Tampilkan postingan dengan label Events. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Events. Tampilkan semua postingan

Selasa, 10 Januari 2012

Waiting for Godot



Waiting for Godot merupakan naskah teater yang dibuat oleh Samuel Beckett (di Indonesia diterjemahkan oleh Farid Bambang S.J). Bercerita tentang dua laki-laki bernama Estragon dan Vladimir yang terus menerus menunggu kedatangan Godot. Selama penantian inilah mereka membicarakan dan melakukan banyak hal, termasuk bertemu dengan Pozzo dan Lucky.

Di Makassar, pemutaran tragikomedi dua babak ini disutradarai oleh Shinta Febriany, seniman sekaligus aktris, sutradara dan penulis naskah teater serta penyair. Waiting for Godot sendiri diputar selama 5 hari sejak 7-11 Januari 2012 di Gedung Kesenian Societeit De Harmonie. Pemutarannya dimulai pukul 20.00 WITA dan berdurasi 150 menit.

"Di naskah teater sepanjang masa ini Beckett menghimpun tokoh-tokoh dengan karakter yang sangat kuat. Ia memperlihatkan kepada kita bagaimana Vladimir dan Estragon memperlakukan harapan; bagaimana Pozzo dan Lucky saling meniadakan. Beckett meniatkannya sebagai sebuah tragikomedi. Saya menafsirnya sebagai sesuatu yang berseri. Harapan mesti dirayakan, bahkan dengan penantian panjang sekalipun"
-Shinta Febriany-

Well, pertunjukan yang dibawahi oleh Kala Teater ini menurut saya memliki andil yang cukup penting dalam memperkenalkan dunia teater dan seni peran kepada masyarakat, khususnya di Makassar. Semoga ini menjadi tanda berkembangnya budaya teater di kemudian hari.


Cheers,
Sunshine

Kamis, 03 November 2011

Menyulam Day



Jumat, 23 September 2011

Sharing Keliling di Makassar


Saya dapat info ini dari Kak Nani, anggota komunitas blogger Anging Mammiri sekaligus atasan di AstaMedia. Saya, Astrid dan Umroh pun sama-sama mengikuti acara ini di LAN Antang, Sabtu, 17 September 2011, minggu lalu.

Pesertanya dibatasi cuma 40 orang per kelas. Saya, Pyonk (adek junior di kampus), Umroh dan Astrid ikut kelas menulis. Tutor nya itu Kak Artasya Sudirman yang cantik. Dia penyiar Radio Motion 97,5 FM ,penulis dan juga jago nyanyi. Overall, kelasnya asik dan fun walaupun berada di jam-jam 'tidur siang'. :)

And this is some pics from the event!



Me with Kak Tasya



Foto bareng kelas menulis. #sharingkeliling


Info event ini bisa dilihat lengkap disini

Senin, 12 September 2011

Konser Akustik Jason Mraz yang Bikin Galau

Konser Akustik Jason Mraz dan Toca Rivera

Tadi ini, pas baru saja masuk kantor, buka laptop, online. 2 mentions langsung masuk di Echofon. Ada dua. Dari @ellawahab dan @supersyahrir. Dua-duanya mengabarkan tentang Konser Akustik Jason Mraz dan Toca Rivera yang akan diadakan 9 November nanti di Bali. Pas baca kabar beritanya disini , asli saya langsung galau, segalau-galaunya. Ndak fokus, bayangan ke Bali nonton dan liat aksi Jason Mraz dan partnernya, Toca, langsung muncul bertubi-tubi.

Asli, belum kelar galau skripsi, muncul lagi galau konser ini.

I'M A FAN OF JASON MRAZ, totally.

Pas di Tucson, saya memborong semua albumnya di Bestbuy. Hadiah ultah kemarin, saya dikasih kaos Jason Mraz warna putih dari teman saya, Syahrir. Kaos itu menjadi kaos kesayanganku sampai sekarang.

Semoga ada rejeki yaaa, Jason Mraz dan Toca. Saya bisa pergi nonton konser kalian. Kalau kali ini belum bisa, mungkin lain kali di tempat yang berbeda yaaa. Tapi saya akan tetap berusaha, kok. Masalahnya jarak Makassar-Bali itu jauh, mahal ongkos pula. Oke?


Love,
Sunshine

Rabu, 06 Juli 2011

Menonton Teater

Kalian pernah menonton teater? Belum? Yah, sayang sekali.

Dari akun Twitter Kak @shintafebrianys dan Kak @aanmansyur, saya jadi tahu kalau ada festival teater monolog digelar di Gedung Kesenian Makassar tanggal 1-4 Juli. Acara ini diadakan oleh Kala Teater setiap tahun. Penasaran dan ingin melihat hal baru, saya pun datang bersama Nita, Dini, Tya, Muthe, Resti, Ela, Tito dan Indah. Saya datang di hari ke-2 dan hari terakhir.

Dan sungguh, saya begitu senang menonton teater monolog. Mungkin karena pertama kali ya? Di hari ke-2 itu, saya datang bersama Dini, Nita dan Muthe. Kami duduk pas di depan panggung sehingga semua terlihat jelas. Kami sangat menikmati akting Andayani Alam yang berperan sebagai Prita dalam naskah 'Prita Istri Kita' kemudian Eko Dayan dan Fadli Amir memainkan naskah yang sama berjudul 'Cermin'.

Di hari terakhir, saya datang bersama Indah, Tya, Nita, Ela, Resty dan Tito yang sibuk motret. Kami menonton penampilan khusus Onche Mukhlis yang berakting sebagai Misbach Jazuli, dalam naskah 'Kasir Kita' karya Arifin C. Noer. Setelah itu, penampilan Luna Vidya yang memukau dengan aktingnya sebagai Marni, tawanan TKI di Malaysia dalam naskah 'Tolong' karya Nano Riantiarno.

Yang namanya teater itu sungguh sebuah pertunjukkan sederhana sekaligus mewah. Mampu memukau kita dengan isu dan pesan-pesan moral dalam setiap dialog yang diujar pemain. Taeter itu seni akting melebihi film maupun sinetron sebab ditonton LIVE dan melibatkan ekspresi, emosi jiwa dan raga.


Love,
Sunshine

Luna Vidya dalam 'Tolong'

Andayani Alam dalam naskah 'Prita, Istri Kita'

Penampilan khusus Onche Mukhlis dalam naskah 'Kasir Kita'

Selasa, 21 Juni 2011

Berkunjung ke TPA Antang, Makassar

Sudah dengar kan kabar SKW- Sanggar Kegiatan Warga di TPA Antang terbakar Jumat (17/06) lalu? Karena saya, Dini dan kawan-kawan lain pernah punya kenangan disana selama beberapa minggu, maka kami pun berkunjung kesana tadi sore membawa sumbangan beberapa buku dan dana seadanya. Maka inilah keadaan yang bisa saya rekam.

Bercanda dengan anak-anak ini :)

Tinggal puing saja

Masih semangat belajar


Bermain di tanah kosong bekas kebakaran


The TEAM : Nita, Saya, Ilham, Tya, Dini dan Romi. Indah take a picture. :)


Jika kalian punya sedikit waktu, dana dan tenaga, tak ada ruginya meluangkan untuk tempat ini dan anak-anak ini. Tak ada salahnya untuk sedikit peduli, bukan?


Love,
Sunshine

Senin, 20 Juni 2011

Me and #MIWF

Foto bareng dengan Pak Sapardi Djoko Damono. So lucky :)


Rasanya senang sekali bisa jadi bagian di Makassar International Writers Festival. Bertemu orang-orang hebat, menjalin kerjasama tim dengan orang-orang baru, ke tempat-tempat baru, semuanya pengalaman baru buat saya.

Tentu saja semua itu mungkin takkan begitu berarti jika bukan Calistoners yang menemani selama 5 hari bekerja sebagai volunteer acara itu. Walaupun kadangkala kita sirik-sirikan, ngambek-ngambekan, patotoai tapi mungkin yang paling saya ingat pas makan nasi bungkus bareng di Taman Macan, gelap-gelapan pula. Kami saling tukar-tukaran pegang senter handphone untuk ganti-gantian menerangi.

Melihat untuk pertama kali Sapardi Djoko Damono membacakan puisinya dengan megah di atas panggung saat acara pembukaan MIWF di Ballairate. Saya bertemu dengan 6 penulis asing dari Writers Unlimited yang kegilaan dan kehebatannya hampir setara. Saya merinding saat Khrisna Pabhicara mendeklamasikan puisi di dermaga Barranglompo saat duet dengan Rodaan Al Galidi. Saya bertemu lagi dengan Wildhan, teman sesama IELSP Cohort 7 dari Makassar kemarin. Saya bertemu dengan Trinity, penulis buku 'The Naked Traveler' walaupun sayangnya tak sempat foto bareng.

Semuanya, 5 hari. 13-17 Juni 2011 kemarin, begitu sangat berkesan.

Love,
Sunshine

#MIWF Debat Penyair versus Politisi

Di malam Debat Penyair versus Politisi, halaman depan Museum Kota Makassar

#MIWF 3rd Day.
Museum Kota, sekitar pukul 7 malam.

Setelah siangnya dari Pulau Barrang Lompo, kegiatan MIWF berpusat kemudian di Museum Kota Makassar. Acara Community Program: Poet versus Politician dilangsungkan setelah sebelumnya penulis dari Writers Unlimited maupun penulis lokal naik satu persatu membacakan puisi karyanya. Dan lagi-lagi yang paling seru dan mengundang banyak tepuk tangan adalah duet poet dari Rodhaan Al Galidi dan Khrisna Pabhicara saat membaca, "I Want to Lie Beside You" dan 3 puisi lainnya.

#MIWF Workshop oleh Riri Riza

#MIWF Day Three
15 June 2011


Sayang sekali Workshop Adaptation from Literature to Cinema oleh Riri Riza di Hotel Santika diadakan bersamaan dengan Community Program, Menulis Membuka Jalan oleh Ryana Mustamin di Museum Kota Makassar, sehingga saya hanya bisa menghadiri salah satunya.

Workshop Adaptasi Karya Sastra ke Sinema oleh Riri Riza diadakan di Spermonde, Lt. 11 Hotel Santika, Makassar. Peserta yang berjumlah sekitar dua puluh orang memenuhi lounge. Mereka dengan penuh perhatian mendengarkan penjelasan Riri Riza saat membawa materi.

Mulai dari Genre System sebuah film, yaitu pembedaan film menurut genre nya. Bahwa jika kita ingin memproduksi sebuah film, kita harus tahu jelas mau dibawa ke arah mana genre nya. Tentang skenario film, langkah-langkah jika kita ingin mengadaptasi karya sastra ke film, membahas contoh film Laskar Pelangi dan Sang Pemimpi yang dia sutradarai, tantangan proses adaptasi, The Hollywood Way hingga rancangan cerita sebuah film.

Kemudian Riri juga meminta kita membaca salah satu dari 3 cerpen yang dia sediakan, untuk kita pilih dibuatkan rancangan cerita jika cerpen itu ingin dijadikan sebuah film. Ada 3 cerpen, Pring-Re-Ke-Tek Gunung Amping Ambrol karya Seno Gumira Ajidarma, Palmerah Underground karya Bre Redana dan Pembenci Jakarta karya Lily Yulianti Farid.



Love,
Sunshine :)

#MIWF Tur Barranglompo

Barrang Lompo Island


Sebagai volunteer merangkap LO, hari ini kami dijadwalkan akan ke Pulau Barrang Lompo melakukan tur bersama penulis-penulis dari Writers Unlimited. Maka pukul sembilan pagi tepat, kami pun berangkat dari Valentino Hotel.

Pulau Barrang Lompo ditempuh selama kira-kira dua puluh menit dengan speed boat dari dermaga belakang Popsa, Makassar. Kami menggunakan dua speed boat, satu berwarna putih, satunya berwarna kuning. Bagi saya, ini menjadi perjalanan pertama kali kesana.
Kak Lily Yulianti, Kak Shinta Febriany dan para Writers Unlimited


Jumlah kami kurang lebih tiga puluh orang. Selain 6 orang volunteer, 4 staf pemkot dan 2 orang fotografer, selebihnya adalah penulis.

Kami mengelilingi beberapa tempat di pulau yang luasnya 3 hektar itu dengan berjalan kaki. Cuaca sangat panas terik, belum lagi kondisi pulau yang kering dan berpasir. Kami melewati mesjid, sekolah, melihat pohon jenis vikus- pohon yang mampu hidup di atas bangunan- hingga lorong paling terkenal disana: Lorong Janda*. Kami pun sering sekali terkejut dengan betapa banyaknya 'odong-odong'- jenis transportasi yang dipakai disana- yang lewat dengan bunyi musiknya yang berdentam-dentam, kebanyakan musik lagu India.

Setelah lelah dan puas mengelilingi pulau dan mengambil banyak sekali foto, kami pun makan siang bersama. Menu nasi, ikan bakar, sup dan sambal mangga pun tandas dalam sekejap. Setelah makan siang kami kemudian ke dermaga.
Kak Khrisna P dan Rodhaan Al Galidi di dermaga Pulau Barrang Lompo membaca puisi


Di antara kesibukan warga di dermaga, Rodhaan Al Galidi naik ke tempat yang agak tinggi bersama Wildhan dan Khrisna Pabhicara. Mereka bertiga membacakan puisi dalam tiga bahasa. Puisi karya Rodhaan yang akan dibacanya dalam versi Dutch, Wildhan dalam versi Bahasa lalu Khrisna akan membacanya dalam versi Mangkasarak. Dapatkah kalian bayangkan jadinya akan seperti apa?

Dan tak ada yang terdengar selain tepukan riuh penonton saat mereka, khususnya pada Krishna dan Rodhaan, selesai membaca kira-kira 3 puisi. Kami bergembira mendengarkan. Kami merinding mendengarkan kata-kata dan irama yang terdengar. Betapa keindahan kata-kata dan irama menyatu dengan lautan yang terlihat dari dermaga. Setelah itu, sekitar pukul 1 siang, kami pun kembali ke hotel, beristirahat sebelum acara selanjutnya.

***

NB:
Disebut Lorong Janda, karena rumah-rumah di lorong itu adalah rumah milik seorang istri yang ditinggal suaminya pergi melaut dan belum-belum kembali.

#MIWF Opening Ceremony

#MIWF Day Two
Tuesday, 14 June 2011



Malam ini merupakan acara pembukaan resmi Makassar International Writers Festival di Ballairate, Hotel Gapura, Makassar. Selain itu, di acara ini juga diputar film dokumenter-fiksi berjudul The Irreplacable. Film penghargaan kepada Bapak Muh. Salim- penterjemah naskah I La Galigo- ini disutradarai oleh Arman Dewarti (Aliguka, 2010).

Setelah Ma'sureq dan sambutan demi sambutan dibacakan, dari Lily Yulianti Farid, selaku Direktur MIWF; Riri Riza, Direktur Rumata' Artspace; Ton Van De Langkruis selaku Direktur Writers Unlimited, dkk; dan terakhir Ilham Arief Sirajuddin, selaku Walikota Makassar. Mereka masing-masing kemudian membunyikan gong menandai dibukanya secara resmi Makassar International Writers Festival 2011 di Makassar.

Malam itu seakan lalu menjadi malamnya I La Galigo dan Alm. Muh. Salim setelah berturut-turut film 'The Irreplacable' diputar, lalu satu persatu penyair naik membacakan puisi dari naskah I La Galigo yang disadur oleh Sapardi Djoko Damono. Belum lagi musik dari petikan alat musik tradisional Makassar dan sulingnya, ditambah suasana laut dan angin malam yang berhembus.

Ingatan dan kesan paling kuat dari malam pembukaan MIWF, yaitu saat Sapardi Djoko Damono membacakan puisi sebagai penutup. I was like in trance. Di usia tua seperti itu, Sapardi masih bisa menjiwai dan memberi kekuatan pada setiap kata yang di ucapkan pada puisinya. Saya seperti disuguhkan tontonan yang sangat mewah hanya dengan melihatnya untuk pertama kali, membaca puisi karyanya di atas panggung. Tak heran kalau Sapardi Djoko Damono menjadi sastrawan yang disukai dari segala kalangan dan umur.



Love,
Sunshine
 

Makassar International Writers Festival 2011

Makassar International Writers Festival 2011

This is IT.
Event International sastra dari Makassar. Saya, teman-teman Cals dan yang lain ikut gabung sebagai volunteer selama 5 hari. Sibuk ini sibuk itu. Then, postingan setelah ini akan membahas tentang beberapa program yang sempat saya tulis.

Love,
Sunshine

Senin, 30 Mei 2011

Newlywed

Calisto7 at Fika & Taufik Wedding


Sebenarnya ini sudah lewat sebulan lebih. Tapi menganut paham BETTER LATE THAN NEVER... tak ada salahnya juga posting kali ini saya mau cerita dan pamer foto-foto pas acara syukuran nikahannya Muhdia Rafika dan Taufik Harris, 1 Mei 2011 kemarin di Gedung IMMIM Ratulangi.

Selain menghadiri acara syukuran nikahannya Fika, di 1 Mei kemarin juga tepat Rahma berulangtahun ke-22. Kita sudah berencana menghadiahkan dia dan Anita hadiah spesial. Tambahan karena saya sudah lama tidak nonton pilem dan juga sudah lama tidak ketemu Kak Aan and I kinda miss him, jadi lengkap sudah alasan-alasan itu memanggil-manggil saya kabur dari posko KKN.

Setelah siangnya nonton "?" di 21 Panakukkang dan makan sore di KFC bareng Kak An, sorenya langsung pulang ke rumah siap-siap ke kosannya Dini di daerah Aspol Tello. I did my make up there with Anita, Ira, Dini, Isti, Tya and Rahma. Untung mobilnya Papi available buat dipake antar jemput kita bertujuh, jadi as a driver for us, Kak Ega-teman bisnis Papi- juga ikut.

Berpose depan IMMIM. Rahma took a picture :)


Sampe di lokasi acara, orang sudah rame sekali. Banyak sekali yang datang. Fika memberi tema acara nikahannya ini, "Middle East". So you could imagine how the party would be, right?

Band musiknya dari Lagaligo Syndicate~ band jazz yang sudah punya nama di Makassar, ada Sarwana yang menyumbangkan beberapa lagu, trus ditengah para undangan hadir pula Pak Bondan "Maknyos". Belum lagi hidangan-hidangan yang disediakan, unik, dan namanya aneh-aneh. Tapi semuanya enak. Saya bahkan tak menyentuh 'main course' saking banyaknya coba ini itu.

Sarwana and Lagaligo Syndicate

Us with Pak Bondan "Maknyos"

GIRLS CALISTO7. Pretty!

Newlywed

me, that night :)

Sekitar pukul sepuluh malam, setelah menyempatkan foto studio Cals, kami pun pulang. Saya mengantar Tya dan Ira ke rumahnya juga Dini, Rahma dan Isti ke kosannya Dini.


Sampai di kosannya Dini, kami pun memberi 'kado spesial' buat dua teman kami yang spesial pula: lukisan sketsa buat Rahma dan mukena buat Anita.

Dan jadilah hari itu benar-benar penuh bagi saya sebelum esoknya balik lagi ke posko KKN. :D

Congratulation buat teman Calisto7, Muhdia Rafika dan suaminya, Taufik Harris as a newlywed! Happy for you, sweety! :*


Love,
Sunshine

Selasa, 15 Maret 2011

Lely Wandi Wedding

Tiga hari kemarin, Jumat sampai Minggu (11-13 Maret), saat Calisto7 boys ke Ramma, saya, Isti, Ira, Rahma, Tya dan Anita, menghadiri acara pernikahan sepupunya Dini. Riswandi dan Lely. Kalau kalian membaca postingan saya di Februari kemarin pada acara lamaran pasti tahu tentang acara nikahan ini.

Menghadiri bukan kata yang cocok. Sebab kami seperti menjadi bagian dari keluarga. Kami hadir di acara Mappaci, akad nikah dan resepsi. Untuk dua acara terakhir, kami memakai baju bodo'.

Kami memang bukan perempuan yang senang ber-make up dan selalu tampil cantik. Kami tidak biasa memakai foundation, malah saat Anita memakaikan saya eyeliner, saya menangis saking perihnya. Tapi kami tahu saat-saat seperti pesta pernikahan kami harus berdandan dan tampil cantik sebagaimana perempuan lainnya. Dan inilah beberapa foto-foto yang sebagian besar diambil dengan kamera Nikon D90 Rahma.

Lely dan Wandi. ditemani oleh Ibu Bapaknya Dini

Mappaci' Night




Isti, Ira, Saya, Anita, Tya, Rahma

Senin, 21 Februari 2011

Night for Volunteer Event Rumata'

we are as volunteer Rumata'

at Cafe Gigi, 20/02

Kami menjadi angkatan pertama volunteer dari Rumata' Event. Sebagai ucapan terimakasih, kami pun diundang makan malam oleh Om Riri dan Kak Lily di Cafe Gigi, selepas diskusi Unismuh berakhir.

Kami diberi CD Musikal Laskar Pelangi yang ditandatangani langsung oleh Om Riri Riza, juga satu buku dari Kak Lily Yulianti~ saya dapat yang Maiasaura. "Terimakasih, ya Kak!"

Maiasaura dan CD Musikal Laskar Pelangi in hand! :D

Saya senang sekali bisa jadi bagian dari Rumata'. Berkenalan dengan orang-orang baru yang hebat seperti Om Riri, Kak Lily, Kak Wendy, Kak Luna, Kak Abdi dan Kak Wulan.

Tunggu project Rumata' selanjutnya!

Event Rumata' #3 Diskusi di Unismuh, Makassar


Tidak seperti event di hari kemarin yang dimulai agak pagi, event hari ini dimulai agak malam, menjelang pukul 8 di Auditorium Al-Amien, Universitas Muhammadiyah-Unismuh, Makassar (20/02). Judul acaranya berupa Diskusi Kota dan Memori Kolektif Warga dalam Sastra, Film dan Fotografi. Kak Lily dalam sastra, Riri Riza dalam film dan Wendy Miller ~ fotografer asal Melbourne turut serta menjadi pemateri dalam foto. Moderatornya itu Kak Ami Ibrahim.

Pemateri diskusi: Riri Riza, Lily Yulianti Farid, Wendy Miller. Moderator: Ami Ibrahim


Peserta diskusi di Auditorium Al-Amien Unismuh

Walaupun acaranya Minggu malam, acara yang terselenggara oleh kerjasama dengan Fakultas Seni Rupa Unismuh, tapi peserta yang datang cukup banyak. Terlihat antusias di meja registrasi yang tumpah ruah begitu acara akan dimulai.

Meja registrasi, peserta tumpah ruah

Rumata' mengadakan diskusi ini juga sebagai ajang perkenalan. Rumata' yang memperkenalkan diri sebagai rumah budaya di Makassar akan mewadahi seni dalam sastra, film, fotografi, teater, maupun jurnalistik.

Kak Lily dan Om Riri Riza~ penggagas Rumata'-rumah budaya di Makassar

Sebab Rumata' dimaksudkan tidak semata untuk menjadi sebuah tempat dimana akan dilakukan kegiatan ekspresi seni dan budaya, melainkan juga sebuah komunitas yang hidup dan berkembang- untuk menandai kehadiran kota Makassar dalam peta kebudayaan Indonesia dan dunia. *copas dari flyer Rumata'*

Minggu, 20 Februari 2011

Event Rumata' #2: From Graha Pena to Wisma Kalla.

Masih seputar event Rumata'. Di hari kedua kemarin, 19/02, 'Jalan Sinema Riri Riza' digelar di Studio Graha Pena. Dua film karya sutradara 'Petualangan Sherina' itu, diputar; "Eliana-Eliana" (2002) dan "Drupadi" (2008). Untuk film yang kedua ini, memang tidak diputar komersil. Selain durasinya hanya 40 menit, film ini memang hanya untuk pemutaran di festival film saja.

Jadi, yang tidak datang dan menyaksikan filmnya, tentu menyesal. Karna film yang mengangkat sepenggal kisah Mahabharata ini disajikan dengan apik dengan sentuhan seni dan sejarah yang sungguh mencengangkan. Skenarionya ditulis oleh Leila S. Chudori dan dimainkan oleh Dian Sastrowardoyo, Nicholas Saputra, dkk.

Salah satu adegan film 'Drupadi'

Acara ini juga makin menarik dari diskusi yang diarahkan oleh M.Aan Mansyur. Riri Riza pun turut angkat bicara mengenai film Hollywood yang kabarnya akan dicekal masuk ke Tanah Air karena persoalan pajak.

Diskusi bersama Riri Riza dipandu oleh Aan Mansyur


Selepas dari Graha Pena, pukul 7 malam dilanjutkan dengan Launching Buku 'Family Room' karya Kak Lily Yulianti Farid di Amphitheater Wisma Kalla, performance De Lagaligo Syndicate dan Monolog dari Kak Luna Vidya. That night was wonderazing night.

Stunning monolog from Kak Luna Vidya

Amazing performance from De Lagaligo Syndicate

Buku-buku karya Kak Lily Yulianti: Makkunrai, Maiasaura dan Family Room

Registrasi girl : Me, Era, Isti, Wulan dan Anita

Jumat, 18 Februari 2011

Event Rumata' 1 at Kafe Mama


Tadi, 18/02, Rumata' menggelar opening event "Makassar adalah Rumata'" di Kafe Mama, Jl. Serui 16. Acaranya luar biasa meriah dan ramai. Saya dan teman-teman Calisto7, bekerja sebagai volunteer ~ panitia acara tersebut hingga 3 hari kedepan.

Ada Riri Riza, magnet paling kuat dalam acara tersebut. Ada Kak Lily Yulianti Farid, seorang ibu, penulis dan seniman yang luarbiasa cerdas. Ada Luna Vidya, ada Kak Aan Mansyur, ada banyak seniman, fotografer, pekerja film ~ bahkan kru dan pemain Aliguka nyaris lengkap. Hingga blogger Anging Mammiri dan entah saya tidak kenali lagi namanya satu satu.

Saya kebagian menempati tahta Registrasi bersama sahabat Wulan. Dari jam 5 sore sampai 10 malam stay di acara. LUARBIASA!!

Oia, selain opening, tadi adalah acara pameran fotoya Wendy Miller-fotografer asal Melbourne dengan kurator Armin Hari. Tema pamerannya yaitu 'I Bring Melbourne to Makassar'. Selain itu ada juga hiburan musik oleh Sese' Lawing yang charming!! Ditambah lagi penganan Kafe Mama yang super yahud dan enak!

Saya juga bersyukur sekali bisa nebeng diantar pulang sama Kak Aan pakai taksi. Jadi Dini, Isti juga bisa ikut dan terjamin aman pulangnya. Makasih ya, Kak An. Soalnya saya tidak tahu mau pulang sama siapa lagi. Sudah malam sekali bela... :D



Bersama Anita, take a picture before event. At parkiran Kafe Mama



Suasana sedang memasang foto-foto untuk pameran

Kolam ikan di Mama Cafe. cozy!


with Era, di depan meja penuh kue!



Registrasi and No Smoking Girl~ Me and Wulan




Di depan piano. Asiiiik!