Rabu, 16 Maret 2011

QUESTION I HATE THE MOST

"Riii, sama siapa ko pulang?"

Ini pertanyaan paling saya benci seumur hidup. Pertama, karena pertanyaan ini mengesankan ketidakmandirian dan ketidakberdayaan saya. Kedua, karena mau tidak mau, suka tidak suka, jawaban yang paling mendekati benar dan mungkin diharapkan oleh yang bertanya adalah Bwave.

Bukan hanya malam ini. Sudah banyak malam yang saya lewati dengan kebimbangan bertanya-tanya sendiri dalam hati, bagaimana saya pulang? siapa yang akan membawa saya pulang?

Pernah suatu kali, dalam acara volunteer, waktu sudah menunjukkan jam sepuluh malam. Saat saya bertanya pada salah satu teman cowok, "Bagaimana ka' pulang?" dan dia dengan tega menjawab."Kenapa ko tanyaka'?"

Asli. Ciut langsung nyaliku beralih tanya ke teman cowok selanjutnya.
Asli. Saya hilang ide mencari teman pulang dan juga tebengan.
Asli. Saya tidak tahu bagaimana nasib pulangku.

Tiba-tiba seperti malaikat, Kak Aan bersedia mengantar saya, Isti dan Dini, pulang dengan taksi.

Itu baru satu contoh.

Dan masalah pulang malam selalu menjadi masalah dari dahulu hingga sekarang dengan satu pertanyaan yang saya paling benci itu.
"Siapa antarko pulang?"

Tidak adakah yang bisa bilang begini:
"Ri, sini saya antarko pulang..."

Saya cuma bisa sabar dan sabar. Untungnya saya tidak setiap hari pulang malam. Pas ada hajatan saja, misalnya malam ini: syukuran ulangtahunnya Riri.

Dan bencinya lagi, kalau sahabatmu sudah dengan asiknya mendapat tebengan dan tinggal dirimu sendiri yang terkatung-katung tak tentu.

Apalagi, kalau orang yang kau harapkan menawarkan padamu tebengan pulang, tidak juga mengatakan padamu apa-apa. Dia cuma bisa menertawakanmu puas-puas karena tingkahmu yang menurut dia lucu sedangkan kau setengah mati menahan kesal dalam hati.

Yah, cuma itu.
Setidaknya soal antar mengantar pulang ke rumah hanya salah satu hal kecil tidak penting dari sekian hal penting yang layak ditulis.

Have a nice day semuanya!!


Love,
Sunshine

1 komentar: