus, saat ojek yang saya naiki berbelok ke jalan Telegrap 5, saya terkejut melihat sosok yang saya kenal berjalan sendiri. Saya lalu meminta agar diturunkan disitu.

Yang berjalan sendiri sambil memakai daster batik merah muda itu, Nenek Indo'. Ibunya Nenek. Neneknya Mami. Nenek Buyutku.

Saya menghampirinya, bertanya padanya dengan suara agak tinggi, karena pendengarannya agak terganggu.
"Mauki' beli apa?" saya bertanya karena dia hendak ke arah warung terdekat.
"Rokok.." dia menjawab.
"Mana uangta'? Sini saya belikan ki'.."
Dia memberiku uang seribuan, dan saya pergi ke warung itu, membawakannya sebatang rokok. Dia nampak tidak puas.
"Berapa uangku tadi?"
"Seribu.."
"Satu ji?"
"Iye, seribu satu!"
"Tambah pade..."

Dia lalu memberiku selembar lima ribuan. Saya kembali ke warung,membawakannya 8 batang rokok. Saat menyerahkannya kembali, dia puas, mengantongi semua rokok itu ke kantong daster nya dan berjalan pulang.

Seandainya dia mengijinkan saya menggendongnya, saya gendong dia pulang ke rumah. Tubuhnya kecil dan ringkih, seakan-akan tertiup angin saja jatuh. Jalannya pelan sekali, saya sudah lima langkah ke depan, dia ketinggalan jauh di belakang.
Saya memutuskan untuk mengikuti langkahnya dan mengajaknya mengobrol.
"Siapa di rumah, Nek?"
"Tidak ada anak-anak di rumah...,"
"Kemana?"
"Pergi sama Ibu nya semua.., singgah mki"

Ya Allah, ternyata ini Nenekku, tidak kenal sama saya. Dia menyangka saya ini orang lain yang kebetulan lewat dan mengenalnya dan ingin ke rumah. Bukan cucunya yang selama ini tinggal seatap dengannya. Oh Tuhan...

Nenek Indo' sudah 100 tahun umurnya. Beliau sudah renta tapi masih kuat bekerja rumah juga. Dia tinggal di rumahku sejak Ramadhan kemarin hingga sekarang. Keluarga kami yang mengurusnya.

Entahlah, saya hanya ingin menulis tentang Nenek Indo'.


Thanks for stopping by and read!
Love,
Sunshine

Selasa, 11 Januari 2011

Trans Studio dan Keluarga AstaMedia Grup


Hari ini alhamdulillah, for the first time, saya berkunjung ke Trans Studio!

Dalam rangka liburan keluarga besar AstaMedia Grup, Bos mengajak semua karyawan dan staff untuk berlibur ke Trans Studio. Maka kami pun, tanpa menghiraukan hujan yang terus mengguyur Makassar, bersama-sama ke Trans Studio di daerah Tanjung Bunga.

Saya sudah lama mendengar Trans Studio tanpa pernah ada niat, keinginan ataupun rencana kesana. Saya tahu TS terkenal seantero Indonesia bahkan mungkin di dunia, ya? Saya tahu TS itu wahana bermain indoor terbesar di dunia. Saya tahu, banyak sekali orang bela-bela ke Makassar hanya untuk mengunjungi wisata bermain ini. Saya sudah cukup mendengar nama besar Trans Studio. Namun tak pernah kesana.

Dan hari ini, setelah kurang lebih setahun sejak TS ada di Makassar, baru lah kali ini saya kesana. Bukan bersama keluarga, pacar ataupun teman-teman kuliah. Tapi bersama teman-teman kantor!

Ini wahana-wahana yang saya nikmati:
1. Putar Petir 2x
2. Dunia Lain
3. Magic Thunder Coaster 2x
4. Dragon Tower
5. Spongebob 4D
5. Jelajah
6. Sepeda Terbang
7. Hollywood Bumper City 6x
8. Angin Puting Beliung



Ha! Walaupun cukup membuat mual, pusing dan membuat tenggorokan sakit saking seringnya teriak-teriak, but overall, that was REALLY fun! Dan mungkin yang paling bikin hepi lagi adalah karna semua treat dari Bos1 Alhamdulillah, alhamdulillah.

I told you, pasti saya bakalan ke Trans Studio suatu hari nanti. Dan hari inilah hari itu!!

Thanks for stopping by and read!
Love,
Sunshine
:D

Senin, 03 Januari 2011

A Place I called 'Kantor'

1st Anniversary AstaMedia Group Staff . At Bloggers Cafe.


Mungkin benar. Saya menulis ini sebagai pengingat bahwa saya sudah setahun bekerja disana...

Desember 2009, seiring dengan pergantian kepengurusan Kosmik periode 2008/2009 ke 2009/2010, saya tidak mendapat jabatan apapun di kepengurusan. I feel a little awkward for that circumstances, tapi saya pulih dengan cepat. Toh, akhirnya saya jugalah yang berada disisi teman-temanku, kapanpun mereka membutuhkan saya.

Saat itu, Ayu, one of my sister, menawarkan saya pekerjaan part-time. Tanpa ba bi bu, saya langsung mengiyakan, mengingat saya pasti tidak akan terlalu sibuk setelah tahu saya tidak mengurus Kosmik.

Tempat kerjanya itu di Bloggers Cafe lantai 2. Bloggers Cafe saat itu jadi salah satu tempat nongkrong yang sedang hip. Banyak pengunjung dan selalu rame tiap hari. Sekarang, AstaMedia Group sudah berkantor di kompleks BTP, Makassar.

AstaMedia Group. Itu nama perusahaannya.

AstaMedia Group is the holding company from several offline and online companies which is focused on internet marketing, blog advertising and search engine optimization services. AstaMedia Group was established on January 26, 2009 in Makassar and occupies the central office in Tamalanrea region. AstaMedia Group was founded by Asri Tadda, winner of two Independent Young Entrepreneur Competition (Lomba Wirausaha Muda Mandiri) 2008.

Kalau saya ingat-ingat lagi, kantorku itu sudah banyak mengumpulkan kenangan. Terutama kenangan saat masih sama-sama Bwave. Saat selalu pulang malam dari kantor, diantar pulang, dsb. Pas dapat beasiswa ke Amerika program IELSP, wifi nya kantor sangat berjasa mengirim email kesana kemari tiap hari.

dan mungkin yang paling penting, kantor sudah memberi saya keluarga baru.

Sabtu, 01 Januari 2011

Entering 2011



Happy New Year semuanya!

Sudah 2011. Hari ini, 01-01-2011. 1111. Hari baru, semangat baru, semoga kita juga jadi pribadi baru yang lebih baik.

Ini beberapa yang ingin saya capai di tahun ini:
  1. WISUDA. Graduation. Meraih gelar sarjana. Dengan niat membalas hutang budi orangtua yang sudah setengah mati membiayai sekolahku dari TK-SD-SMP-SMA hingga kuliah.
  2. Dapat KERJAAN yang layak. At least, kalau belum dapat juga, saya bisa konsentrasi urus usaha online shop dan tetap part time di Astamedia.
  3. Or, I will continue my Master degree out of Makassar. Syukur-syukur dapat beasiswa keluar negeri.
  4. Menabung.
Yeah, that's it.
Itu rencana utama untuk tahun ini. Lebih dan kurangnya, saya akan tambahkan seiring perjalanan setahun kedepan ini. Mudah-mudahan Allah mengizinkan. Amin. Amin.

Love,
Sunshine

Jumat, 31 Desember 2010

Leaving 2010

Sore ini, saat memulai tulisan ini, ada banyak hal sebenarnya yang ingin saya bagi. Ada beberapa hal yang dari kemarin ingin saya tulis, tapi lalu diurungkan. Hari terakhir 2010 terlalu berharga untuk dipenuhi dengan kesedihan dan kesepian.

Setelah kemarin batal liburan ke Malino bersama teman-teman Calisto, dari pagi saya merasa seperti mati suri. Semangat hilang, gairah lenyap. Padahal ini hari akhir tahun 2010! Saya menyalahkan banyak hal, menyesalkan banyak orang yang membuat sepi dan salah makin terasa. I hate those feelings, actually, but I couldn't help it. :(

Kemudian saya menemani adek-adek ku nonton DVD Harry Potter and The Prisoner of Azkaban dan sepi pun sedikit berkurang. Saya lalu memantau status teman-teman di Twitter and feel more envy. I wish I was there, having fun with them. Tapi, jika sekarang saya disana, saya tidak akan menulis ini, kan? So, let them be happy with their own way and I'll go happy with mine, okay?

Ayo, kita ingat-ingat lagi apa yang sudah kita raih setahun yang lalu, jadikan acuan untuk bisa lebih baik lagi di tahun mendatang yang tinggal beberapa jam lagi.

Here are some noted incidents of my 2010:

2010
  1. Teman-teman memulai dengan membersihkan KORPS KOSMIK di awal kepengurusan mereka-2009-2010.
  2. Muh. Yusuf menjadi Ketua Korps. Brainwave menjabat sebagai Wasop, Taufiq sebagai Wakil Ketua, Romi Handrian menjabat Rembang, Icha dan Tya bagian Sekretaris, Resty dan Ulfah di Bendahara, Tri Ayu dan Leila Fitriyani masing-masing sebagai Internal dan Eksternal, Kudra sebagai Biro Umum membawahi Aco dan Sigit di GCC dan Comgastra, Trio KIFO; Rakhmawaty La’lang sebagai Manajer membawahi KINE yang dipegang oleh Dini Imanwaty dan FOTO oleh Fery Rahmat. Yuga menjadi Pemimpin Biro Penerbitan Baruga. Junarti Canseria, Era, memegang biro Broadcast dan Muh. Yusuf Randy memegang Biro Gradient. Marthinus menjabat sebagai Koordinator Biro KPP dan Riska Khaerunisya menjadi koordinator biro CSC. Terakhir, Ahmad Yani memegang biro CCC dan Ayudia Syulmerini menjadi koordinator KPPR. Setahun kedepan mereka lah yang mengurusi dan menjalankan Kosmik-Korps Mahasiswa Ilmu Komunikasi- kebanggaan kami.
  3. I’m no longer with Brainwave on February.
  4. Nonton bareng anak-anak Komunikasi film 3 IDIOT di M’TOS. Selanjutnya, saya menulis review nya, memasangnya di mading KIFO dan banyak senior yang memuji tulisanku.
  5. Ke Jakarta-pelaksanaan Pre-Departure Orientation sebelum ke Amerika dan wawancara VISA. Bertemu pertama kali dengan 19 orang yang nantinya menjadi keluargaku di Tucson, Arizona, daerah penempatanku disana.
  6. Produksi film ALIGUKA- karya Forfilm, skenario ditulis oleh Kak M. Aan Mansyur dan Kak Arman Dewarti sebagai sutradaranya. Oleh Produser, Bang Alem Febri Sonni, saya dan Dini ditugaskan menjadi penanggungjawab Tata Rias. Kami bekerjasama dengan lebih dari 20-an kru lain dengan jobdesc yang berbeda-beda. Pengalaman produksi film disela-sela jadwal kuliah yang padat dan tugas menumpuk selama 10 hari. Pulang tengah malam dengan kelelahan luarbiasa. Tapi benar-benar sepadan dengan hasilnya.
  7. Pemutaran hari I- Launching film ALIGUKA- di Graha Pena Lt.2. Saya mengundang Papi untuk hadir sebagai undangan. Saya, Dini, Kak Imam sama Rezkiani, di ticketing selama dua hari pemutaran.
  8. Review filmku, Alangkah Lucunya Negeri Ini, dimuat di Fajar bulan Mei.
  9. Menjelang keberangkatan ke Amerika, berat badanku menurun drastis. Setelah seminggu demam di rumah, saya pun dirawat inap di Grestelina. Saya keluar, 3 hari sebelum keberangkatan.
  10. Juni-Agustus saya di Tucson, Arizona, US. Saya kursus singkat English di CESL-Centre of English as A Second Languange, di University of Arizona. Bersama 18 teman dari Indonesia. Ini menjadi pengalaman seumur hidup yang tidak terlupakan hingga sekarang. Membayangkan saya ke Grand Canyon saja tidak pernah! Ini disebut keajaiban.
  11. Meanwhile saya disana, SOLD OUT SHOP-SOS- terealisasi. SOS merupakan usaha online shop saya bersama Nurul Wahida, Aze dan Rahma “Emma”. Usaha ini direalisasi oleh Rektorat Unhas dan kami diberi modal untuk menjalankan usaha ini. SOS pun berjalan hingga sekarang dan Alhamdulillah sudah hampir balik modal.
  12. RAMADHAN!! Foto Ramadhan Calist07.
  13. Warni Eka Muthia, kakakku, meraih S.Kg nya di Baruga Pettarani, Unhas.
  14. Yeyen Hamidah, salah satu teman dari Bandung, datang ke Makassar dalam rangka pekerjaannya. We spent time together in Imperial with her friends.
  15. Entah bulan berapa di tahun ini, satu persatu laboratorium jurusan Ilmu Komunikasi dibuka. Saya menjadi pengurus di Lab Audiovisual bersama Dini, Ela, Tinus, Opi, Kudra—yang kemudian digantikan Rezkiani-, Ucu Randy dan Ilham. Selanjutnya kami dan Kak Arya, memprakarsai berdirinya TVCom.
  16. Kemudian, Lab Broadcasting pun dibuka. Saya dan Istina, juga teman-teman lain, melamar menjadi penyiar—announcer disitu. Kak Riza dan Pak Mulyadi yang menjadi koordinator lab. Ditemani oleh Kudra dan Era.
  17. Sehingga fokusku kemudian terbagi antara pekerjaan di Astamedia, usaha Sold Out, urus lab AV dan Radio dan tugas-tugas dan kuliah. Sedangkan teman-teman lain juga sibuk mengurusi Kosmik.
  18. NURANI 2010-Pacekke, Barru.
  19. Efek Rumah Kaca on FISIP Day!!
  20. Produksi film KINE, “Emangkasara’”.
  21. Mengikuti Musyawarah Kesenian Masyarakat Seni di Amkop Makassar, mewakili Forfilm.
  22. Produksi PROFIL UNHAS 2011. Saya kebagian menuliskan Narasi cooperate with Kak Nosakros Arya.
  23. ESQ Training di Hotel Sahid with Syahrir Nawir dan Tito Adityo
  24. Di Musyawarah Besar, Kosmik memberi keputusan ditolaknya LPJ Kepengurusan kami, periode 2009-2010, sebagai hadiah akhir tahun yang menyesakkan.
Now, I end up here. My last writing and posting on 2010. Semoga tahun depan lebih banyak tulisan, lebih banyak pemikiran dan lebih banyak yang bisa saya bagi dengan kalian (siapapun itu). Happy NEW YEAR dengan siapapun dan apapun kalian merayakannya. Let's start a NEW 'beginning' YEAR with smile!

Senin, 20 Desember 2010

Developing Theme for Sold Out Shop Blog

Kak Syahrul yang sering disapa Om-jangan tanya saya kenapa- dan Kak Cokke, senior Kosmik pakar IT, telah berbaik hati mengembangkan tema blog Online Shop saya, Sold Out Shop.

dan setelah beberapa hari menunggu dan saling koment-koment di Facebook, berikut hasilnya: OUT of MY EXPECTATION. keren.









Walaupun belum terealisasi, but I really appreciate it for their efforts. Sekarang giliran saya bujuk-bujuk anak Sold Out lainnya!

Jumat, 17 Desember 2010

Sold Out Shop dan Sedikit Sedekah

Sold Out Shop. Itulah nama usaha yang saya jalankan bersama sahabat-sahabat saya saat SMP ; Noe, Aze dan Emma. Sold Out Shop- SOS- adalah usaha online shop yang kami jalankan bersama-sama sejak kami dinyatakan sebagai salah satu penerima bantuan dana wirausaha mahasiswa oleh pihak Rektorat Unhas.

Sudah hampir lima bulan usaha ini berjalan. Kami selalu menyempatkan untuk bertemu di sela-sela kesibukan kuliah. Kami berasal dari fakultas yang berbeda yang tentunya menjadi kendala yang harus kami lawan bersama, karena berbeda fakultas berarti beda acara yang berarti beda waktu luang, kan? Tapi sampai sekarang, kami masih bisa bertahan. (maksudku, bukan ji memang big matters itu toh?)

Hari ini, kami berniat untuk bersedekah. Bukan pamer ataupun sok-sok an bilang mau dibilang dermawan. Tapi kami memang sadar kami perlu melakukannya. Hal-hal kecil yang tentu sering dilupakan orang yang sudah maju dan ada di atas, yaitu, bersedekah dan kami tidak mau begitu.

Jadilah, dengan bantuan pacarnya Noe; Yudho, sebagai divisi transportasi dan fotografi nya SOS, kami pun membeli sembako seadanya di Carrefour Perintis. Setelah itu kami pun ke Jl. Perintis Kemerdekaan VI, menuju panti asuhan yang dituju. Bukan main senang dan syukurnya Ibu pihak panti asuhan itu mengetahui kita datang membawa sedikit bantuan bahan makanan.

Noe, Yudho dan Aze, sibuk pilih-pilih beras mana mau dibeli

Noe, Aze dan Yudo, antri di kasir.
Dan kami pun, baik Noe, Aze dan Yudo, juga saya, merasa lebih mantap melanjutkan usaha kami. Mudah-mudahan usaha kami itu bisa berjalan terus, terus dan teruuuus- walaupun pelan.


Love,
Sunshine

Sabtu, 11 Desember 2010

Out of the Box

Saya merasa menjadi orang yang paling beruntung dan mestinya menjadi orang yang paling bersyukur sekarang.

Jaman SMA, saya bukanlah siapa-siapa. Saya bukan anggota OSIS yang keren. Saya juga bukan anggota dari satu geng populer yang punya banyak teman dan disukai banyak orang. Saya tidak dikenal guru-guru. Saya hanya ikut ekskul yang peminatnya sedikit; Ekskul Seni. Saya tidak dikenal senior-senior yang paling terkenal sekalipun. Saya hanya tahu belajar, kerja tugas, main ke masjid sekolah dan selepas sekolah, balik ke rumah. Saya jarang hangout bareng teman ataupun jalan-jalan ke Mall. Tiga tahun berlalu begitu saja tanpa ada sesuatu yang perlu diingat atau dikenang. SMA bukan masa emas saya, seperti kebanyakan remaja lainnya. Saya hanya berteman dengan teman-teman kelas. Diluar dari itu, I am 'invisible'.

Kemudian, saat menjadi mahasiswa di tahun 2007, semuanya mulai berubah.



Perlahan-lahan saya mulai merangkak keluar dari kotak yang selama ini dibuatkan oleh entah siapa. Mungkin orangtuaku, mungkin juga diriku sendiri atau mungkin lingkunganku. Saya seperti kura-kura yang begitu ingin melihat 'dunia luar'. Oleh kakak senior, saya diajarkan membaca buku-buku, berorganisasi, menjalin keakraban layaknya saudara. Saya diajarkan bermimpi dan meraihnya dengan keyakinan. Saya dipercaya. Saya dianggap bisa dan mampu. Saya dicari. Saya menjadi tempat bersandar oleh teman-teman. Saya ditanyai sesuatu yang mereka tidak tahu. Dan kalian tahu perasaan apa yang paling membahagiakan dari semua itu? Bahwa saya dibutuhkan.

Sekarang saya punya banyak teman dan sahabat yang sudah seperti saudara. Saya punya banyak kakak senior yang bersedia mendengar keluh kesah dan pertanyaan-pertanyaanku. Saya merasakan cinta, rasa cemburu dan sakit hati pertama. Saya belajar kerja kreatif. Saya belajar kerja tim. Saya belajar memimpin dan belajar menjadi anggota. Saya belajar menghargai untuk dihargai. Bersama mereka, saya bepergian ke tempat-tempat yang hanya pernah saya dengar ceritanya dari orang-orang. Saya menemukan diriku dan menjadi diriku apa adanya bersama mereka, teman-teman dan sahabatku, yang menerima semua kurang lebih diriku.

Begitu banyak hal-hal yang terjadi bahkan yang tidak saya sangka-sangka. Melebihi ekspektasi dan harapan saya. Untuk itu saya begitu bersyukur pada Allah, yang dengan keajaiban-keajaiban-Nya membuat hidupku seperti sekarang.

"Maka nikmat-Nya yang manakah yang engkau dustakan?"
*Ar-Rahman


Love,
sunshine

Sabtu, 04 Desember 2010

K A C A U

Gosh, beberapa hari ini saya benar-benar sangat kacau. Kacau dan membikin kacau. Barang-barangku mulai hilang dan rusak. Barang-barang yang saya pinjam mulai rusak. Tugas-tugas dengan enggan saya selesaikan padahal butuh tanggung jawab dan pengerjaan yang cepat dan tepat.

Awalnya, kamera digital Nikon yang Mami Papi belikan sebelum saya ke Amerika, seketika pecah display-nya. Nda bisa dibilang kesalahan ku sepenuhnya karena yang teledor itu Ayu, adikku yang beda umur kami cuma setahun dan patatoai sekali. Tapi kan tetap saja, yang disalahkan dan bersalah itu tetap SAYA.

Oh ia, Nikon D60 nya Tya juga sampai sekarang tidak bisa lagi digunakan: itu karena salah SAYA juga. Shutter nya bermasalah dan saat saya dan Tya pergi ke tukang perbaiki kamera di Jalan Irian, kami dimintai biaya perbaikan sebesar 1,2 juta. Tya menolak- saya tidak tahu kenapa dia menolak. Padahal saya bersedia membayar biayanya dengan gaji 3 bulanku--walaupun sangat berat dan pedih--tapi ini kan tanggung jawabku.

Tas FILA punya Lulu, adikku yang SMP dan ambil kelas akselerasi di situ, saya pinjam. Karena tas nya punya tempat buat laptop sedangkan ransel Reebok pink punyaku tidak ada. Jadi kami bertukar ransel. Sekarang, ransel FILA nya talinya sudah mau putus sedangkan ranselku baik-baik saja.

Jam 'MONOL' putih punya Warni, hadiah dari pacarnya, saya pinjam dan pakai ke kampus. Tak sengaja jatuh. Layarnya pecah dan jamnya juga mati.

Sebagai pengganti jam tangan, saya lalu memakai jam nya Mami. Cantik sekali. Saya pakai saat Nurani ke Pinrang dan tiba-tiba juga mati. Mungkin batere nya. Tapi tetap saja kan, mati.

Sekarang saya pakai jam tangan pink punya Meli, adikku yang masih SD kelas 6. Dia punya dua jam tangan; yang satu 'Hello Kitty'.

Seminggu setelah Nurani, pas saya mau cek nomor rekening yang tertera di Kartu Mahasiswa yang selalu saya taruh di dompet, tebak? Saya tidak menemukannya dimanapun di bagian dalam dompetku. KTM! Dan saya sudah membayangkan ribetnya birokrasi yang harus saya hadapi dan jalani untuk membuat KTM baru--itupun kalau bisa. Kenapa coba harus KTM ku yang hilang? Kenapa bukan saja Kartu Ultra Disc yang sudah lama saya ndak pakai? Suck. Suck. Suck!

Lalu tadi malam, sepulangnya dari Ramsis--acara bakar-bakar ikan dan silaturahmi bersama dosen dan senior, saat mau membalas smsnya Isti mengenai uang kembalian yang saya pegang--si Samsung Corby kuning ku tiba-tiba mati. total. saya coba nyalakan beberapa kali, tidak bisa. Baru tadi pagi saya coba nyalakan lagi, tetap tidak mau hidup. Sekarang, si Corby sudah ada dalam laci lemari, batere, SIM card dan body nya saya pisahkan, saya harap besok sudah bisa hidup lagi. Saya tidak habis pikir kalau ternyata dia...mati juga.

Rasanya saya benar-benar kacau sekarang. Tidak tahu mau bagaimana.


Love,
Sunshine

Jumat, 03 Desember 2010

Hanbok!

Tadi pagi selepas kelas Manajemen Penerbitan, Ridho, salah satu teman, membawa kostum ala Korea--kalau tidak salah namanya Hanbok.

Jadi, diadakanlah photo session dadakan di kelas. Saya, Ira, Resty dan beberapa teman lain pun ikut put that costume and take some pictures.

Ini salah satu hasil fotonya --coba ngedit sendiri.


Rabu, 01 Desember 2010

LAX part II

Los Angeles, Department of Homeland Security. US Customs and Border Protection, LAX, 13 June 2010.

.....
Tapi sayang sekali, loketnya sedang kosong saat giliranku tiba. Mau tidak mau, saya pun menuju loketnya.

Di papan nama pada seragamnya, tertulis Ly. Saya meletakkan semua dokumen di atas mejanya. Lalu dia bertanya padaku seperti ini :

"So, why you coming to US today?"
"I want to study English in University of Arizona.."
"University of Arizona?"
"Yes.."
"Just English?"
"Yes.."


Dia lalu membuka J-1 ku, mencap sana sini, tanda tangan disana sini, memintaku fingerprint, foto sebentar, lalu bertanya lagi padaku setelah melihat foto Visa ku,
"Oooh...you look like still a baby.."
Saya tersenyum. Oh Tuhan, memangnya saya kelihatan seperti anak SD ya?
"What you want to be when you grow up?"
Saya tidak tahu dia berkata apa.
"Excuse me?"
Dia mengulang pertanyaannya. Saya masih tidak mengerti.
Baru kemudian selama beberapa detik diam, saya paham dan menjawab, "Oooh, I want to be a journalist.." Nah kan, pertanyaan ini kan cuma untuk anak SD!
"Journalist? Great!"
Kemudian dia mengembalikan semua dokumenku dan berkata, "Welcome to United States!"
And I replied, "Thank you..."

Saya sadar saya yang paling awal selesai diantara teman-teman lain. Saya menunggu mereka di sudut ruangan saat Yudi, dibawa ke Secondary Inspection oleh seorang petugas yang melihatku dan berkata, "Hey, this is your friend, she's good..she's good.."*

Love,
Sunshine



*apa coba maksudnya bilang begitu?

Selasa, 02 November 2010

Buku-Buku yang Belum Kuselesaikan dan Berharap Segera Selesai