Minggu, 25 Desember 2011

Family Time

This is what I love about holiday. Everybody's here. Including my family, aunts-uncles and cousins. In our rush and busy day we really have no time about gathering together in a place or go somewhere do whatever. But it's holiday, and yesterday, me and my family spent a whole day like nothing would stop us.

me and my lovely Mom

thanks Tante Ita for designing my veil


the best parent ever


together

after done touch up :) beautiful in veil!



Happy holiday, everyone!


Love,
Sunshine

Kamis, 22 Desember 2011

Konformitas

Fakta bahwa kita hidup dalam masyarakat membuat sebagian kita menjadi terlalu mendengarkan dan memikirkan apa kata orang-orang. Saya tidak mengatakan hal itu tidak baik, bukan. Hanya saja hal itu cenderung membuat kita melakukan sesuatu karena hal itu akan membuat bangga orang lain ketimbang membuat bahagia diri kita sendiri.

Tentu saja jika orang lain itu adalah mereka yang kita sayangi, itu tak terlalu menjadi masalah. Sebab cenderung jika orang yang kita sayangi bahagia, kita pun akan merasa bahagia dua kali lipat. Namun, ada sebagian orang yang bahkan mempedulikan pendapat orang yang tidak terlalu berpengaruh pada hidupnya. Gengsi? Bisa saja. Namun, memangnya kita hidup untuk mempertahankan gengsi terus menerus?

Ada hal positif untuk ini, yaitu jika kita mendengar dan kemudian berhasil (namun jarang sekali hal ini terjadi) memenuhi syarat sosial mengenai pribadi mapan. Saya menggunakan istilah ini untuk menggambarkan orang yang terlihat sempurna dalam penilaian masyarakat. Seorang yang good looking, cerdas, memiliki keluarga yang harmonis, memiliki strata pendidikan yang tinggi, memiliki pekerjaan impian dan tentu taat beragama. Jika kita berhasil memenuhi semua syarat ini, selamat, kita telah menjadi pribadi idaman.

Susanna Tamaro pernah menulis di salah satu bukunya, semacam, "Penampakan dari luar lah yang penting, yang lain bisa diabaikan". Dia menulis kalimat ini untuk menggambarkan seorang karakter dalam bukunya, yaitu seorang ibu yang terlalu mendengar apa kata orang dibanding mendengarkan apa yang diinginkan anak perempuannya, apa yang membuat anaknya bahagia.

Kadangkala, biasanya tanpa sadar, kita melakukan semua hal hanya karena orang-orang berkata ITULAH yang SEHARUSNYA kita lakukan. Meski itu sangat berlawanan dengan apa yang kita pikir dan percaya. Masyarakat menciptakan konformitas- keseragaman, indikator dan perwujudan manusia ideal itu adalah seperti INI. Kita, tentu setuju, karena itulah yang selalu terjadi. Masyarakat kita, belum terbiasa dengan perbedaan.

Jika masyarakat memutuskan bahwa kulit putih adalah warna kulit ideal- warna kulit yang SEHARUSNYA dimiliki setiap orang, maka orang-orang yang berkulit sawo matang dan coklat, akan buru-buru berusaha, bagaimanapun caranya, memutihkan kulitnya. Agar terlihat sama, seragam dan ideal. Meskipun usaha itu membuatnya mengurangi uang makannya untuk membeli kosmetik ini itu, perawatan sana sini. Meskipun itu membuatnya sangaaat lelah.

Lain halnya jika itu kita lakukan kemudian membuat kita lebih bahagia.


Love,
Sunshine

YUDISIUM

Yudisium!


doa

my bestfriend, Tya and Nita


masih Nita dan Tya. *peluk-peluk*


with Brainwave :)


ALHAMDULILLAH, YA RABB. AKHIRNYA SARJANA JUGA.

Senin, 19 Desember 2011

Kapurung Time

Sebenarnya ini foto-foto sudah hampir dua mingguan lebih yang lalu kejadian. Pas bongkar folder di laptop rasanya mau pasang di blog saja. Foto-fotonya lucu soalnya. :)

Waktu itu kebetulan saya ke kampus. Niatnya buat kerja revisi skripsi. Tapi ujung-ujungnya malah pergi ke GTC berburu Kapurung sama Uchu, Indah, Nita, Ira, Tya, dan Tri Ayu.

After Kapurung dan sudah mau pulang, eh malah singgah lagi foto-foto sama boneka salju dan rumah-rumahannya. :)



background kantin Kapurungnya Macenya Tito


Weeenaaak!!!


ekspresinya Indah yang absurd


kapurung enaaak



pose-pose lucu depan patung-patung salju


pose sama Nita

I want this as a gift

Buku-Buku yang Mengubah Dunia

Pablo Neruda | Aku Mampu Menulis Bait Paling Sedih*

Malam ini aku mampu menulis bait yang paling sedih

Menulis, seperti,'Malam pecah...
dan bintang-bintang biru gemetar dari kejauhan.'

Angin malam berputar dalam awan dan bernyanyi.

Malam ini aku mampu menulis bait yang paling sedih.
Aku cinta padanya, dan terkadang dia pun cinta padaku.

Lewat malam seperti ini, aku memegang dirinya dalam lenganku.
Aku menciumnya terus menerus di bawah langit yang tak bertepi.

Terkadang dia cinta padaku, dan aku pun cinta padanya.
Bagaimana bisa seseorang tidak mencintainya dengan mata yang besar nan sunyi.

Malam ini aku mampu menulis bait yang paling sedih.
Berpikir bahwa aku tidak memilikinya. Merasakan bahwa aku telah kehilangan dirinya.

Mendengar malam yang lapang, masih terasa makin lapang tanpa dirinya.
lalu sajak jatuh pada jiwa seperti embun di padang rumput.

Apa yang membuat cintaku tidak bisa mempertahankan dia?
Malam pecah dan dia tidak bersamaku.

Inilah semuanya. Dari kejauhan seseorang bernyanyi. Di kejauhan.
Jiwaku terluka sebab telah kehilangan dirinya.

Penglihatanku seolah-olah mencari menuju dirinya.
Hatiku pun mencarinya, dan dia tidak bersamaku.

Malam yang sama memutihkan pohon yang sama.
Kita, pada saat itu, tidak lagi sama.

Saya tak lagi cinta padanya, itu pasti, tapi betapa aku mencintainya.
Suaraku berusaha mencari angin yang bisa menyentuh telinganya.

Milik orang lain. Dia akan menjadi milik orang lain. Seperti ciuman-ciumanku sebelumnya.
Suaranya. Tubuhnya yang bersinar. Kedalaman sepasang matanya.

Saya tak lagi cinta padanya, itu pasti, tapi mungkin saya memang cinta padanya.
Cinta itu sebentar. Melupakannya akan sangat lama.

Aku memegangnya dalam dekapku setiap melewati malam seperti ini.
Jiwaku terluka sebab telah kehilangan dirinya.

Meskipun ini menjadi rasa sakit terakhir yang kuderita karenanya.
dan ini bait-bait terakhir yang kutulis untuknya.

-Pablo Neruda

*Diterjemahkan secara bebas dari puisi Pablo Neruda, I can write the saddest verses

Jumat, 16 Desember 2011

Cinderella is Just a Fairytale

Saya merindukan kisah cinta layaknya dongeng Cinderella. Kisah cinta antara gadis miskin cantik yang menikah dengan Pangeran tampan yang baik hati. Namun, seperti yang Taylor Swift bilang, "I'm not a princess. This ain't a fairytale". Hanya gadis miskin cantik bernasib baik yang benar-benar beruntunglah yang punya kisah cinta seperti Cinderella.

Cinderella seorang yatim. Ibunya meninggal waktu dia dilahirkan. Selanjutnya, ayahnya menikah dengan janda beranak dua yang jahat. Saat ayahnya pergi berpelesir, Ibu dan saudara tirinya menjadikannya pembantu di rumahnya sendiri. Hidupnya menyedihkan.

Tapi dia punya kisah cinta yang melegakan. Pangeran jatuh cinta padanya. Saking cintanya, Pangeran mendatangi satu persatu rumah di seluruh negeri untuk mencari pemilik sebelah sepatu yang ditinggalkan oleh Cinderella di malam mereka bertemu. Pangeran cinta padanya dan dia membuktikan hal itu.

Sehingga, seperih apapun dia telah diperlakukan oleh ibu dan saudara-saudara tirinya, dia masih bisa merasa bahagia oleh kisah cintanya dengan Pangeran.

Atau memang Cinderella adalah seorang yang sabar dan ikhlas. Entahlah, atau mungkin kisah seperti itu cuma khayalan tak untuk jadi nyata? Sehingga percuma saja saya merindu?


Love,
Sunshine

Kamis, 15 Desember 2011

For Girls and Her (Future) Daughters

We need to teach our daughters to distinguish between,

A man who flatters her and a man who compliments her,
A man who spends money on her and a man who invests in her,
A man who views her as property and a man who views her properly,
A man who lusts after her and man who loves her,
A man who believes he's a gift to women and a man who believes she's a gift to him.

And then we need to teach our sons to be that kind of man.

via @IslamicThinking

Aku Membayangkan

Gigiku lepas,
rambutku putih merontok,
tubuhku ringkih nan lemah.
Tapi kau tetap
ada disampingku.

*Sunshine





Love,
Sunshine

Senin, 12 Desember 2011

Kepada Puisi

Kau adalah mata
aku airmatamu

-Joko Pinurbo

Jumat, 09 Desember 2011

Clare

Clare pernah bermimpi. Suatu hari Henry akan kembali padanya dari perjalanannya mengarungi waktu. Clare sudah menghitung seratus hari sejak Henry pergi meninggalkannya tanpa pemberitahuan.

Seakan ada lubang besar dalam hatinya. Clare merasa tidak mengenal siapapun dan apapun dalam hidupnya sejak Henry pergi. Dia telah cukup dihibur oleh keluarga, teman dan sahabat-sahabat kesayangannya. Namun lubang itu terus menganga, membuat Clare harus menjalani kepura-puraan yang menjemukan dan sangat menyiksa.

Clare, bagaimanapun, harus tetap kuat di depan semua orang.

Lima puluh hari berikutnya, lubang di hatinya masih tetap ada. Namun rasa getir dan gemetarnya telah sedikit mengabur. Clare mulai menghapus Henry dalam hidupnya, sesuatu yang paling sulit yang pernah dilaluinya dalam hidup. Karena Henry pernah menjadi udara baginya, nafas dan hidupnya. Melupakan Henry berarti melupakan hidup, nafas dan udaranya.

Tapi Clare harus tetap melupakan Henry dan menjalin hubungan dengan orang lain. Membiarkan seseorang sayang padanya dan mengisi lubang di hatinya.

Clare, hingga dia terbangun, masih sayang pada Henry. Terlalu sayang bahkan untuk dikatakan.
Karena bagi Clare, Henry lah orang yang pertama dan terakhir untuknya.



Love,
Sunshine

Ultra Disc Man

Suatu Kamis pada 2008

Di Ultra Disc ada lelaki yang menarik perhatianku...
Saya tidak tahu namanya. Dia pegawai di rental VCD/DVD disitu. Dia agak cakep dan kulitnya putih. Dia mengingat saya sebagai pelanggan film yang sering sekali datang. Maklum, seminggu, saya bisa sampai tiga kali kesana. Tapi bisa juga dalam sebulan hampir tak pernah muncul.

Suatu kali dia pernah bertanya apa saya bisa Bahasa Arab. Saya jawab, tidak. Dia bilang, dia punya sesuatu dalam bahasa Arab untuk diterjemahkan. Saya bilang lagi, saya tidak bisa membantu.

Sepanjang perjalanan pulang, saya bertanya-tanya kenapa dia berpikir saya bisa berbahasa Arab. Apa karena saya pakai jilbab? Trus kenapa kalau saya pakai jilbab? Atau mungkin karena wajahku terlihat seperti punya keturunan Arab?

Saya sudah tahu hari shift-nya: Kamis malam. Jadi saat itu, hari Kamis pukul 8 malam, saya bertandang ke Ultra Disc sekalian mengembalikan kaset sewaan- waktu itu saya menyewa Mamma Mia The Movie dan Fargo. Sampai disana, saya tidak melihatnya di meja kasir seperti biasanya. Sempat kecewa, saya pun melihat-lihat jajaran film NEW RELEASE. Tidak beberapa lama saya melihat lelaki itu tengah mengatur-atur kaset film berdasarkan judulnya. Kemudian dia melihatku dan saya melihatnya melihatku. Kami bertemu mata dan saling mengangguk. Hanya itu.

Saat itu, saya ingin sekali dia menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat dan menggantikan temannya di meja kasir.

Setelah selesai, saya pun melangkah pergi. Tepat saat saya memegang pintu untuk keluar, saya mendengar suara kaset-kaset berjatuhan. Ternyata dia menjatuhkan kaset yang dia bereskan. Apakah perhatiannya teralihkan oleh kepergianku atau tidak, itu masih jadi misteri hingga sekarang. Hanya saja saat itu, entah kenapa, saya geli sendiri melihat wajahnya yang tertangkap basah olehku.



Love,
Sunshine

Kamis, 08 Desember 2011

Love is as Simple as

It's hard to make a relationship, indeed. We have to be patient, modest, and understand each other. We have to compromise, genuine, trust and care each other.

You love someone and ZAAP, like magic, he/she made you stunned when they've passed through you. You are amazingly happy when he texts you, calls you. You feel comfortably awkward when you both have nothing to talk about. Time goes faster when you're together and the road is going shorter when you're passing it together. Love is as simple as those things.


Love,
Sunshine

Ayu

Ayu.
Akhir-akhir ini setiap kali menginjakkan kaki di depan jurusan Ilmu Komunikasi, pasti, sosok gadis kecil manis ini selalu kelihatan. Namanya Ayu. Dia anaknya Bu Ida, salah satu staf jurusan yang baik hati. Ayu awalnya susaaah sekali didekati. Tapi belakangan dia sudah merasa nyaman dengan mahasiswa/i yang selalu nongkrong depan jurusan. Termasuk saya.

And this is her. and me. in some pictures we've taken.

cute


senyum

malu-malu

pegang pipi

Love,
Sunshine

My Ever Bestfriends bagian II

Mustinya saya mengerjakan revisi skripsi alih-alih membuat tulisan ini. But nevermind, everything's under control. :)

me, Isti and Rahma :)


Istina Panigoro. Dipanggil Isti. Yang satu ini sudah pernah saya bahas di tulisan lalu berjudul Twinny. Selain kami (satu sama lain) mirip satu sama lain, kami paling sering menghabiskan waktu bersama membicarakan hal-hal pribadi. Isti lah satu-satunya anak Public Relations diantara kami bertujuh. Waktu kami masih aktif kuliah, dia jarang sekali bisa bertemu dengan kami karena beda prodi- kami semua mengambil prodi jurnalistik- otomatis jadwal kuliah kami berbeda. Tapi kami tetap mampu berteman sampai sekarang.

Rakhmawaty La'lang. Atau Rahma. Tentang Rahma, saya juga sudah pernah tulis di postingan berjudul Rainbow. Dia perempuan yang unik. Suka bertualang dan fotografi. Dia supel dan penuh ide. Kadang tidak percaya diri dengan penampilannya padahal dia perempuan yang manis. Dengan Rahma, saya seriiing sekali bercerita tentang Brainwave dan hidup.

me and Ira


Andi Muhajira. Dipanggil Ira. Kalau ingat Ira, pasti ingat Sony Xperia nya yang sering sekali jadi korban motret kami kemana-mana. Awal saya mengenalnya karena sukaa sekali jalan bareng Tya. Ira orang yang baik. Jarang bercerita dan tidak banyak gaya. Dia hanya jadi teman yang baik dan tidak terlalu banyak macam-macam.

Merekalah temanku, saudara-saudara perempuanku yang lain, sahabat seperjuangan di kampus. With them, I've already through bad and good times. I love 'em with all my heart. :)



Love,
Sunshine

Selasa, 06 Desember 2011

My Girlfriend is Gumiho (2010)- Korean Drama

My Girlfriend is Gumiho (2010)
λ‚΄ μ—¬μžμΉœκ΅¬λŠ” ꡬ미호 (Nae Yeo-ja-chin-goo-neun Goo-mi-ho)
Directed by Boo Seong-cheol (λΆ€μ„±μ² )
SBS | Airing dates : 2010/08/11~2010/09/30
16 episodes
A fantasy melodrama about an immature man who meets a fox with nine tails and falls in love.
Cast : Lee Seung-gi, Sin Min-ah, Noh Min-woo-I, Park Soo-jin

Gu Mi Ho dan Cha Dae-woong

Begitu kelar ujian meja, saya langsung copy banyak serial drama korea dari HD nya Dini. Disitu ada serial berjudul My Girlfriend is Gumiho. 16 episode lengkap dengan subtitle Bahasanya. Pas nonton first episode, instantly I can't stop watching it until the end.

Ceritanya tentang laki-laki bernama Dae Woong yang tanpa sengaja membebaskan seekor Gumiho- seekor rubah berekor 9 dari lukisan di sebuah kuil. Gumiho yang sosoknya seorang gadis cantik rupawan yang mendambakan seorang suami pun lalu terus menempel pada Dae Woong sampai akhirnya mereka jatuh cinta.

Selain ceritanya yang lucu dan juga menyayat hati, main theme yang berjudul Fox Rain yang dinyanyikan Lee Sun Hee juga turut membangun atmosfir serial ini. Entah kenapa pas nonton ini saya jadi ingat kisah cinta Romeo dan Juliet. Kisah cinta yang tidak akan bisa berakhir.

Well, sejak kemunculan Endless Love dan kawan-kawan, saya jadi yakin hanya di serial drama Korea saya bisa liat lelaki menangis dan tetap kelihatan keren dan romantis.


Have a nice watching everyone!

Love,
Sunshine

Koin untuk WC Sospol

Koin Untuk WC Sospol

Forum Mahasiswa Ingin Buang Air


Mungkin ini menjadi salah satu aksi protes mahasiswa Sospol yang tidak terlampiaskan pada pihak Rektorat Unhas. Ini lagu lama, keluhan yang sudah berulang kali didengung-dengungkan mahasiswa aktif Sospol. Dan saya juga yakin ini tidak hanya terjadi di Fakultas Sospol, deritanya sudah kian menjalar di fakultas lain yang tersudutkan, yang menjadi anak tiri pihak universitas.

Mahasiswa tentu sudah tidak bisa lagi berbuat apapun selain memasang kardus bertuliskan Koin Untuk WC Sospol dari Forum Mahasiswa Ingin Buang Air seperti ini. Kesannya memang seperti lelucon, tapi ini butuh penanganan yang serius dan urgent, tentu.

Kardus ini sudah terpasang sejak Senin (5/12), atau mungkin sudah lebih awal dari itu. We will see what's happen next. :)



Love,
Sunshine

Rabu, 23 November 2011

BIG Day

Pencapaian terakhir dan terbesar lah dari masa 4 tahun perkuliahan di Ilmu Komunikasi, Unhas Makassar.

Finally, today, 24 November 2011, sidang skripsi kelar juga.




Kamis, 03 November 2011

Menyulam Day



The DATES




Selasa, 25 Oktober 2011

NAIF- Karena Kamu Cuma Satu

Diperdengarkan pertama kali sama Rahma di studio Audiovisual, I'm instantly falling in love to its music and lyric. And here's its official music video!




....
denganmu semua airmata
menjadi tawa suka ria
akankah kau selalu ada
menemani dalam suka duka

denganmu aku bahagia,
denganmu semua ceria.
janganlah kau berpaling dariku,
karena kamu cuma satu,
untukku..

Rabu, 19 Oktober 2011

My Ever Bestfriends

~postingan bersambung~


my GIRLS (Tya ke Jakarta)


Saya sering sekali menghabiskan waktu bersama enam perempuan ini: Dini, Anita, Isti, Tya, Ira dan Rahma.

Kami tidak punya nama geng. Mungkin kami merasa repot sendiri jika ingin melabeli dan menamakan 'KAMI' ini. Pernah Rahma menamakan kami Keluarga Cuaca. Tapi nama itu terkesan tidak diakui oleh hampir sebagian besar anggota. Jadi, kami pun menyerah dengan 'mencari nama'.

Diantara kami bertujuh, sampai tulisan ini dibuat, baru Anita dan Dini yang lepas dari beban tugas akhir sebagai mahasiswa. Sedangkan lima lainnya termasuk saya, masih berusaha menuntaskan skripsi hingga akhir tahun ini.

Saya tidak tahu bagaimana awalnya hingga enam perempuan ini menghiasi rupa-rupa dunia kampusku selama 4 tahun lebih. Yang saya ingat, saya sudah beberapa kali dekat dengan beberapa teman Calisto7 lain. Mulai dari awal masuk menjadi mahasiswa baru, masuk ke tahun kedua, ketiga hingga sekarang. Pada akhirnya, seperti sudah ditakdirkan, bersama enam orang inilah saya merasa nyaman dan benar-benar merasa diterima apa adanya.

Anita and Me :)


Anita Kusuma Wardana. Dipanggil Anita. Dari luar tampak sarkastik dan antagonis. Dia temanku yang paling bisa diandalkan masalah akademik. Dia itu buku teks berjalan. Percayalah, kawan. Kak Riza bahkan mengakui hal itu. Dia pengamat dan pendengar yang baik. Dia juga indo' botting yang lihai. Intinya tanpa Anita, kami akan kehilangan arah dan tak tahu mau bertanya kemana.

Muttya Keteng Pangerang. Dipanggil Tya, walaupun teman-teman lain sering memanggilnya Keteng. Tya itu perempuan yang 'subhanallah' sabarnya. Badannya yang besar dan wajahnya yang kecil sering mengingatkanku pada tokoh Po dalam Kungfu Panda. Tya itu keren. Dia tahu buku-buku bagus, lagu-lagu hits, film-film yang booming dan tidak. Selera designnya simple sama dengan selera fashionnya. Tya itu pendengar yang baik, melebihi Anita, tidak ada yang ragu akan hal itu. Tya itu jenis teman yang akan selalu setia berada disampingmu saat kau butuh. Jenis teman langka yang jarang ditemukan oleh orang seperti saya. Pokoknya, tanpa Tya, saya tidak tahu lagi mau meminta pendapat ke siapa, curhat ke siapa, minta ditemani kemana-mana dengan siapa.

Dini and Me sitting at corridor

Dini Imanwaty Awal. Dipanggil Dini atau Dindong. Karakternya agak mirip saya. Anehnya sama, galaunya sama, kritisnya juga sama. Hobi kami sama kecuali dalam hal sepak bola. Dini seorang Milanisti sejati, penggemar No.1 Kaka. Dini, tidak seperti saya, merupakan perempuan yang tangguh. Jika dia sudah bertekad, dia akan berusaha menuntaskannya. Dia juga seorang yang punya visi dan misi yang pasti. Well-organized. Tanpa Dini, saya tidak akan menemukan orang yang suka mengkritisi saya, tidak akan menemukan teman bercerita dan berimajinasi.

Selasa, 18 Oktober 2011

Tucson to Remember

It's been almost two years. What was that? Yeah, it's been almost two years since I went to Tucson, United States, as grantee of IELSP Cohort 7. It was from 13 June until 9 August 2010. And it was fantastic experience I've ever had.

It's been almost two years and although the memories begin to fade away, but I can still smell the air and feel the sunshine. I still can remember how far I have to walk, if I missed the shuttle, from apartment to university.

For me, it's always Tucson to remember.

And here is: Tucson.

North Stone Ave





Sahara Apartment


Langit

Langit itu atap dunia, Ri. Beberapa orang percaya disanalah tempat tinggal Tuhan, seperti setiap kali mereka berkata sambil menunjuk ke atas langit, "Itu sudah kehendak Yang Di Atas..."
***

"Lihat, Sayang! Awannya mirip badut!" kau menunjuk ke langit saat berada di boncengan belakang motorku.
"Ah, masa? Menurutku lebih mirip eskrim"
"Mana ada? Awannya lebih mirip badut nah!"
"Tidak, lebih mirip eskrim..."
"Badut.."
"Eskrim..."
Rasanya ada lima belas menit kita beradu pendapat tentang bentuk awan di langit sampai kau sadar aku hanya berniat mengganggumu.
***

Langit tersiksa dan menderita karena polusi udara dari bumi. Ia pasti sudah seringkali meminta pada Yang Maha Kuasa untuk menguatkan dirinya agar bisa menanggung segala beban bumi. Maka semakin cerah ia, semakin kecil tanggungannya. Semakin gelap ia, semakin berat pula tanggungannya. Ia melindungi bumi tapi manusia malah tidak peduli padanya. Ia memang sudah pantas marah. Langit memang sudah pantas meledak. Tinggal tunggu waktu saja.
***

"Bu Guru, kenapa langit berwarna biru?" Suatu hari Gita bertanya padaku pertanyaan sederhana itu. Aku tersenyum. Bagaimana aku harus menjelaskan fenomena alam pada anak berumur enam tahun?
"Itu karena warna biru adalah warna kesukaan Tuhan, Gita..."
"Oooh..." Gita mengangguk. "Kenapa Tuhan suka warna biru, Bu?"
Aku sadar takkan bisa lepas dari pertanyaan berputarnya ini hingga sejam ke depan. Dan kelak suatu saat, Gita akan tahu sendiri betapa jawabanku ini tidak bisa dipertanggungjawabkan.
***

#16

Minggu, 16 Oktober 2011

absence

Ketidakhadiran bukan hanya memperbesar kerinduan, tapi juga memperbesar rasa cinta.
-Audrey Niffenegger in The Time Traveler's Wife-

Sabtu, 15 Oktober 2011

You don't have to feel like a waste of space
You're original, cannot be replaced
If you only knew what the future holds
After a hurricane comes a rainbow

Maybe your reason why all the doors are closed
So you could open one that leads you to the perfect road
Like a lightning bolt, your heart will glow
And when it's time, you'll know


-Fireworks-
by Katy Perry

Senin, 10 Oktober 2011

Hujan

Hujan selalu membuat cerita kita berkesan. Aku suka hujan. Kau tidak. Aku suka hujan karena saat itulah kau memperhatikan dan mencemaskanku lebih besar dibanding saat hari cerah. Kau tidak suka hujan karena hujan selalu membuatmu panik memikirkanku di belakang motormu. Kau tahu aku gampang pilek. Kau tahu daya tahan tubuhku kurang. Kau tahu aku tak pernah membawa jaket jika tidak diingatkan.

Sore itu, hujan tiba-tiba turun deras tanpa permisi. Kau lalu berhenti, membuka jaketmu lalu memberikannya padaku.
"Pakai ini buat tutup kepalamu, supaya tidak kena hujan"
Saya lalu memakainya sebagai tudung kepala. Lalu kau kembali menyalakan motormu dan menembus hujan. Kita tidak melihat tempat singgah dan tujuan semakin dekat. Kaosmu basah kuyup dan kau bahkan tidak peduli.

That was so sweet of you, dear.


#15harimenulisdiblog #11 #Hujan @hurufkecil

Sabtu, 08 Oktober 2011

Ingatan Tepi Jendela

Dia pernah berkata padaku, "Sesungguhnya semua manusia akan terbangun di kala Subuh, tidak terkecuali."

Benarkah?

"Iya, hanya beberapa saja yang kemudian bangkit dan menjalankan ibadah, yang lain kemudian hanya sekedar tersadar dan melanjutkan lelapnya"

sebagian lagi menikmati pagi.

"Hah?"

Sebagian lagi, Sayang, akan membuka jendela-jendela di rumahnya. Merasakan udara sejuk yang dingin menerpa kulit wajahnya kemudian menghirup segarnya pagi saat itu. Mendengar merdu kicauan burung-burung dan melihat bergantinya gelap menjadi terang. Seluruh panca inderanya menikmati pagi dari tepi jendela.

"Lalu?"

Ritual 'tepi jendela' itu menjadi saat dimana dia merencanakan apa yang akan dilakukannya seharian : membersihkan rumah, membuatkan sarapan suami dan anak-anaknya, mencuci pakaian, memasak, merawat taman dan tanamannya dan menunggu suami dan anak-anaknya pulang ke rumah. Begitu setiap hari. Tanpa ritual itu, takkan ada rencana, takkan ada pekerjaan yang selesai.

Lalu dia mengangguk sambil memandangiku, lama.


Kemudian dia pergi. Selamanya, menghadap Sang Kuasa. Bertahun-tahun setelah kepergiannya, percakapan itu terus menerus terputar di ritual pagiku.


#15harimenulisdiblog #9 #Jendela | @hurufkecil

Kamis, 06 Oktober 2011

Pesan Bintang

Hanya hidup yang tak diperjuangkan yang tidak memiliki arti, kau tahu itu kan, Sayang? Atau kau berpikir sebaliknya? Hiduplah yang berarti jadi ia layak untuk diperjuangkan?

Pernah suatu malam aku berbisik di telingamu menerakan beberapa kalimat manis dan datar.

"Agar tidak kau salah artikan jika aku memberinya intonasi"

Kau mengangguk mengerti.

Lagipula, ini pesan khusus dari langit, akulah Sang Pembawa Pesan.

Kubilang padamu, "Jangan terlalu sering mengeluhkan apa yang terjadi dalam hidup. Itu membuatmu semakin susah. Jika sesuatu buruk terjadi, hadapi, terima dengan ikhlas dan bersabarlah. Anggap itu memang bagian dari hidup"

"Tapi itu tidak gampang! Bicara memang mudah, apalagi kau hanya Pembawa Pesan. Jangan coba menceramahiku!"

Setelah berbisik begitu, aku kembali menjadi bintang, mengawasimu. Menunggu menyampaikan pesan-pesan langit selanjutnya.

Dan pesan itu hanya kau anggap satu dari sekian mimpi-mimpi malammu.


#15harimenulisdiblog #8 #pesan | @hurufkecil |

Rabu, 05 Oktober 2011

Characteristic of a Guy You Like?

Mungkin sewaktu muda, saat masih remaja dan berumur belasan tahun, kau pernah menyusun dengan rapi TIPE PRIA IDAMAN. Kau menyusunnya sungguh dengan cermat dan teliti, pelan-pelan. Kau menulisnya tentu tidak di sembarang tempat karena kau tidak ingin orang lain membacanya. Jika ingin membaginya, kau hanya memperlihatkannya pada sahabat-sahabatmu.

Lalu hidupmu berjalan. Penuh liku, penuh rasa, penuh kisah. Kau bertemu banyak orang, kau bertemu banyak tipe manusia, kau memahami banyak karakter orang. Lalu kemudian, kau mulai jatuh cinta.

Jatuh cinta yang benar-benar perih dan menyenangkan.

Kemudian kau mulai teringat lagi catatan yang pernah kau susun saat masih muda dulu. Kau mungkin sudah lupa tempat kau menuliskannya tapi walaupun sedikit, kau masih mengingatnya dengan jelas.

Dan kau lalu mendapati dirimu dalam keheranan yang absurd. Bagaimana tidak, poin-poin yang kau susun dengan rapi, poin per poin itu malah ingkar. Hanya satu dua poin saja yang setia konsisten. Hanya beberapa poin yang sesuai dengan kenyataan. Intinya, kau tidak benar-benar jatuh cinta dengan tipe pria yang kau rencanakan.

Kemudian kau sadar, kau tidak bisa mengatur dengan siapa dan dengan orang seperti apa kelak kau akan jatuh cinta. Seperti kau tidak bisa mengatur jodohmu kelak. Kau bisa memilih kau suka dengan ini, itu. Tapi perasaan yang murni dari dalam itu mungkin kemudian digerakkan oleh 'kekuatan lain', yang bahkan tak bisa dibaca oleh akal manusia.

Percayakah kau?


Love,
Sunshine

They're DONE!!

With Anita, my BFF. She's done her ujian meja yesterday.

with Dini, Anita and Isti. my BFF when Dini finished her ujian meja, couple months ago. Now, she's graduated.


Semoga saya dan teman-teman Cals lain bisa segera menyusul. Amiin


Love,
Sunshine

Selasa, 04 Oktober 2011

Dear Brainwave,

I always want to hear your voice before I go to sleep every night. Even if only just one minute.
I always want to know your comments everytime we meet whether I look pretty or not that day.
I always want to hold your hand everytime we walk side by side ignoring what people said about it.
I always want to whisper to your ear how much I care about you, how much I love you.
I always want to spend all my day just sitting beside you in conversation or in silent, comfortably. without feeling awkward and clumsy.



Love,
Sunshine

Jumat, 30 September 2011

Dear, Riana

Semuanya tergantung pilihan kamu. Kamu sudah tahu kan kalau memilih judul penelitian seperti ini dengan teknik pengumpulan data seperti itu- yang masih jarang sekali dipakai- jadinya akan sulit seperti ini!

Makanya, jangan mengeluh sekarang!

Sekarang hadapi pilihanmu itu sekuat-kuatnya. Kau pernah menghadapi yang lebih buruk dari ini. Kau pernah menghadapi yang lebih sulit dari ini, Riana. Ingat kan? Kau pernah persentasi di kelas CESL, di depan belasan mahasiswa internasional yang berasal dari negara berbeda. Waktu itu kau cemas sekali, bukan? Kau merasa takkan bisa menjelaskan dengan bahasa Inggris. Kau merasa takkan bisa sebagus Fahrin. Tapi waktu itu, you've done well! Lalu kenapa sekarang kamu tidak bisa?

Tentu kamu bisa!

Banyak baca. Banyak baca. Banyak baca. Jejalkan pengetahuan ke dalam kepalamu. Jika suatu saat mereka bertanya, jawablah menurut pengetahuanmu. Jangan ragu. Kamu pasti bisa. Tak ada jalan pintas untuk sukses, sayang. Jalannya memang harus sulit, berliku-liku dan terjal. Kamu tahu itu, kan? Bukankah kamu suka belajar? Bukankah kamu suka tahu hal-hal? Bukankah kamu suka bertanya?

Lupakan Riana yang pemalas. Lupakan Riana yang manja. Lupakan. Jadilah Riana yang tekun dan pantang menyerah. Ayolah, ini untuk masa depanmu. Ini, seperti kata orang, untuk selembar kertas itu.



Love,
Sunshine

SEMANGAT SKRIPSI, RI!!

Senin, 26 September 2011

Hope It Last

I love you, Brainwave. I love you really much. You know that, right?

Please, no more goodbye. It hurts us.

Love,
Sunshine

Chair

I remember sat beside you. You were sleepy then you go washed your face and your hair to keep awake. You pay attention so seriously to Professor's explanation about culture. I pay attention to your face, your hair, your white shirt and your expression. I didn't care about anything else. But you keep checking whether I'm listening or not. I always pretending everytime you asked.

Please, stay here. Don't move to another chair. Just sit beside me, here.

Unrequited Love

Saya ingat melihatmu dari balik pintu mushola. Kau baru selesai solat Dhuhur dan saya baru saja akan memulainya. Kau tidak melihatku tentu saja, kau dan aku dihalangi pintu berkaca buram. Hanya aku yang meihatmu. Kau tidak bisa. Kenyataan itu membuatku berpikir mungkin memang hanya aku yang memperhatikan dan mencintaimu, sedangkan kau tidak.

Apa yang lebih perih dibanding cinta tak berbalas?

Jumat, 23 September 2011

Cahaya Bulan

Lagu yang paling sering kuputar saat itu adalah That's Why - Michael Learns To Rock. "Love is one big illusion. I should try to forget. But there is something left in my head..."

Aku tahu kita masih saling cinta. Aku tahu kau sudah menjadikanku duniamu, titik pusatmu berotasi. Kau tahu kau adalah cahaya bulanku, cahaya paling terang di malam gelap gulita. Kau tahu kau adalah semangatku. Aku bahkan selalu menyambut kedatanganmu dengan keajaiban senja, sayang. Tahukah kau? Kau, Bulan. Dirimulah penanda malam. Dirimulah yang paling terang bahkan diantara trilyunan bintang yang bersinar kerlip di angkasa malam. Kini setelah kita berpisah, aku membenci langit malam dan bulan. Bahkan senja tidak semenarik dan seajaib dulu lagi.

Kau bilang aku tidak pernah mengerti apa maumu. Kau bilang aku egois. Kau bilang aku selalu membuatmu menangis. Kau bilang jika hubungan jarak jauh ini kita pertahankan, kau bisa gila. Gila? Sungguh, Bulan, aku tidak pernah bermaksud melukai hatimu. Hukumlah aku jika aku membuatmu sedih. Hukumlah aku, tapi kumohon tidak dengan cara berpisah darimu.

Dulu kita sering duduk berdua menunggu senja dan sore berlalu di pelataran kampus yang dari jauh bisa melihat danau. Aku membawa sebuah buku dan kau membawa musikmu. Bergantian, aku membacakanmu baris-baris kalimat yang kusuka dari buku yang kubawa dan kau akan memaksaku mendengar lagu-lagu baru yang ada di iPod mu dengan memberiku earphone sebelah kanan. Aku memasangnya di telinga kiriku. Kau memasang earphone satunya lagi di telinga kananmu. Kita mendengarkan lagu-lagumu itu, hingga senja datang dan berlalu, hingga sore menjadi malam. Lalu aku akan mengantarmu sampai ke halte terdekat mengambil angkutan umum yang akan membawamu pulang. Kekasihmu ini bahkan tidak mampu memiliki motor yang bisa memboncengmu pulang ke rumah dengan aman. Tapi kau tidak pernah mengeluhkannya.

Semua rasanya baik-baik saja hingga salah seorang dosen meminta aku menemaninya melakukan penelitian di pulau Jawa selama setahun. Kau tidak keberatan. Tapi sejak itu, hubungan kita rasanya berjarak ribuan kilometer meskipun setiap malam aku berusaha memperpendeknya dengan telepon. Bulan dan senja sudah tidak sama lagi seperti saat kita masih bersama.

[.....]

Sharing Keliling di Makassar


Saya dapat info ini dari Kak Nani, anggota komunitas blogger Anging Mammiri sekaligus atasan di AstaMedia. Saya, Astrid dan Umroh pun sama-sama mengikuti acara ini di LAN Antang, Sabtu, 17 September 2011, minggu lalu.

Pesertanya dibatasi cuma 40 orang per kelas. Saya, Pyonk (adek junior di kampus), Umroh dan Astrid ikut kelas menulis. Tutor nya itu Kak Artasya Sudirman yang cantik. Dia penyiar Radio Motion 97,5 FM ,penulis dan juga jago nyanyi. Overall, kelasnya asik dan fun walaupun berada di jam-jam 'tidur siang'. :)

And this is some pics from the event!



Me with Kak Tasya



Foto bareng kelas menulis. #sharingkeliling


Info event ini bisa dilihat lengkap disini

Kamis, 22 September 2011

Cinta itu seperti inilah




Cinta itu seperti inilah,
datang melanda tiba-tiba dan tak kenal arah.
Cinta itu seperti inilah,
kadang riak kadang damai, namun selalu membekas.
Cinta itu seperti inilah,
sulit diterka maknanya, penuh senyum dan airmata.
Cinta itu seperti inilah,
menemukan kamu yang sanggup membuat suara hati menang atas logika.
Cinta itu seperti inilah,
rindu tak habis-habis terkuras, pikiran tak henti juga mengenang.
Cinta itu seperti inilah,
menunggu bertahun-tahun, berjuang bersama-sama.

Cinta ini seperti itulah,
saya, kamu dan kita...