Jumat, 31 Desember 2010

Leaving 2010

Sore ini, saat memulai tulisan ini, ada banyak hal sebenarnya yang ingin saya bagi. Ada beberapa hal yang dari kemarin ingin saya tulis, tapi lalu diurungkan. Hari terakhir 2010 terlalu berharga untuk dipenuhi dengan kesedihan dan kesepian.

Setelah kemarin batal liburan ke Malino bersama teman-teman Calisto, dari pagi saya merasa seperti mati suri. Semangat hilang, gairah lenyap. Padahal ini hari akhir tahun 2010! Saya menyalahkan banyak hal, menyesalkan banyak orang yang membuat sepi dan salah makin terasa. I hate those feelings, actually, but I couldn't help it. :(

Kemudian saya menemani adek-adek ku nonton DVD Harry Potter and The Prisoner of Azkaban dan sepi pun sedikit berkurang. Saya lalu memantau status teman-teman di Twitter and feel more envy. I wish I was there, having fun with them. Tapi, jika sekarang saya disana, saya tidak akan menulis ini, kan? So, let them be happy with their own way and I'll go happy with mine, okay?

Ayo, kita ingat-ingat lagi apa yang sudah kita raih setahun yang lalu, jadikan acuan untuk bisa lebih baik lagi di tahun mendatang yang tinggal beberapa jam lagi.

Here are some noted incidents of my 2010:

2010
  1. Teman-teman memulai dengan membersihkan KORPS KOSMIK di awal kepengurusan mereka-2009-2010.
  2. Muh. Yusuf menjadi Ketua Korps. Brainwave menjabat sebagai Wasop, Taufiq sebagai Wakil Ketua, Romi Handrian menjabat Rembang, Icha dan Tya bagian Sekretaris, Resty dan Ulfah di Bendahara, Tri Ayu dan Leila Fitriyani masing-masing sebagai Internal dan Eksternal, Kudra sebagai Biro Umum membawahi Aco dan Sigit di GCC dan Comgastra, Trio KIFO; Rakhmawaty La’lang sebagai Manajer membawahi KINE yang dipegang oleh Dini Imanwaty dan FOTO oleh Fery Rahmat. Yuga menjadi Pemimpin Biro Penerbitan Baruga. Junarti Canseria, Era, memegang biro Broadcast dan Muh. Yusuf Randy memegang Biro Gradient. Marthinus menjabat sebagai Koordinator Biro KPP dan Riska Khaerunisya menjadi koordinator biro CSC. Terakhir, Ahmad Yani memegang biro CCC dan Ayudia Syulmerini menjadi koordinator KPPR. Setahun kedepan mereka lah yang mengurusi dan menjalankan Kosmik-Korps Mahasiswa Ilmu Komunikasi- kebanggaan kami.
  3. I’m no longer with Brainwave on February.
  4. Nonton bareng anak-anak Komunikasi film 3 IDIOT di M’TOS. Selanjutnya, saya menulis review nya, memasangnya di mading KIFO dan banyak senior yang memuji tulisanku.
  5. Ke Jakarta-pelaksanaan Pre-Departure Orientation sebelum ke Amerika dan wawancara VISA. Bertemu pertama kali dengan 19 orang yang nantinya menjadi keluargaku di Tucson, Arizona, daerah penempatanku disana.
  6. Produksi film ALIGUKA- karya Forfilm, skenario ditulis oleh Kak M. Aan Mansyur dan Kak Arman Dewarti sebagai sutradaranya. Oleh Produser, Bang Alem Febri Sonni, saya dan Dini ditugaskan menjadi penanggungjawab Tata Rias. Kami bekerjasama dengan lebih dari 20-an kru lain dengan jobdesc yang berbeda-beda. Pengalaman produksi film disela-sela jadwal kuliah yang padat dan tugas menumpuk selama 10 hari. Pulang tengah malam dengan kelelahan luarbiasa. Tapi benar-benar sepadan dengan hasilnya.
  7. Pemutaran hari I- Launching film ALIGUKA- di Graha Pena Lt.2. Saya mengundang Papi untuk hadir sebagai undangan. Saya, Dini, Kak Imam sama Rezkiani, di ticketing selama dua hari pemutaran.
  8. Review filmku, Alangkah Lucunya Negeri Ini, dimuat di Fajar bulan Mei.
  9. Menjelang keberangkatan ke Amerika, berat badanku menurun drastis. Setelah seminggu demam di rumah, saya pun dirawat inap di Grestelina. Saya keluar, 3 hari sebelum keberangkatan.
  10. Juni-Agustus saya di Tucson, Arizona, US. Saya kursus singkat English di CESL-Centre of English as A Second Languange, di University of Arizona. Bersama 18 teman dari Indonesia. Ini menjadi pengalaman seumur hidup yang tidak terlupakan hingga sekarang. Membayangkan saya ke Grand Canyon saja tidak pernah! Ini disebut keajaiban.
  11. Meanwhile saya disana, SOLD OUT SHOP-SOS- terealisasi. SOS merupakan usaha online shop saya bersama Nurul Wahida, Aze dan Rahma “Emma”. Usaha ini direalisasi oleh Rektorat Unhas dan kami diberi modal untuk menjalankan usaha ini. SOS pun berjalan hingga sekarang dan Alhamdulillah sudah hampir balik modal.
  12. RAMADHAN!! Foto Ramadhan Calist07.
  13. Warni Eka Muthia, kakakku, meraih S.Kg nya di Baruga Pettarani, Unhas.
  14. Yeyen Hamidah, salah satu teman dari Bandung, datang ke Makassar dalam rangka pekerjaannya. We spent time together in Imperial with her friends.
  15. Entah bulan berapa di tahun ini, satu persatu laboratorium jurusan Ilmu Komunikasi dibuka. Saya menjadi pengurus di Lab Audiovisual bersama Dini, Ela, Tinus, Opi, Kudra—yang kemudian digantikan Rezkiani-, Ucu Randy dan Ilham. Selanjutnya kami dan Kak Arya, memprakarsai berdirinya TVCom.
  16. Kemudian, Lab Broadcasting pun dibuka. Saya dan Istina, juga teman-teman lain, melamar menjadi penyiar—announcer disitu. Kak Riza dan Pak Mulyadi yang menjadi koordinator lab. Ditemani oleh Kudra dan Era.
  17. Sehingga fokusku kemudian terbagi antara pekerjaan di Astamedia, usaha Sold Out, urus lab AV dan Radio dan tugas-tugas dan kuliah. Sedangkan teman-teman lain juga sibuk mengurusi Kosmik.
  18. NURANI 2010-Pacekke, Barru.
  19. Efek Rumah Kaca on FISIP Day!!
  20. Produksi film KINE, “Emangkasara’”.
  21. Mengikuti Musyawarah Kesenian Masyarakat Seni di Amkop Makassar, mewakili Forfilm.
  22. Produksi PROFIL UNHAS 2011. Saya kebagian menuliskan Narasi cooperate with Kak Nosakros Arya.
  23. ESQ Training di Hotel Sahid with Syahrir Nawir dan Tito Adityo
  24. Di Musyawarah Besar, Kosmik memberi keputusan ditolaknya LPJ Kepengurusan kami, periode 2009-2010, sebagai hadiah akhir tahun yang menyesakkan.
Now, I end up here. My last writing and posting on 2010. Semoga tahun depan lebih banyak tulisan, lebih banyak pemikiran dan lebih banyak yang bisa saya bagi dengan kalian (siapapun itu). Happy NEW YEAR dengan siapapun dan apapun kalian merayakannya. Let's start a NEW 'beginning' YEAR with smile!

Kamis, 30 Desember 2010

HOPE : Sebuah Dokumenter


Inilah film ke-4 karya Andibachtiar Yusuf berjudul Hope. Setelah The Jak (2007), The Conductors (2008) dan Romeo Juliet (2009), bersama tim Bogalakon Pictures memproduksi film tentang situasi Indonesia sekarang ini dengan sebuah pertanyaan besar, "Is there any hope?"

Setelah diputar Oktober lalu di Jakarta, Unhas dan Unifa- Universitas Fajar, mendapat kesempatan untuk memutar film ini untuk di Makassar. Rencananya, di awal Januari 2011, tim Bogalakon Pictures akan bertandang ke masing-masing kampus dan mengadakan screening, diskusi dan workshop sekaligus.

Info selanjutnya mengenai pemutaran Hope di Makassar, saya akan posting disini. I can't hardly wait!

Love,
Sunshine

Rabu, 29 Desember 2010

#loveindonesia




I JUST WANT TO SAY I'M PROUD OF TIMNAS INDONESIA.
WALAUPUN CUMA RUNNER-UP
AT LEAST, MEREKA BERMAIN DENGAN SEMANGAT YANG LUARBIASA DENGAN UPAYA YANG TIDAK KENAL MENYERAH DARI AWAL HINGGA AKHIR PERTANDINGAN.

I JUST #LOVEINDONESIA

Senin, 27 Desember 2010

Catatan Subuh di Tengah Hujan

Oh Tuhan,
ini sudah bukan lagi tengah malam, tapi sudah hampir subuh. Jam 2:52 AM! Dan mata saya belum bisa terpejam barang semenit pun.

Mengecek Twitter dan Facebook.

Masih ada @tirakalebu dan Kak @aanmansyur yang masih asik nge-tweet. Juga beberapa Tweeps yang sedang menunggu pertandingan Arsenal lawan Chelsea.

Di Facebook, saya asik liat-liat album photo Mappetuada nya Muhdia Rafika.

How lucky her.

How lucky Wiwid, sahabat di Tucson yang juga sebentar lagi akan menikah dengan pujaan hatinya, Samuel Howat, pria blasteran Australia.

How lucky every girl in this world who have found their right man, their soulmate, their love of their life, while I'm still waiting and hoping Allah will give me one.

At least, Allah promised us one thing, right?

Dalam Surah An Nuur ayat 26:

“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)”.


Dan sekarang, saya hanya bisa berusaha menjadi perempuan sebaik-baik perempuan.


Love,
Sunshine.

Sabtu, 25 Desember 2010

Turut Berduka, Novan



Di dunia ini, semuanya serba tidak pasti. Semuanya serba unpredictable. Segala hal, semuanya. Kita hanya bisa berharap, berencana, tapi semuanya tergantung pada Yang Maha Kuasa. Kita percayakan saja apapun ketetapan dan keputusan-Nya, suka tidak suka, mau tidak mau, maka itulah yang terbaik.

Seperti hari ini, saat mengecek handphone, ada kabar duka datang dari teman saya, Novan Rangkuti, teman kuliah di Komunikasi. Ibunya meninggal dunia.

Padahal, di grup Calist07 di Facebook, kami sempat berencana untuk menjenguk Ibunya di rumah sakit.



Saya hanya merasa aneh dan bergidik. Karena beberapa hari kemudian, postingan hari ini berbunyi seperti ini:





Life is really full of mysteries.
We have no idea what is going to happen the next day.

Semoga amal ibadah beliau diterima disisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan bisa tabah. Amin. Amin. Amin.



Love,
Sunshine

Jumat, 24 Desember 2010

Idola Baru

Ini dia idola baru saya:
BRUNO MARS





Nama Aslinya, Peter Gene Hernandez. Lahir di Waikiki dekat Honolulu, Hawaii, pada 8 Oktober 1985. Karir bermusiknya diawali saat tampil solo di lagu "Nothin' on You" bersama B.o.B, dan "Billionaire" nya Travie McCoy. Kemudian dia merilis hit singles "Just the Way You Are" dan "Grenade". Kemudian di Oktober 2010,dia pun merilis album pertamanya; Doo-Wops & Hooligans. Dia dinominasikan 7 Grammys di Grammy Awards ke-53.

cover album Doo-Wops & Hooligans


Lagu yang paling saya suka di album ini berjudul "Marry Me" dan "Talking to the Moon". Walaupun "Lazy Song" nya jadi lagu wajib di setiap hari-hari santai. "Just the Way You Are" dan "Grenade" nya? Jangan mi lagi dipertanyakan lah. Bruno Mars menjadi penyanyi yang lagu-lagunya paling sering saya dengar beberapa bulan belakangan ini.

Trivia:
Bruno Mars itu nama pemberian dari ayahnya. Ayahnya mengadaptasi nama Bruno Sammartino- seorang pegulat yang gendut-chubby- karena saat dia masih kecil, pipinya juga chubby. Sedangkan Mars, diadopsi dari ayahnya karena "I felt like I didn’t have no pizzazz, and a lot of girls say I’m out of this world, so I was like I guess I’m from Mars."


Love,
Sunshine

source: wikipedia

Kamis, 23 Desember 2010

Makasih, Kosmik!

"Dengan ini MENOLAK laporan pertanggungjawaban kepengurusan periode 2009/2010..."

Serta merta semua pengurus dengan masing-masing mengenakan jas merah berdiri, mungkin menguat-nguatkan diri, kemudian bertepuk tangan keras berkali-kali. Lama. Kami semua di barisan sebelah kanan pemimpin sidang Mubes Kosmik ke-23 hari itu, berdiri dan bertepuk tangan. Hanya barisan sebelah kanan. Kiri dan tengah yang mayoritas adalah peserta dan senior-senior, tetap duduk memandangi kami.

LPJ kami, DITOLAK.

Untuk pertama kali dalam sejarah kepengurusan Kosmik selama dua dekade, LPJ kepengurusan DITOLAK.


Mungkin tulisan ini sebagai tanda kemuakan dan kemarahan saya. Iya, memang! Saya kesal, saya sedih, saya kecewa. Saya tidak punya tempat menyalurkan semua perasaan saya selain di sini.


3 tahun sejak saya pertama kali menginjakkan kaki di Kosmik. Menjalani dan menghadapi semua hal bersama warga-warganya. Saya belajar dan Kosmik memang wadah dan tempat yang paling benar dan hebat untuk itu.

Bagi saya, Kosmik adalah Calist07.

Karena bersama merekalah, saya menemukan arti ber-Kosmik sesungguhnya. Tak ada mereka, tak ada Kosmik.

Iya, memang. Saya melihat Kosmik dangkal sekali, lalu kenapa?

Terima kasih, Kosmik. Selama ini sudah mewadahi kami berorganisasi.
Terima kasih, Kosmik. Sudah memberi kenalkan kami pada orang-orang hebat, senior-senior baik yang mengawal dan mengajar kami.
Terima kasih, Kosmik. Sudah memberi rumah dan keluarga selama saya kuliah di Komunikasi Unhas.

Mungkin kalian semua mengatakan yang ditolak dan tidak benar itu hanyalah sekumpulan kertas yang dijilid rapi? Yang memiliki banyak kesalahan redaksional, dsb?

Menurut kami, setahun menjabat dan mengurus Kosmik, LPJ bermakna lebih dari itu.

Ternyata salah berharap lebih padamu, Kosmik.

Mungkin memang tanpa kami, Kosmik bisa jadi lebih baik lagi. Semoga adik-adik dibawah kami bisa mengawal Kosmik lebih baik DIBANDING kami.


Terima Kasih,
Wassalam.

NB:
Saya mau bilang keras-keras untuk perjuanganku dan teman-temanku yang lain: Makasih, Kosmik!!


Riana. Warga Biasa, Angkatan 2007.

Selasa, 21 Desember 2010

Cerita ESQ

Dear God,

Maaf. Maaf. Mungkin memang saya yang berhati batu atau jiwa dan mata hati saya sudah tertutup, tapi tadi saya memang tidak bisa menangis disaat mahasiswi lain sibuk menghapus airmata dan ingus mereka.

Trainer ESQ itu, saya memperhatikan bayangannya saat lampu dimatikan dan fokus kami para peserta, hanya terpaku di 3 layar super besar yang di pasang di depan. Gambarnya terganti-ganti sesuai materi. Sound systemnya amit-amit, suaranya menggelegar seperti guntur. Trainer itu mengganti dan mempermainkan tune suaranya, kadang halus seperti benang, kadang juga menggelegar seperti godam. Saya tidak suka, walaupun dia berkali-kali menyuruh kita istigfar dan bertanya hal yang sama berulang-ulang.

Saya menangkap hampir semua inti materi yang diajarkan; model ESQ, tentang penggabungan kecerdasan intelijensi, emosional dan spiritual dalam kehidupan sehari-hari, 6 prinsip ESQ, kisah di balik 165 dan games-gamesnya! Saya suka semua materi dan gamesnya!

Saya hanya tidak suka metodenya.

Sekarang tahulah saya, kenapa training ESQ itu investasinya mahal. Kenapa untuk mengajarkan pada masyarakat materi sebagus dan seindah itu harus dengan biaya mahal. (walaupun dalam kasus saya, anuGRATIS).

Karena mereka memakai metode seperti itu. karena jika tidak memakai metode seperti itu, mungkin efek dan pengaruhnya tidak akan sampai kepada peserta.

Tapi sebenarnya apa tolok ukur training ESQ ini berhasil?

Jika memang alat ukurnya adalah jiwa kita tersentuh kemudian serta merta kita menangis-nangis dengan lolongan dan jeritan-jeritan spiritual, maka saya bukanlah masuk dalam kategori berhasil. Yang saya tahu selama dua hari training, saya hanya ketiduran saat lampu dimatikan dan akting sok-sok menangis di depan teman-teman peserta lain. Haha! You must be angry to me, don't You, God?

Tiap orang memiliki komunikasi spiritual yang berbeda-beda dengan-Mu. Dan saya yakin pada-Mu, saya tidak perlu membuktikannya di depan semua orang di tempat itu kan? Atau perlu? Saya yakin pada-Mu. Saya tahu Engkau ada dan selalu sayang pada hamba-Mu. Kau, dengan segala kekuasaan dan keajaiban-keajaiban-Mu, selalu membuatku merasa... berkecukupan. Dan saya merasa tidak perlu dengan ikut ESQ dengan metodenya yang berlebihan itu membuat saya membuktikan sesuatu tentang-Mu, tentang hubungan kita berdua.

Love,

Sunshine

Senin, 20 Desember 2010

Pelari Maraton

Hari ini saya seperti pelari maraton.

Duduk di meja dan menulis ini bermakna bahwa saya sudah sampai di garis finish tapi masih juga terengah-engah.

Mau menulis dan cerita banyak, tapi saya bersandar dulu sama kutipan, "Pictures tell a million words!"
So, here are some pictures.


Tau kan ESQ Training? Model training buat melatih tingkat spiritualitas kita. Trainingnya ini diprakarsai oleh Dr. Ary Ginanjar Agustian. Hingga tahun 2009, jumlah alumninya sudah mencapai nyaris sejutaan orang di seluruh dunia. Selama ini saya cuma bisa dengar dan baca artikel orang tentang bagaimana bagusnya training ini untuk jiwa dan hidup mereka, saya tidak mampu ikut karena biaya investasinya yang sampai jutaan (ekonomi lemah). Sampai Romi mengajak saya buat ikut acara ini, GRATIS. Di Sahid Hotel Makassar, 2 hari. 20-21 Desember 2010.





Disaat yang sama, Mubes Kosmik di FIS 3, 104 tengah berlangsung. And I was there.

meanwhile,



Pengambilan gambar Profil Unhas 2011. Narasi Rektor Unhas, Prof.Dr.dr.Idrus A Paturusi. Di ruang kerja beliau, 20/12/2010.


And guess? Yes! I was in ALL of that occasions! Lari dari satu acara ke kegiatan lain.

Love,

Sunshine

Developing Theme for Sold Out Shop Blog

Kak Syahrul yang sering disapa Om-jangan tanya saya kenapa- dan Kak Cokke, senior Kosmik pakar IT, telah berbaik hati mengembangkan tema blog Online Shop saya, Sold Out Shop.

dan setelah beberapa hari menunggu dan saling koment-koment di Facebook, berikut hasilnya: OUT of MY EXPECTATION. keren.









Walaupun belum terealisasi, but I really appreciate it for their efforts. Sekarang giliran saya bujuk-bujuk anak Sold Out lainnya!

Minggu, 19 Desember 2010

Note Merah

2:40 AM
Narasi versi Indonesia untuk Profil Unhas baru selesai. Tinggal konfirmasi beberapa poin di Rektorat, besok atau Selasa atau Rabu paling lama, sudah rampung semua dan tinggal dialih bahasakan ke English.

Besok ada Mubes Kosmik di kampus.
sebelum itu mau ESQ dulu di Sahid Hotel bareng Riri dan Romi sampai Selasa.

Gosh. give me strength. because You are the Almighty.

Love,

Sunshine

Thoughts on Midnight

Saat yang paling nyaman untuk menulis adalah di tengah malam seperti ini, saat tak ada lagi suara paling keras selain detikan jam dinding di rumah atau kamarmu.

***

Saya sering berangkat tidur lebih awal dari Mami Papi. Saya menunggu salah satu dari mereka mengecek kamar dengan membuka pintu kamar, menyalakan lampu sekitar tiga puluh detik; dan yang mereka lakukan hanyalah mengecek apakah saya dan Meli sudah terlelap atau belum, kemudian mematikan lampu dan menutup pintu kamar rapat-rapat.
Saya suka derit pintu saat salah satu diantara mereka menutupnya.

***

Sabtu, 18 Desember 2010

Menjauh


Ada kalanya kita memutuskan untuk menjauh dari orang yang kita kasihi. Bukan karena kita benci atau sayang kita memudar. Bukan. Kita menjauh untuk mengurangi kemungkinan kita menyakiti mereka--atau kita yang tersakiti. Bukankah orang yang punya potensi paling besar menyakiti kita adalah orang yang paling kita sayang?

Kick-Ass (2010)



KICK-ASS: Superhero Wanna Be

Director : Matthew Vaughn
Writer : Jane Goldman (screenplay)
Release Date : 17 May 2010
Genre : Action. Adventure. Comedy
Rating : R
Cast : Aaron Johnson. Christopher Mintz-Plasse, Nicolas Cage and Chloe Moretz.
Gross :$48,043,505 (USA) (27 June 2010)


Kenapa banyak orang mati-matian agar bisa seperti Paris Hilton tapi tak ada yang mau menjadi superhero?

Itulah salah satu kutipan dialog dari Kick Ass (2010) film produksi Marv Films dan Plan B Entertainment yang disutradarai oleh Matthew Vaughn (Stardust, Layer Cake). Tidak seperti kebanyakan superhero yang memiliki kemampuan atau kecerdasan dan kekayaan yang luarbiasa, Kick-Ass bercerita tentang seorang remaja laki-laki yang ingin sekali menjadi superhero, padahal dia hanyalah manusia biasa. Benar-benar hanya manusia biasa yang ingin membela kebenaran.

Dave Lizewski (Aaron Johnson) adalah identitas asli Kick-Ass. Di sekolah dia loser. Dia hanya punya dua orang sahabat dan cewek yang ditaksirnya mengiranya gay. Suatu hari dia memutuskan untuk menjadi superhero.

Nyatanya dia berpikir hanya akan menjadi superhero yang misalnya; mencari kucing hilang, menangkap pencuri atau menolong dirinya dari todongan preman, namun kemudian dia terlibat dalam kejahatan bandar kokain terbesar di New York.

Yang lalu mempertemukannya dengan Big Daddy (Nicolas Cage) dan anak perempuannya, Hit Girl (Chloe Moretz), dua orang superhero yang pandai berkelahi, ahli membunuh dan mengoleksi berbagai macam senjata api. Akhirnya Kick-Ass pun bersama-sama mereka berdua melawan ketidakadilan dan kebrutalan penjahat itu.

Menonton film ini saya seperti mengulang adegan di Kill Bill versi komedi. Adegan bunuh-bunuhannya sungguh berani dan sadis. Apalagi dipertajam dengan soundtrack dari Zagreb Festival Orchestra, "The Barber of Seville Overture" yang kasar dan melompat-lompat. Namun, film yang berdurasi 117 menit ini layak ditonton bagi kalian yang merindukan superhero yang beda dengan yang lain.


Love,
Sunshine

Jumat, 17 Desember 2010

Sold Out Shop dan Sedikit Sedekah

Sold Out Shop. Itulah nama usaha yang saya jalankan bersama sahabat-sahabat saya saat SMP ; Noe, Aze dan Emma. Sold Out Shop- SOS- adalah usaha online shop yang kami jalankan bersama-sama sejak kami dinyatakan sebagai salah satu penerima bantuan dana wirausaha mahasiswa oleh pihak Rektorat Unhas.

Sudah hampir lima bulan usaha ini berjalan. Kami selalu menyempatkan untuk bertemu di sela-sela kesibukan kuliah. Kami berasal dari fakultas yang berbeda yang tentunya menjadi kendala yang harus kami lawan bersama, karena berbeda fakultas berarti beda acara yang berarti beda waktu luang, kan? Tapi sampai sekarang, kami masih bisa bertahan. (maksudku, bukan ji memang big matters itu toh?)

Hari ini, kami berniat untuk bersedekah. Bukan pamer ataupun sok-sok an bilang mau dibilang dermawan. Tapi kami memang sadar kami perlu melakukannya. Hal-hal kecil yang tentu sering dilupakan orang yang sudah maju dan ada di atas, yaitu, bersedekah dan kami tidak mau begitu.

Jadilah, dengan bantuan pacarnya Noe; Yudho, sebagai divisi transportasi dan fotografi nya SOS, kami pun membeli sembako seadanya di Carrefour Perintis. Setelah itu kami pun ke Jl. Perintis Kemerdekaan VI, menuju panti asuhan yang dituju. Bukan main senang dan syukurnya Ibu pihak panti asuhan itu mengetahui kita datang membawa sedikit bantuan bahan makanan.

Noe, Yudho dan Aze, sibuk pilih-pilih beras mana mau dibeli

Noe, Aze dan Yudo, antri di kasir.
Dan kami pun, baik Noe, Aze dan Yudo, juga saya, merasa lebih mantap melanjutkan usaha kami. Mudah-mudahan usaha kami itu bisa berjalan terus, terus dan teruuuus- walaupun pelan.


Love,
Sunshine

Pameran Foto at Trans Mall

Alooha! Halo.
Akhirnya bisa menulis lagi. Setelah semingguan ini dalam tekanan berada diantara tumpukan tugas-tugas kuliah, kerjaan blog dan kesibukan lainnya. Kali ini saya ingin menulis dengan kegembiraan dan kelegaan.

Kemarin malam, 16 Desember 2010, Kamis, selepas ujian final DPK, saya diajak Tya dan Rahma ikut acara pameran foto di Trans Mall. Kata Rahma, Klub KIFO diundang dalam acara itu dan dia minta kita menemaninya.

Jadilah saya, Rahma, Tya, Tito, Viana dan Feri pergi bersama. Kebetulan yang jadi MC adalah teman kami, Nunu. Setelah jemput Nunu dan adiknya di Pettarani, kami pun berangkat bersama ke Trans Mall. Acaranya jam 7 malam.

Ternyata acaranya cukup mewah dan besar. Buktinya Pak Walikota Makassar, Pak Ilham Arief Sirajuddin, datang membuka acara. Malam itu ternyata pengumuman pemenang lomba foto juga. Jadinya, fotografer dari seluruh Makassar tumpah ruah disitu. Mulai dari fotografer media, seperti Kak Yusran "Uccang", Kak Callu' (Antara), Kak Andi (Tempo), Kak Vidayyub Ahmad (Sindo) hingga fotografer studio foto yang saya tidak tahu namanya.


Saya, Tya dan Viana oleh Kak Yusuf Ahmad diminta menjadi panitia dadakan. Kami diminta sebarkan brosur, antar hadiah dengan baki, menyebar konsumsi, catat nomer rekening pemenang, hingga bagi-bagi suvenir untuk para kontestan foto.

Seru. Apalagi Trans Mall yang baru saja jadi itu luar biasa mewah. Saya seperti berada di Changi Airport (khusus lampu-lampunya, mirip sekali!).



Oh ia, acaranya yang saya hadiri itu pembukaan dan pamerannya berlangsung selama tiga hari. Jadi yang ingin datang, langsung saja ke Trans Mall!


Love,

Sunshine

Senin, 13 Desember 2010

Where the Mountain Meets the Moon



Saya baru saja selesai membaca sebuah buku dongeng berjudul "Where the Mountain Meets the Moon" karya Grace Lin, penulis "Year of the Dog" dan "Year of the Rat". Di Indonesia, buku ini diterbitkan oleh Penerbit Aria tahun 2010.

Mestinya ini menjadi buku dongeng yang dibaca oleh anak-anak muda sekarang. I'm so praise for its stories. Ceritanya ringan, mengalir tanpa kerumitan yang sulit dipahami, begitu menggugah dan menginspirasi. Sekarang, sulit menemukan buku-buku seperti ini lagi.

Grace Lin berhasil menulis sebuah cerita fantasi yang diramu oleh folklore Cina, tempatnya lahir. Buku ini sarat pesan moral, berisi petualangan, persahabatan dan keyakinan. Layaknya kisah Alice in Wonderland ataupun Wizard of Oz. Petualangan semacam itu.

Saya suka membaca dongeng, kisah ringan pengantar tidur yang tersirat pesan-pesan moral dalam hidup tapi tidak mendikte. Saya suka kisah yang ditulis dengan kata-kata indah tapi tidak menjemukan.

I love fairytales!


Love,
Sunshine


PS: Terima kasih, Kak Aan, sudah berbaik hati meminjamkan buku ini. Thanks, thanks, how kind of you!

Sabtu, 11 Desember 2010

Out of the Box

Saya merasa menjadi orang yang paling beruntung dan mestinya menjadi orang yang paling bersyukur sekarang.

Jaman SMA, saya bukanlah siapa-siapa. Saya bukan anggota OSIS yang keren. Saya juga bukan anggota dari satu geng populer yang punya banyak teman dan disukai banyak orang. Saya tidak dikenal guru-guru. Saya hanya ikut ekskul yang peminatnya sedikit; Ekskul Seni. Saya tidak dikenal senior-senior yang paling terkenal sekalipun. Saya hanya tahu belajar, kerja tugas, main ke masjid sekolah dan selepas sekolah, balik ke rumah. Saya jarang hangout bareng teman ataupun jalan-jalan ke Mall. Tiga tahun berlalu begitu saja tanpa ada sesuatu yang perlu diingat atau dikenang. SMA bukan masa emas saya, seperti kebanyakan remaja lainnya. Saya hanya berteman dengan teman-teman kelas. Diluar dari itu, I am 'invisible'.

Kemudian, saat menjadi mahasiswa di tahun 2007, semuanya mulai berubah.



Perlahan-lahan saya mulai merangkak keluar dari kotak yang selama ini dibuatkan oleh entah siapa. Mungkin orangtuaku, mungkin juga diriku sendiri atau mungkin lingkunganku. Saya seperti kura-kura yang begitu ingin melihat 'dunia luar'. Oleh kakak senior, saya diajarkan membaca buku-buku, berorganisasi, menjalin keakraban layaknya saudara. Saya diajarkan bermimpi dan meraihnya dengan keyakinan. Saya dipercaya. Saya dianggap bisa dan mampu. Saya dicari. Saya menjadi tempat bersandar oleh teman-teman. Saya ditanyai sesuatu yang mereka tidak tahu. Dan kalian tahu perasaan apa yang paling membahagiakan dari semua itu? Bahwa saya dibutuhkan.

Sekarang saya punya banyak teman dan sahabat yang sudah seperti saudara. Saya punya banyak kakak senior yang bersedia mendengar keluh kesah dan pertanyaan-pertanyaanku. Saya merasakan cinta, rasa cemburu dan sakit hati pertama. Saya belajar kerja kreatif. Saya belajar kerja tim. Saya belajar memimpin dan belajar menjadi anggota. Saya belajar menghargai untuk dihargai. Bersama mereka, saya bepergian ke tempat-tempat yang hanya pernah saya dengar ceritanya dari orang-orang. Saya menemukan diriku dan menjadi diriku apa adanya bersama mereka, teman-teman dan sahabatku, yang menerima semua kurang lebih diriku.

Begitu banyak hal-hal yang terjadi bahkan yang tidak saya sangka-sangka. Melebihi ekspektasi dan harapan saya. Untuk itu saya begitu bersyukur pada Allah, yang dengan keajaiban-keajaiban-Nya membuat hidupku seperti sekarang.

"Maka nikmat-Nya yang manakah yang engkau dustakan?"
*Ar-Rahman


Love,
sunshine

Kamis, 09 Desember 2010

Bertanya Sebelum Membeli

Selamat Hari Anti Korupsi se-Dunia!

Malam ini, mestinya saya ke AMKOP Makassar di Jl. Meranti, registrasi peserta Musyawarah Kesenian Masyarakat Seni Sulawesi Selatan mewakili ForFilm. Tapi menurut info dan kabar dari orang-orang luar kampus, jalanan merapat dan hampir tidak bisa bergerak, mahasiswa UMI dan sekitarnya menggelar aksi demonstrasi yang membuat jalan macet parah.

Jadi, atas izin panitia acara, saya tunda registrasi sampai besok pagi.

Kemudian, saya pulang ke rumah.

Dan Papi mengajak kami sekeluarga makan malam di Mie Titi Perintis. Saya senang karena kami jarang bisa berkumpul seperti itu. Secara, saya lebih banyak menghabiskan waktu di kampus dan di luar, malam baru pulang ke rumah. Jarang ber-quality time with my beloved family.

Sepulangnya dari Mie Titi, karena melewati Se7en Stationery, saya pun meminta Papi singgah. Saya butuh buku catatan baru dan pulpen. Kami pun singgah sebentar.

Saya masuk ke bagian notebook. Menemukan buku yang lucu sekali. Ada warna kuning, hijau, biru dan orens. Ukurannya sedang. tidak kecil juga tidak besar sekali. Sampulnya di plastiki tebal dan ada nametag bertulis "OFFICE". Saya memilih warna kuning. Saya coba menerka-nerka harganya, karena tidak ada label harga disitu. Perkiraanku paling cuma 5-10 ribuan paling mahal.

Secara, saya sangat irit, irit, iriiit sekali pengeluaran bulan ini.

Setelah mendapat pulpen, saya pun menuju kasir...
Dan TADAAA! Ternyata oh ternyata, harga notebook kuning lucu itu bukanlah 5 ribu, bukan 10 ribu, bukan juga 20 ribu. 30 ribu, kawan!!
Saya begitu terpaku dan terpana dengan angka yang tertera di layar monitor kasir bahwa jumlah yang saya harus bayar sebesar 42 ribu.

Bagian mana coba IRIT nya?

Padahal ada kok, notebook seharga 5 ribu-10 ribuan...

Mestinya saya harus tanya dulu harga notebook itu sebelum ke kasir. Saya mau mengembalikan, tapi saya sukaaa sekali sama notebook itu.



Jadi, yah, prinsip yang diajarkan Riri, yang diakuinya belajar dari Muthe pun, saya gunakan...

"Takkala' ada uang, bodo', beli saja..."


Love,
Sunshine

Sabtu, 04 Desember 2010

Smile- Charlie Chaplin Cover



Smile though your heart is aching
Smile even though it's breaking

When there are clouds in the sky
You'll get by
If you Smile through your pain and sorrow
Smile and maybe tomorrow
You'll see the sun come shining through
For you

Light up your face with gladness
Hide every trace of sadness
Although a tear may be ever so near
That's the time (thats the time) you must keep on trying
Smile- What's the use of crying
You'll find that life is still worthwhile
If you just smile.


That's the time (thats the time) you must keep on trying,
Smile- What's the use of crying
You'll find that life is still worthwhile
If you just smile.

Smile though your heart is aching
Smile Even though it's breaking
When there are clouds in the sky- You'll get by

That's the time (thats the time) you must keep on trying
Smile- What's the use of crying
You'll find that life is still worthwhile
If you just
You'll find that life is still worthwhile
If you just smile.

K A C A U

Gosh, beberapa hari ini saya benar-benar sangat kacau. Kacau dan membikin kacau. Barang-barangku mulai hilang dan rusak. Barang-barang yang saya pinjam mulai rusak. Tugas-tugas dengan enggan saya selesaikan padahal butuh tanggung jawab dan pengerjaan yang cepat dan tepat.

Awalnya, kamera digital Nikon yang Mami Papi belikan sebelum saya ke Amerika, seketika pecah display-nya. Nda bisa dibilang kesalahan ku sepenuhnya karena yang teledor itu Ayu, adikku yang beda umur kami cuma setahun dan patatoai sekali. Tapi kan tetap saja, yang disalahkan dan bersalah itu tetap SAYA.

Oh ia, Nikon D60 nya Tya juga sampai sekarang tidak bisa lagi digunakan: itu karena salah SAYA juga. Shutter nya bermasalah dan saat saya dan Tya pergi ke tukang perbaiki kamera di Jalan Irian, kami dimintai biaya perbaikan sebesar 1,2 juta. Tya menolak- saya tidak tahu kenapa dia menolak. Padahal saya bersedia membayar biayanya dengan gaji 3 bulanku--walaupun sangat berat dan pedih--tapi ini kan tanggung jawabku.

Tas FILA punya Lulu, adikku yang SMP dan ambil kelas akselerasi di situ, saya pinjam. Karena tas nya punya tempat buat laptop sedangkan ransel Reebok pink punyaku tidak ada. Jadi kami bertukar ransel. Sekarang, ransel FILA nya talinya sudah mau putus sedangkan ranselku baik-baik saja.

Jam 'MONOL' putih punya Warni, hadiah dari pacarnya, saya pinjam dan pakai ke kampus. Tak sengaja jatuh. Layarnya pecah dan jamnya juga mati.

Sebagai pengganti jam tangan, saya lalu memakai jam nya Mami. Cantik sekali. Saya pakai saat Nurani ke Pinrang dan tiba-tiba juga mati. Mungkin batere nya. Tapi tetap saja kan, mati.

Sekarang saya pakai jam tangan pink punya Meli, adikku yang masih SD kelas 6. Dia punya dua jam tangan; yang satu 'Hello Kitty'.

Seminggu setelah Nurani, pas saya mau cek nomor rekening yang tertera di Kartu Mahasiswa yang selalu saya taruh di dompet, tebak? Saya tidak menemukannya dimanapun di bagian dalam dompetku. KTM! Dan saya sudah membayangkan ribetnya birokrasi yang harus saya hadapi dan jalani untuk membuat KTM baru--itupun kalau bisa. Kenapa coba harus KTM ku yang hilang? Kenapa bukan saja Kartu Ultra Disc yang sudah lama saya ndak pakai? Suck. Suck. Suck!

Lalu tadi malam, sepulangnya dari Ramsis--acara bakar-bakar ikan dan silaturahmi bersama dosen dan senior, saat mau membalas smsnya Isti mengenai uang kembalian yang saya pegang--si Samsung Corby kuning ku tiba-tiba mati. total. saya coba nyalakan beberapa kali, tidak bisa. Baru tadi pagi saya coba nyalakan lagi, tetap tidak mau hidup. Sekarang, si Corby sudah ada dalam laci lemari, batere, SIM card dan body nya saya pisahkan, saya harap besok sudah bisa hidup lagi. Saya tidak habis pikir kalau ternyata dia...mati juga.

Rasanya saya benar-benar kacau sekarang. Tidak tahu mau bagaimana.


Love,
Sunshine

Jumat, 03 Desember 2010

(only) about "R"

before I go to sleep this night, I just remembered one thing about this "R" dilemma.

I remembered someone ever said to me that, "That was kind of sexy,.."- my incapability of pronounce "R" well than everyone else did.

suddenly, it comes to my mind like flash.
that memory.

good night everyone!



Love,
Sunshine

Hanbok!

Tadi pagi selepas kelas Manajemen Penerbitan, Ridho, salah satu teman, membawa kostum ala Korea--kalau tidak salah namanya Hanbok.

Jadi, diadakanlah photo session dadakan di kelas. Saya, Ira, Resty dan beberapa teman lain pun ikut put that costume and take some pictures.

Ini salah satu hasil fotonya --coba ngedit sendiri.


Indonesia English Languange Study Program Cohort 9 - F.A.Q

“Frequently Asked Questions”

1. Apakah IELSP itu?

Indonesia English Language Study Program adalah program beasiswa yang menawarkan kesempatan untuk mengikuti kursus Bahasa Inggris di universitas-universitas di Amerika Serikat selama 8 (delapan) minggu.

Program ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris peserta, khususnya dalam English for Academic Purposes. Selain itu, peserta akan memiliki kesempatan untuk mempelajari secara langsung kebudayaan dan masyarakat Amerika Serikat karena peserta akan mengikuti program immersion dalam kelas internasional dimana mereka akan bergabung dengan peserta lain dari berbagai bangsa dan negara. Dalam program ini, peserta tidak hanya akan belajar Bahasa Inggris, namun juga akan mengikuti berbagai program kultural yang akan memberikan pengalaman yang sangat berharga.

2. Siapa yang berhak mendaftar?

IELSP terbuka untuk mereka yang berumur 19 – 24 tahun dan masih aktif sebagai mahasiswa S1 minimal tahun ketiga (semester 5 keatas) di perguruan tinggi mana pun di Indonesia dari berbagai jurusan. Pendaftar juga harus memiliki kemampuan Bahasa Inggris yang baik yang ditunjukkan dengan nilai TOEFL® baik International TOEFL® atau TOEFL® ITP minimal 450. Peserta terpilih juga harus bersedia untuk meninggalkan kuliah di tanah air selama 8 minggu karena akan mengikuti kursus intensif di Amerika Serikat selama waktu tersebut.

3. Apa saja persyaratannya?


- berumur 19 – 24 tahun, dan
- aktif sebagai mahasiswa S1 minimal tahun ketiga (semester 5 keatas) di perguruan tinggi manapun di seluruh Indonesia (BELUM DINYATAKAN LULUS/MENEMPUH SIDANG KELULUSAN)
- memiliki kemampuan Bahasa Inggris yang baik yang ditunjukkan dengan nilai TOEFL® baik International TOEFL® atau TOEFL® ITP minimal 450 (bukan Prediction Test)
- memiliki prestasi akademik yang baik
- aktif dalam berbagai kegiatan atau organisasi
- memiliki komitmen penuh untuk segera kembali ke tanah air segera setelah program ini selesai
- tidak memiliki pengalaman belajar di Amerika Serikat atau negara lain selain Indonesia
- memiliki sifat-sifat: aktif, mandiri, bertanggung jawab, percaya diri dan berpikiran luas.
- Menguasai komputer

4. Bagaimana cara mendaftar?

Untuk mendaftar, dapat mengambil formulir di kantor Indonesian International Education Foundation (IIEF), Menara Imperium Lt. 28 Suite B, Jl. HR Rasuna Said Kav 1, Jakarta 12980. Formulir juga dapat di-download dari website IIEF di www.iief.or.id. Formulir boleh di fotokopi.

5. Dokumen apa saja yang harus disertakan dalam formulir pendaftaran?

Pendaftar harus melampirkan dokumen-dokumen berikut dalam formulir pendaftaran yang telah dilengkapi:

- 1 (satu) buah pasfoto berwarna ukuran 4×6
- 1 (satu) buah fotokopi Kartu Identitas (KTP)
- 1 (satu) buah surat keterangan resmi dari universitas bahwa yang bersangkutan masih aktif terdaftar di universitas tersebut
- transkrip nilai dari semester 1
- 1 (satu) buah fotokopi Ijazah SMA (tidak perlu diterjemahkan)
- 1 (satu) buah fotokopi Daftar Nilai Ujian SMA (tidak perlu diterjemahkan)
- 1 (satu) buah Surat Referensi dari dosen di universitas – menggunakan form khusus yang terlampir dalam Formulir Pendaftaran. Form Referensi yang telah dilengkapi harap dimasukkan kedalam amplop tertutup dan disertakan bersama Formulir Pendaftaran yang telah dilengkapi. Surat Referensi dari Dosen Matakuliah Bahasa Inggris lebih baik.
- 1 (satu) buah fotokopi nilai TOEFL® (International TOEFL® atau TOEFL® ITP)

6. Apakah yang dimaksud dengan TOEFL® ITP?


Institutional TOEFL® adalah paper-based TOEFL® yang berskala institusional atau nasional yang biasanya banyak dipergunakan untuk melamar pekerjaan atau melamar beasiswa di dalam negeri. Materi yang di test terdiri dari: Listening, Structure dan Reading.

Bagaimana jika hasil TOEFL® ITP belum diumumkan ketika mengirimkan aplikasi?

Tes TOEFL® ITP harus dilakukan sebelum tanggal dateline tetapi hasil TOEFL® ITP dapat disertakan setelah tanggal dateline. Kemudian pada aplikasi di halaman 4, diisi dengan pilihan bahwa masih menunggu hasil TOEFL® ITP (I am currently still waiting for my TOEFL® score) dan dicantumkan tanggal, bulan dan tahun ujian serta test center tempat ujian TOEFL® ITP.

Dimana sajakah tempat ujian TOEFL® ITP?

Untuk informasi mengenai tempat ujian TOEFL® ITP dapat menghubungi Indonesian International Education Foundation (IIEF) di no telepon (021)-8317330 atau email: testing@iief.or.id

7. Apakah fotocopy nilai transkrip dan surat aktif kuliah harus di terjemahkan dalam bahasa Inggris?

Fotocopy nilai transkrip wajib dilegalisir tetapi tidak harus diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris. Surat aktif kuliah tidak harus diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris tetapi disertai cap dan tanda tangan dari pihak universitas.

8. Formulir dapat diisi dengan tulisan tangan atau diketik?

Pengisian formulir aplikasi sebaiknya diketik tetapi diperbolehkan diisi dengan tulisan tangan.

9. Formulir ditujukan ke mana?

Formulir yang telah dilengkapi dan disertai oleh dokumen persyaratan dialamatkan ke:

IELSP
Indonesian International Education Foundation (IIEF)
Menara Imperium Lt. 28 Suite B
Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Kuningan
Jakarta 12980
(harap menuliskan IELSP di sudut kiri atas amplop)

10. Kapan batas waktu pendaftaran?

Untuk Gelombang IX, formulir yang telah dilengkapi dan disertai oleh dokumen persyaratan harus diterima olehIIEF paling lambat tanggal 10 Januari 2011.

11. Apakah saya harus sudah memiliki paspor dan visa Amerika Serikat sebelum mendaftar?

Seseorang tidak perlu sudah memiliki paspor dan visa Amerika Serikat untuk bisa mendaftar. Jika terpilih, peserta akan diberikan waktu untuk mengurus paspor. Visa Amerika Serikat akan diurus oleh IIEF sebelum keberangkatan. Perhatian: Penerima beasiswa dijadualkan untuk berangkat ke Amerika Serikat pada bulan Juni dan Oktober 2011 (catatan: keputusan hasil seleksi tidak dapat diganggu gugat).

12. Apakah ada biaya tertentu yang harus saya bayar dalam program beasiswa ini?

Program ini merupakan beasiswa penuh, dan peserta tidak dipungut biaya apapun. Penerima beasiswa akan ditanggung seluruh biaya kecuali biaya pembuatan paspor.

13. Kemana saya harus bertanya untuk mendapatkan informasi?

Untuk informasi dapat menghubungi:

Indonesian International Education Foundation (IIEF)
Menara Imperium Lt. 28 Suite B
Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Kuningan Jakarta 12980
Telp: 021 – 831 7330,Fax: 021 – 831 7331 (pada jam kerja)
Email: scholarship@iief.or.id

Indonesia English Languange Study Program Cohort 9


tentang R. Esther dan Luna Lovegood

Belakangan ini, teman-teman Calist07 Kosmik, jika ingin mentertawaiku, mereka pasti menyindir-menyindir ketidakmampuanku melafalkan huruf R dengan baik dan benar -- cadel. Padahal memangnya saya yang minta begitu? Tidak. Pasti mereka tau ji itu. Cuma mereka mungkin suka kalau dengarka misalnya panggil "Riri!" atau "Syahrir Nawir Nur" atau "Torres", "Senior Junior", dan daftarlah semua kata-kata yang mengandung huruf R di dalamnya. Kalau mendengar saya melafalkannya, kalau bukan tawa menggelegarnya Icha, pasti sindirannya Riri.

Belum lagi julukan Esther--nama tokoh dalam film Orphan(2009) diperankan oleh aktris Isabelle Fuhrman-- yang sudah nyaris melekat di diriku, hampir membuat Sunshine tenggelam.



Kemudian, setelah Harry Potter and The Deathly Hallows keluar, Riri dengan polosnya mengatakan bahwa saya mirip Luna Lovegood, salah seorang tokoh teman Harry Potter dari asrama Ravenclaw yang diperankan oleh Evanna Lynch.

Hmm. memangnya saya seaneh itu ya, guys?

Rabu, 01 Desember 2010

'Merpati dan Pohon'



Ini cerita tentang seekor burung yang memilih untuk meninggalkan sarangnya, ia ingin melihat dunia lain di luar sana, dunia yang mungkin tak akan ia temukan jika ia tetap berada di sarangnya. Akhirnya burung itu terbang tinggi, ia melintasi langit biru, berhari-hari ia terbang, dan akhirnya ia menemukan sebuah bukit yang cukup hijau. Pertama kali ia melihatnya, ia tahu bukit ini adalah tempat yang tepat untuk berhenti melanjutkan diri untuk bertahan hidup.
Di bukit itu, banyak pohon rindang berjejer, berhari-hari, bahkan berminggu-minggu, burung itu terus saja berpindah bertengger dan membuat sarang di kesemua pohon yang ada di bukit itu, semua terasa nyaman. Tapi pada suatu hari, di pagi yang cerah, ia bertengger di sebuah pohon, burung itu memperhatikannya, pohon itu lebih lebat dan daunnya lebih hijau daripada pohon yang lain, dan pada saat itu burung itu merasakan hangatnya sinar matahari menyirami seluruh cahayanya di tubuhnya. Burung itu mengepak-ngepakkan sayapnya, tiba-tiba ia terbang tinggi, ia ingin menatap pohon itu dari jauh, membandingkan dengan pohon lainnya yang berjejer di padang hijau itu. Tak terlalu beda jauh, hanya saja burung itu senang akan kombinasi batang pohon istimewa itu yang tersiram langsung sinar matahari. Ia senang akan lekuk-lekuk dahan pohon itu yang cukup indah dijadikan sebuah lukisan di atas kanvas. Burung itu berpikir sejenak, sudah lama ia di padang ini, tapi baru sekarang ia sadar betapa spesial pohon itu, burung itu kembali mengepakan sayapnya dan terbang melesat menuju pohon itu untuk membuat sangkar. Itu sudah keputusannya, dan juga nalurinya.

Sudah lama burung itu menetap di padang hijau itu, dan terus setia berada di pohon itu. Padahal sang pohon tak selamanya ramah padanya, pohon itu kadang menjatuhkan dahannya secara tiba-tiba menimpa burung itu hingga kesakitan, pohon itu kadang tak kuat menahan sangkar sang burung hingga jatuh dan burung itu harus kembali membangun sangkarnya secara sedikit demi sedikit. Kadang di kala hujan, pohon besar itu tak mampu melindung burung hingga sayapnya basah kuyup. Tapi burung itu tetap setia pada pohon itu, ia jatuh cinta, saat pertama kali menikmati cahaya matahari dari pohon itu berbulan-bulan lalu.

Hingga suatu hari, sang burung mendengar suara samar-samar yang cukup dikenalnya, suara kicauan dari bangsanya sendiri.

Tak lama ia melihat segerombolan burung datang, begitu banyak jumlahnya, dan berwarna-warni dan berbagai macam bentuknya, ia melihat dirinya, hanya seekor merpati yang putih polos, yang bulunya sudah mulai kecoklatan hanya karena pohon ini sungguh tak ramah. Burung-burung itu berhenti di padang hijau, mulai bertengger di semua pohon, hanya saja lama-kelamaan burung-burung indah itu mulai berpindah ke pohon kesayangan sang burung merpati, mereka berkicau bersahut-sahutan, langsung membuat sarang dimana-mana, dan anehnya perasaan sang merpati mengatakan, bahwa pohon ini senang dihinggapi banyak burung-burung indah, bukan burung sederhana seperti dirinya. Burung itu tertunduk lemas, ia merasa pohon ini tak lagi spesial untuk dirinya, ia tak bisa lagi menikmati betul siraman cahaya matahari pagi karena banyak sangkar yang menghalanginya. Sangkar yang lebih indah tentunya.dan akhirnya burung itu memilih pergi jauh mengepakan sayapnya, ia sama sekali tak berbalik ke pohon itu, yang dari jauh bukan berwarna hijau saja, tapi berwarna-warni karena banyak burung indah bertengger di dahannya.
*


*Dari note sahabat Dini Imanwaty Awal di Facebook berjudul Untitled.

THE AIRPORTS

Salah satu hal yang paling saya tunggu-tunggu saat mengetahui saya akan ke Amerika adalah transit ke bandara di beberapa negara. Awalnya saya menyangka rute perjalananku seperti ini :
Jakarta-Tokyo-San Fransisco-Tucson.
ternyata, baru saat berada di Cengkareng, rutenya tidak seperti itu, tapi:
Jakarta-Tokyo-Los Angeles-Tucson. [berangkat ke Amerika]
Tucson-Los Angeles-Tokyo-Singapore-Jakarta [pulang ke Indonesia]

Wah, ternyata saya akan transit di Los Angeles, Tokyo dan Singapore! senang bukan kepalang. Unbelieveable.

Ini beberapa foto-foto dari AIRPORTS yang saya singgahi:


with Hera, at Cengkareng, Penerbangan International, Jakarta, Indonesia.


with Agus, my friend of IELSP, at Narita International Airport, Tokyo, Japan.


in LAX, Los Angeles International Airport, LA, USA.


Finally, arrived safely in Tucson International Airport, Arizona, USA


In front of Skytrain, at Changi International Airport, Singapore [back to Indonesia]


with Yeyen. "This is Changi Int'l Airport!! the biggest airport in the world!!"

Well, sekali lagi saya mau bilang, thanks IIE, IIEF, IELSP for making this all happened to me. Thank God.

LAX part II

Los Angeles, Department of Homeland Security. US Customs and Border Protection, LAX, 13 June 2010.

.....
Tapi sayang sekali, loketnya sedang kosong saat giliranku tiba. Mau tidak mau, saya pun menuju loketnya.

Di papan nama pada seragamnya, tertulis Ly. Saya meletakkan semua dokumen di atas mejanya. Lalu dia bertanya padaku seperti ini :

"So, why you coming to US today?"
"I want to study English in University of Arizona.."
"University of Arizona?"
"Yes.."
"Just English?"
"Yes.."


Dia lalu membuka J-1 ku, mencap sana sini, tanda tangan disana sini, memintaku fingerprint, foto sebentar, lalu bertanya lagi padaku setelah melihat foto Visa ku,
"Oooh...you look like still a baby.."
Saya tersenyum. Oh Tuhan, memangnya saya kelihatan seperti anak SD ya?
"What you want to be when you grow up?"
Saya tidak tahu dia berkata apa.
"Excuse me?"
Dia mengulang pertanyaannya. Saya masih tidak mengerti.
Baru kemudian selama beberapa detik diam, saya paham dan menjawab, "Oooh, I want to be a journalist.." Nah kan, pertanyaan ini kan cuma untuk anak SD!
"Journalist? Great!"
Kemudian dia mengembalikan semua dokumenku dan berkata, "Welcome to United States!"
And I replied, "Thank you..."

Saya sadar saya yang paling awal selesai diantara teman-teman lain. Saya menunggu mereka di sudut ruangan saat Yudi, dibawa ke Secondary Inspection oleh seorang petugas yang melihatku dan berkata, "Hey, this is your friend, she's good..she's good.."*

Love,
Sunshine



*apa coba maksudnya bilang begitu?

Minggu, 28 November 2010

Nurani 2010

Malam ini, mestinya saya menyelesaikan kerjaan blog! alih-alih menulis dan update blog personalku ini. Tapi, taulah kalo dibelai kemalasan dan prokrastinasi, jadinya saya mau cerita sedikit tentang Nurani 2010. Acara sosialisasi almamater--alias pengkaderan lembaga di jurusan Komunikasi Unhas, Kosmik-Korps Mahasiswa Ilmu Komunikasi.



Lokasi Nurani tahun ini di desa Paccekke', Kabupaten Barru, sekitar tiga jam naik mobil dari Makassar. Mulai Kamis-Minggu, 25-28 November 2010.

Saya tiba disana hari Jumat sore. Berangkat sama Riri, Wulan, Qbond, Febry dan Indah naik mobil Panther. Sampai di Barru, singgah di rumahnya Wulan makan siang dan sholat Dhuhur dulu baru lanjut ke depan Mangkoso dan menunggu dijemput ke lokasi Nurani.




Awesome view.

Paccekke' itu seperti desa yang terisolasi dari kota. Gunung hijau besar tinggi dengan kabut di puncaknya. Kadang, kalau malam dan kita bicara, keluar kabut dari mulut. Ada lapangan luas hijau yang jadi lapangan bola. Di depannya ada tugu pahlawan berderet-deret warna putih.

Aula PNPM-MP jadi tempat acara utama. Satu rumah jadi dapur. Kita tinggal sekitar 30 meter dari situ, di rumah-rumah warga, terpisah-pisah.

Banyak tai sapi di jalanan. Betul-betul harus hati-hati jalan kalau tidak mau sandal jadi korban. Beberapa anjing berkeliaran, pas malam, suasananya horor! gelap dan auman anjing bersahut-sahutan mengerikan. Pas sekali jadi lokasi syuting film horror atau vampire.

Air mandinya dingin seperti es. Tapi saya dan teman-teman lain suka. Kind of fresh from mountain. Dingin, menyegarkan. Selalu mau mandi dan mandi.

Keluhanku disana cuma satu. Makanan. Padahal itu main topic dan main factor sebuah acara, kan? Masalahnya adalah peserta dan panitia Nurani itu adalah semua mahasiswa baru 2010 Ilmu Komunikasi. Jadinya....tidak terkoordinasi dengan baik. Kacau. Apalagi konsumsi.

Malam persembahannya juga asik, utamanya POM POM BOYSnya. Seru saja liat cowok-cowok CONG nge-dance dengan lagu remix yang bikin ikutan joget juga. Seribu ketawa buat mereka.

Pas malam pengukuhan itu, sakral. Banyak yang terharu pas Mars Kosmik dinyanyikan berkali-kali.

Ini Nurani ketiga yang saya datangi. Nurani ku, Nurani 2009 dan ini: Nurani 2010. Masing-masing punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Dan saya rasa, tiap tahun jadi lebih baik juga dari segala segi.


Selamat datang untuk Mahasiswa 2010! Selamat ber-KOSMIK yaaa!


Love,
Sunshine

new template. new theme.

ganti template baru lagi.
ganti theme baru lagi.

dulu nama blog ini Lukisan Mentari, saya ubah jadi Sunshine Song, inspired by Jason Mraz song in his album, "Sunshine Song"

semoga tetap rajin writing, posting and sharing!


Minggu, 21 November 2010

LAX

Los Angeles, 13 Juni 2010

Disinilah entry point kami masuk United States. Bersembilan belas, ditemani Mba Fenty, chaperone kami dari Jakarta hingga Tucson.


Sebelum turun dari United Airlines, pramugari pesawat menginformasikan ke seluruh penumpang untuk menunjukkan passport di halaman foto saat masuk di gate.

Saat itu saya berada di Los Angeles International Airport, LAX.

Kami sudah disambut oleh petugas bandara yang berseragam biru gelap. Tidak ada senyum. Mereka bertampang serius memeriksa dan mengamati. Saya gugup luarbiasa. Disini, kami benar-benar harus jaga sikap. Tidak boleh bertingkah macam-macam, apalagi mau sekedar berfoto, it's a BIG NO.

Kami masuk ke sebuah ruangan yang cukup besar dengan meja-meja petugas imigrasi berderetan. Antrian panjang berbentuk ular. Kami, bersembilan belas mengantri paling belakang. Saya mencoba relax dengan mengamati ruangan itu. Ada beberapa televisi yang menayangkan tayangan yang sama berulang-ulang, tentang Amerika.

Antrian maju cukup cepat. Saya menyiapkan passport,J-1, kartu imigrasi dan tiket.

Diantara petugas imigrasi, ada seorang petugas yang menarik perhatian saya. Laki-laki berumur paruh baya, berbadan besar yang wajahnya jahat dan berkata keras. Sepertinya dia keturunan Cina. Dalam hati saya berkata saya tidak mau diperiksa di loketnya. Saya mau petugas lain.

Tapi sayang sekali, loketnya sedang kosong saat giliranku tiba. Mau tidak mau, saya pun menuju loketnya.

Saya paling duluan selesai dari bagian imigrasi. Teman-teman lain masih diperiksa, semua laki-laki masuk Secondary Inspection.

Dari imigrasi, lalu kami berjalan cukup jauh menuju baggage, yang bentuknya seperti lingkaran berjalan. Mengambil koper teman-teman lain yang masih belum keluar. Saya mengumpulkan koperku dan menaruhnya di kereta dorong. Teman-teman yang sudah tiba, mengikutiku.

Selanjutnya, kami ke bagian Customs, untuk melaporkan barang bawaan apa saja yang kami bawa. Koper saya bersih. Saya lolos dengan mudah dan cepat.

Kemudian, kami berjalan lagi, dan memasukkan kembali koper kami ke bagasi, karena harus melanjutkan perjalanan ke Tucson.

Saya mengira, pemeriksaan ini itu sudah selesai....

Kami, setelah lengkap 19, keluar bandara. setelah berfoto di depan bandara, kami berjalan lagi cukup jauh. saya menghirup udara Los Angeles. saya berjalan dan menapak di tanahnya. melihat mobil-mobil dan jalan rayanya. Sungguh, saat menulis ini, saya masih merasa tidak percaya.

kami harus segera check in untuk penerbangan selanjutnya. kami harus melewati lagi security section di lantai atas. disini; tiket dan passport diperiksa. laptop dikeluarkan. sepatu dicopot. semua bawaan ditaruh di beberapa kotak yang akan melewati scanning.

saya diminta menunggu di sebuah sudut oleh petugas laki-laki. selanjutnya, seorang petugas perempuan berkulit hitam dan berbadan besar, memeriksa saya seluruh badan. cepat, langsung dan terasa tidak nyaman.

setelah selesai diperiksa, saya membereskan semua barang-barang dari kotak-kotak scan. memasukkan laptop ke ransel, memakai sepatu dan...selesai.

kami harus menunggu kira-kira tujuh jam di LAX ini sampai penerbangan selanjutnya ke Tucson.


Love,
Sunshine

Buku Sajak Pertama

M. Aan Mansyur.

Kak Aan adalah seorang penulis. Sehingga saya sulit mengandaikan dirinya seperti sebuah buku jenis apa.

Bagiku, dia adalah buku sajak pertamaku. Buku sajak dengan kumpulan kata-kata susah namun merasuk dan indah. Sebuah buku sajak yang cerdas, lugas dan penuh makna.

Hanya karena saya baru belajar sajak-sajak darinya, membuat saya merasa benar-benar bodoh membacanya. Kadang, setiap menemukan makna dalam baris-baris puisinya saya kagum dua kali. Kagum pada diriku yang berhasil memaknai puisinya dan kagum pada makna puisi itu sendiri.

Dunia yang Lengang adalah sajak yang saya sangat suka begitu membacanya satu dan pertama kali. Jika itu kalimat bualan yang tidak murahan. Kemudian Tiga Catatan Terakhir yang dibacakannya langsung, tentang kunang-kunang dan cahaya mata, membuat kita tersihir mendengar apalagi membacanya.

Dia juga penggila kata dan kalimat. Yang sering mengajukan pertanyaan-pertanyaan sederhana namun sulit dijawab. Dia juga menjadi sumber jawaban atas rasa ingin tahu ku yang kadang muncul tidak pada waktu dan tempat yang benar. Saya, entah kenapa, selalu mau tahu semuanya, dan Kak Aan menjadi salah satu tempat bertanya yang terpercaya.

Mengenalnya, buku-buku menjadi hal yang langka dan mudah diperoleh di saat yang sama.

Love,
Ri

Harry Potter and The Deathly Hallows Part 1 (2010)



Rating : 8.3/10
Director : David Yates
Writer : Steve Kloves. based on J.K. Rowling novel
Cast : Daniel Radcliffe, Emma Watson and Rupert Grint
Release :18 November 2010 (Indonesia)
Budget : £150,000,000 (estimated)


Menurut kalian, which one is better. Membagi kisah Harry Potter ini menjadi dua bagian, atau menjadikannya satu namun banyak bagian dari buku yang dibuang begitu saja?

Film ini sudah ditunggu-tunggu kehadirannya sejak seri ke-6 nya selesai diputar di bioskop seluruh dunia awal 2009. Seri sebelumnya berakhir agak mengecewakan dengan kekurangan disana-sini, namun David Yates membuktikan kepada semua penggemarnya bahwa dia masih mampu membawa seri terakhir kisah Harry Potter ini lebih baik lagi.

Film berdurasi 146 menit ini benar-benar memesona kita dari awal hingga akhir cerita. Akting Daniel Radcliffe, Rupert Grint dan Emma Watson tidak usah diragukan lagi, mengingat mereka telah membangunnya sejak 2004- Harry Potter and The Sorcerer's Stone dibuat. Di seri akhir kisah ini, mereka menyelesaikan pekerjaan mereka dengan baik pula.

Bagi yang sudah membaca apalagi penggemar bukunya, tentu sudah hafal jalan cerita dari film ini. Semua tertebak, teringat dan berjalan sesuai dugaan, persis seperti yang ada pada bukunya. Namun bukan berarti film ini kosong kejutan. Dengan cerdiknya, sutradara memberi sentuhan kecil, sekilas, yang tiba-tiba membuatmu teriak, terbahak dan terharu.

Artistik dari make up, kostum dan efek visual, semua luar biasa. Kesan seram, mistis, gelap, horor berhasil ditonjolkannya dengan tidak lupa menyisipkan humor kecil di setiap adegan. Berhasil. Penonton tertawa lepas, menikmati tingkah konyol Ron Weasley saat merayu Hermione Granger, misalnya.

Keseluruhan adegan, artistik, music score, dan shot-shot yang memukau menjadikan film ini mestinya menjadi seri terbaik Harry Potter yang pernah ada. Dan walaupun film ini dibagi menjadi dua bagian, ia ditutup dengan ending yang membuat penonton merasa harus mengikuti kelanjutan ceritanya di part 2, pada 2011.


have a nice watching!
Love,

Sunshine

Rabu, 17 November 2010

The Way Home (2002)

How close are you guys with your grandmothers or grandfathers?
Bukankah kakek Nenekmu juga adalah bagian dari sejarahmu?
......


The Way Home bercerita tentang seorang cucu yang tinggal selama beberapa minggu dengan Nenek yang tidak pernah ditemuinya. Neneknya seorang wanita tua renta bongkok yang miskin dan hidup sendiri diatas pegunungan. Sehari-harinya dia mengangkat air, memasak, berjualan di pasar dan hidup sendiri di gubuk tuanya. Neneknya seorang yang bisu.
Cucunya seorang anak laki-laki kurang ajar, tidak tahu diri yang malas dan berasal dari kota Seoul. Gayanya lagak anak orang kaya dan sombongnya luar biasa. Dia seringkali mengatai neneknya bisu dan tidak berguna.
Lalu, hari demi hari mereka jalani dan lewati bersama-sama. Neneknya yang begitu sabar dan sayang pada cucunya, dia berkorban uang, tenaga dan perasaan demi membuat cucunya bahagia dan senang, tanpa berharap sesuatu apapun.

Film ini benar-benar membuat saya banjir airmata menontonnya. Menyentuh dan mengharukan, tipikal produksi film-film Korea maupun serial TVnya. Penuh pesan moral dan sangat menghibur...


Have a nice watching!
sunshine

wrongman

Maman Ashari Hasan Tjokke, sapaan akrabnya Kak Cokke atau Wrongman, bagiku adalah sebuah buku self helper yang komplit. Buku yang akan saya cari saat ingin mengetahui sesuatu, buku yang biasa-biasa saja dari sampulnya: tak ada gambar atau desain yang membuat bingung, namun tertulis jelas disitu bahwa dia menyediakan berbagai jenis informasi dan dengan senang hati membaginya padamu.

1001 CARA TAKTIS SEGALA MASALAH

Andai Kak Cokke adalah sebuah buku, mungkin judulnya akan seperti itu. Dia bukan buku bestseller dan tidak juga ditulis oleh penulis terkenal dan mapan. Tapi dia punya kans penggemar tersendiri, yang bahkan rela-rela saja misalnya, berjalan jauh hanya untuk membelinya atau mengocek kantong yang lumayan besar. But when you've already read it, you knew it's all worthed.

.....

*Sunshine


Selasa, 02 November 2010

Buku-Buku yang Belum Kuselesaikan dan Berharap Segera Selesai






Sabtu, 23 Oktober 2010

Tentang Bintang



Tentang Bintang
:riana

bintang selalu diletakkan
begitu jauh dari jangkau.

apakah bintang akan padam
ketika aku sentuh? atau aku
akan terbakar? menurutmu?

aku selalu lebih suka malam
dibasahi hujan—kehangatan
perlahan tumbuh di tubuhku.

dan aku akan lebih leluasa
mengangankan matamu
lebih bintang, lebih dekat.

apakah matamu akan padam
ketika aku sentuh? atau aku
akan terkapar? menurutmu?

aku selalu lebih suka malam
dibasuhi hujan—keriangan
perlahan tambah di tabahku.

dan aku akan lebih terbiasa
menginginkan matamu
tetap bintang, tetap dekat.


from: aanmansyur.blogspot.com

Lost



Just because I'm losing
Doesn't mean I'm lost
Doesn't mean I'll stop
Doesn't mean I'm across

(Lost-Coldplay)

This night, I want to talk about LOST.

Baru-baru ini pulpen merk G-TEC seharga $2.80 yang saya beli di Changi Airport, Singapore, hilang entah kemana. Saya lupa menaruhnya dimana. Padahal saya suka sekali pulpen itu, warna hitam dan saya lapisi dengan pen-holder khas Kalimantan dari Habib.
Pulpen G-TEC itu saya beli sepasang. Satunya tinta hitam, yang hilang itu, dan satunya lagi, tinta biru. Pulpen biru itulah yang kini menemaniku di tiap-tiap lembar ujian dan di tiap-tiap kelas.
Saya pun segera melupakan pulpen G-TEC hitam itu walaupun sekali-sekali berpikir tentangnya.


SAYA kemudian, sambil menulis ini, mencoba mengingat-ingat, selain pulpen itu, saya telah kehilangan apa lagi.
..............

JAWABNYA: no more.

Lalu saya mengingat teman-temanku di Kosmik, satu persatu dan menyadari, saya masih lebih beruntung belum pernah merasakan kehilangan salah satu orangtua. ORANGTUA! HILANG! Membayangkannya pun tidak bisa. Saya ingat Tira, saat ayahnya meninggal, di pagi itu, dia datang ke rumah dengan niat menitipkan tugas kuliahnya padaku. Saat saya bertanya alasannya tidak ke kampus, dia menjawab ayahnya meninggal dan dia menangis dan kami berpelukan dan saya memintanya sabar. Sungguh, saya tidak tahu PERSIS apa yang dirasakannya.
Saya juga ingat Tya yang bapaknya meninggal karena sakit. Saya ingat pergi menjenguk bapaknya di rumah sakit beberapa kali bersama teman-teman lain. Saya juga ingat hari bapaknya meninggal. Tapi saya juga masih tidak tahu PERSIS bagaimana sedih hatinya.
Kemudian, entah di tahun ini, begitu banyak kabar kehilangan yang saya terima; Bapaknya Nd dan kemudian Neneknya Bwave....

I know one thing is for sure, that must be really PAINFUL.
Karena kehilangan sesuatu selalu menyisakan rasa perih, sakit dan sesal.

Saya pernah membaca kalimat seperti ini, "The most potential person who could hurt you is someone you really love.." Orang yang kau sayang itulah yang bisa menyakitimu.

Karena saat kalian kehilangan seseorang yang kalian sayangi sepenuh hati, kalian juga kehilangan CINTA dan KASIH SAYANG dari mereka. Dan menurut saya, HAL itulah yang paling menyakitkan dari losing someone we love. Kenyataan bahwa kita tidak bisa lagi berbagi kasih sayang dengan mereka.

HIDUP itu beginilah. Selalu ada waktu belajar, waktu memetik pelajaran, menarik hikmah, mencari kesimpulan. BELAJAR. Tidak sehari dua hari, pelajaran itu berlangsung seumur hidup, bertahap-tahap. Tidak semua orang mendapat ujian yang sama. dan kita tidak diberikan ujian yang tidak sesuai dengan kelas kita. semua punya porsi masing-masing.



Love,
Sunshine

Kamis, 21 Oktober 2010

blank. blink.

PICTURE 1




membuka-buka lagi album foto di facebook, "Sama Teman-Teman", menemukan banyak sekali foto lama. Ini salah satunya. Saya yang pake jilbab merah pink menghalau terik silau matahari, sedangkan Tya, asik sekali motret. Guess who's taking this picture? YEP. HIM.


PICTURE 2





Ini salah satu lagi foto dari album foto itu. Lokasi di salah satu SD daerah Antang, saya lupa SD apa namanya. Kita sedang take gambar Video Pembelajaran dan Rahma jadi Astradanya! Person who took this picture? WRONG, NOOOT HIM.