Senin, 09 Juni 2008

Atonement (2007)



Film ini saya nonton setelah membaca beberapa review di majalah film Cinemagz maupun M2. Film ini sendiri belum ditayangkan di bioskop Makassar (karena banyaknya film Indonesia lepas rilis), sehingga saya menontonnya lewat rental VCD di dekat rumah.

Film ini diangkat dari novel bestseller karya Ian McEwan pada tahun 1998 dan dijadikan film oleh sutradara kenamaan Joe Wright yang juga menyutradarai film Pride and Prejudice. Film ini seperti yang Anda lihat pada posternya dibintangi oleh aktris cantik dan piawai Keira Knightley (Pirates of Carribean, Bend it Like Beckham, King Arthur) dan James McAvoy (Narnia 1, Last King Scotland). Namun, dalam film ini menurut saya, kedua pemain ini tidak memegang peran utama, mengingat mereka hanyalah objek cerita sang peran utama.

Atonement bersetting tahun 1935 dikala perang berkecamuk, antara Inggris dan Perancis. Saat itu, di salah satu desa di Inggris tinggal keluarga Tallis yang sedang menanti kedatangan salah seorang kakak laki-lakinya bersama seorang teman. Film ini diawali oleh kehadiran seorang anak perempuan berumur tiga belas tahun bernama Briony Tallis -yang diperankan oleh pendatang baru Saoirse Ronan- yang sedang membuat drama penyambutan kakaknya itu. Briony merupakan sosok anak perempuan yang agak aneh, suka menyendiri dan diam-diam menyukai penjaga kebun keluarganya , Robbie Turner (James McAvoy).

Tanpa diketahui oleh seorang pun, Robbie menyimpan rasa cinta kepada Cecilia Tallis (Keira Kightley) dan ternyata Cee pun memiliki perasaan yang sama, hingga terjadi sebuah insiden yang melibatkan Briony, Cee dan Robbie. Insiden yang membuat Briony dihantui oleh rasa bersalah sepanjang hidupnya kepada kedua orang yang paling disayanginya itu.

Hingga delapan tahun berlalu, Robbie dipanggil untuk berperang, sedangkan Cee menjadi perawat yang mengepalai bangsal di salah satu rumah sakit. Mereka tidak pernah saling bertemu lagi sampai mereka meninggal dengan cara yang amat suram dan saling memendam kerinduan yang amat besar.

Film ini membuat saya menangis, namun saat film ini selesai. Saya berulang kali mengatakan "Kasihan...kasihannya", karena memang kisah cinta mereka sungguh tragis. You better watch this movie to prove my word!

0 komentar:

Posting Komentar