Tampilkan postingan dengan label Writings. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Writings. Tampilkan semua postingan

Jumat, 03 Januari 2014

Happy New Year 2014!

Selamat tahun baru para penghuni jagad raya sekalian alam semesta.

Adakah yang sudah menyusun resolusi di tahun ini? Atau ada yang masih juga mengingat-ingat kekalahannya di tahun lalu?

Apapun itu, mari bangkit bersama-sama dengan semangat dan harapan baru. Ayo mulai membangun mimpi-mimpi yang belum terlaksana di tahun-tahun sebelumnya dengan penuh keyakinan dan kerja keras.

Tahun ini saya sendiri akan beranjak ke umur 25 tahun. Saya sudah cukup umur untuk melakukan apapun. Saya sudah cukup dewasa untuk mengambil keputusan, memilih mana yang baik dan buruk untuk hidupku kelak.

Satu hal yang pasti adalah hidup itu kadangkala hanya menjalani pilihan-pilihan yang ada, atau yang kita buat. Memilih pekerjaan atau profesi tertentu kemudian memilih untuk kemudian quit the job. Memilih untuk berteman dengan orang tertentu, memilih untuk menjalin kasih dengan orang tertentu. Memilih untuk kembali pulang dari perjalanan jauh dari rumah.

Kita hidup dengan menjalani beberapa pilihan-pilihan itu. Kadang kita bertarung dengan orang luar. Tapi yang saya pelajari adalah, kita harus bertarung dan mengalahkan diri kita sendiri dulu agar bisa mengalahkan dunia.

Kalau ditanya, apa ada hal yang saya sesalkan dari tahun-tahun sebelumnya?
Saya dengan yakin akan menjawab, tak ada.
Kalimat "ada hikmah di setiap kesalahan, ada pelajaran di setiap perjalanan" memang terdengar klise.
Tapi itu memang benar.

Jika kita mau belajar, kita akan paham sendiri bagaimana hidup bekerja. Bagaimana Tuhan bekerja.

Karena kita tidak dibekali buku manual untuk menjalani hidup kita. Instead, kita dibekali Qur'an dan hadist sebagai penerang langkah dan petunjuk.

May your life will be filled with magic.

Sunshine





Sabtu, 28 Januari 2012

Rika Rio

Rika menelpon Rio yang hanya menyapa halo. Saat itu memang sudah tengah malam dan Rika tahu itu. Rika juga sudah tahu Rio pasti sudah tidur. Rika hanya belum bisa mengerti kenapa Rio tak pernah menghubunginya sejak dia kembali dari Singapura dan saat Rika berinisiatif menghubunginya, kekasihnya itu hanya berkata halo, seakan tak ada sesuatu yang salah.

"Sudah tidur?" Rika mengawali percakapan.
"Iya..." Rio menjawab lemah.
"Mau lanjut tidur atau bisa mengobrol sebentar?"
"Saya ngantuk sekali, Rika. Cuma mau tidur..."
Rika terdiam. Ada jeda yang agak lama di pikirannya; apa dia harus memilih tetap memaksa Rio benar-benar sadar dan menjejalinya berbagai pertanyaan yang pasti sarat emosi atau membiarkan Rio melanjutkan tidurnya.
"Baiklah, tidurlah lagi. Sudah dulu..."
dan Rika langsung mengakhiri percakapannya.

Kepalanya sakit berdenyut-denyut aneh tapi dia tetap memaksa menelpon Rio. Dia ingin menuntaskan pertanyaan yang selalu meliputi hari-harinya belakangan: "Kenapa tak ada kabar?", "Apa yang Rio lakukan?", "Kenapa tak juga Rio menghubunginya?", "Apa sulitnya mengetik pesan singkat?"

Dan pertanyaan paling sering menghantuinya adalah, "Kenapa seakan-akan hanya dia yang bertanya-tanya?"

Tak ada jawaban dari pikirannya. Rika kemudian jatuh tertidur setelah hampir sejam memandang langit-langit kamarnya. Pikiran terakhir yang terlintas hanya, "Mungkin memang Rio sudah tak punya perasaan apapun lagi padanya..."

Jika memang seperti itu, Rika harus siap dengan resiko terburuk.

***

Rabu, 25 Januari 2012

Hidup

Kita melihat orang yang malang dan bersyukur kita tidak seperti mereka. Kita juga melihat orang yang nasibnya lebih beruntung dan berpikir kenapa kita tidak seperti mereka.

Hidup.

Rasanya selalu berpihak ke satu sisi namun menolak-bahkan untuk sekedar melirik- ke sisi lain.

Senin, 19 Desember 2011

Pablo Neruda | Aku Mampu Menulis Bait Paling Sedih*

Malam ini aku mampu menulis bait yang paling sedih

Menulis, seperti,'Malam pecah...
dan bintang-bintang biru gemetar dari kejauhan.'

Angin malam berputar dalam awan dan bernyanyi.

Malam ini aku mampu menulis bait yang paling sedih.
Aku cinta padanya, dan terkadang dia pun cinta padaku.

Lewat malam seperti ini, aku memegang dirinya dalam lenganku.
Aku menciumnya terus menerus di bawah langit yang tak bertepi.

Terkadang dia cinta padaku, dan aku pun cinta padanya.
Bagaimana bisa seseorang tidak mencintainya dengan mata yang besar nan sunyi.

Malam ini aku mampu menulis bait yang paling sedih.
Berpikir bahwa aku tidak memilikinya. Merasakan bahwa aku telah kehilangan dirinya.

Mendengar malam yang lapang, masih terasa makin lapang tanpa dirinya.
lalu sajak jatuh pada jiwa seperti embun di padang rumput.

Apa yang membuat cintaku tidak bisa mempertahankan dia?
Malam pecah dan dia tidak bersamaku.

Inilah semuanya. Dari kejauhan seseorang bernyanyi. Di kejauhan.
Jiwaku terluka sebab telah kehilangan dirinya.

Penglihatanku seolah-olah mencari menuju dirinya.
Hatiku pun mencarinya, dan dia tidak bersamaku.

Malam yang sama memutihkan pohon yang sama.
Kita, pada saat itu, tidak lagi sama.

Saya tak lagi cinta padanya, itu pasti, tapi betapa aku mencintainya.
Suaraku berusaha mencari angin yang bisa menyentuh telinganya.

Milik orang lain. Dia akan menjadi milik orang lain. Seperti ciuman-ciumanku sebelumnya.
Suaranya. Tubuhnya yang bersinar. Kedalaman sepasang matanya.

Saya tak lagi cinta padanya, itu pasti, tapi mungkin saya memang cinta padanya.
Cinta itu sebentar. Melupakannya akan sangat lama.

Aku memegangnya dalam dekapku setiap melewati malam seperti ini.
Jiwaku terluka sebab telah kehilangan dirinya.

Meskipun ini menjadi rasa sakit terakhir yang kuderita karenanya.
dan ini bait-bait terakhir yang kutulis untuknya.

-Pablo Neruda

*Diterjemahkan secara bebas dari puisi Pablo Neruda, I can write the saddest verses

Jumat, 16 Desember 2011

Cinderella is Just a Fairytale

Saya merindukan kisah cinta layaknya dongeng Cinderella. Kisah cinta antara gadis miskin cantik yang menikah dengan Pangeran tampan yang baik hati. Namun, seperti yang Taylor Swift bilang, "I'm not a princess. This ain't a fairytale". Hanya gadis miskin cantik bernasib baik yang benar-benar beruntunglah yang punya kisah cinta seperti Cinderella.

Cinderella seorang yatim. Ibunya meninggal waktu dia dilahirkan. Selanjutnya, ayahnya menikah dengan janda beranak dua yang jahat. Saat ayahnya pergi berpelesir, Ibu dan saudara tirinya menjadikannya pembantu di rumahnya sendiri. Hidupnya menyedihkan.

Tapi dia punya kisah cinta yang melegakan. Pangeran jatuh cinta padanya. Saking cintanya, Pangeran mendatangi satu persatu rumah di seluruh negeri untuk mencari pemilik sebelah sepatu yang ditinggalkan oleh Cinderella di malam mereka bertemu. Pangeran cinta padanya dan dia membuktikan hal itu.

Sehingga, seperih apapun dia telah diperlakukan oleh ibu dan saudara-saudara tirinya, dia masih bisa merasa bahagia oleh kisah cintanya dengan Pangeran.

Atau memang Cinderella adalah seorang yang sabar dan ikhlas. Entahlah, atau mungkin kisah seperti itu cuma khayalan tak untuk jadi nyata? Sehingga percuma saja saya merindu?


Love,
Sunshine

Senin, 12 Desember 2011

Kepada Puisi

Kau adalah mata
aku airmatamu

-Joko Pinurbo

Jumat, 09 Desember 2011

Clare

Clare pernah bermimpi. Suatu hari Henry akan kembali padanya dari perjalanannya mengarungi waktu. Clare sudah menghitung seratus hari sejak Henry pergi meninggalkannya tanpa pemberitahuan.

Seakan ada lubang besar dalam hatinya. Clare merasa tidak mengenal siapapun dan apapun dalam hidupnya sejak Henry pergi. Dia telah cukup dihibur oleh keluarga, teman dan sahabat-sahabat kesayangannya. Namun lubang itu terus menganga, membuat Clare harus menjalani kepura-puraan yang menjemukan dan sangat menyiksa.

Clare, bagaimanapun, harus tetap kuat di depan semua orang.

Lima puluh hari berikutnya, lubang di hatinya masih tetap ada. Namun rasa getir dan gemetarnya telah sedikit mengabur. Clare mulai menghapus Henry dalam hidupnya, sesuatu yang paling sulit yang pernah dilaluinya dalam hidup. Karena Henry pernah menjadi udara baginya, nafas dan hidupnya. Melupakan Henry berarti melupakan hidup, nafas dan udaranya.

Tapi Clare harus tetap melupakan Henry dan menjalin hubungan dengan orang lain. Membiarkan seseorang sayang padanya dan mengisi lubang di hatinya.

Clare, hingga dia terbangun, masih sayang pada Henry. Terlalu sayang bahkan untuk dikatakan.
Karena bagi Clare, Henry lah orang yang pertama dan terakhir untuknya.



Love,
Sunshine

Rabu, 05 Oktober 2011

Characteristic of a Guy You Like?

Mungkin sewaktu muda, saat masih remaja dan berumur belasan tahun, kau pernah menyusun dengan rapi TIPE PRIA IDAMAN. Kau menyusunnya sungguh dengan cermat dan teliti, pelan-pelan. Kau menulisnya tentu tidak di sembarang tempat karena kau tidak ingin orang lain membacanya. Jika ingin membaginya, kau hanya memperlihatkannya pada sahabat-sahabatmu.

Lalu hidupmu berjalan. Penuh liku, penuh rasa, penuh kisah. Kau bertemu banyak orang, kau bertemu banyak tipe manusia, kau memahami banyak karakter orang. Lalu kemudian, kau mulai jatuh cinta.

Jatuh cinta yang benar-benar perih dan menyenangkan.

Kemudian kau mulai teringat lagi catatan yang pernah kau susun saat masih muda dulu. Kau mungkin sudah lupa tempat kau menuliskannya tapi walaupun sedikit, kau masih mengingatnya dengan jelas.

Dan kau lalu mendapati dirimu dalam keheranan yang absurd. Bagaimana tidak, poin-poin yang kau susun dengan rapi, poin per poin itu malah ingkar. Hanya satu dua poin saja yang setia konsisten. Hanya beberapa poin yang sesuai dengan kenyataan. Intinya, kau tidak benar-benar jatuh cinta dengan tipe pria yang kau rencanakan.

Kemudian kau sadar, kau tidak bisa mengatur dengan siapa dan dengan orang seperti apa kelak kau akan jatuh cinta. Seperti kau tidak bisa mengatur jodohmu kelak. Kau bisa memilih kau suka dengan ini, itu. Tapi perasaan yang murni dari dalam itu mungkin kemudian digerakkan oleh 'kekuatan lain', yang bahkan tak bisa dibaca oleh akal manusia.

Percayakah kau?


Love,
Sunshine

Senin, 26 September 2011

Chair

I remember sat beside you. You were sleepy then you go washed your face and your hair to keep awake. You pay attention so seriously to Professor's explanation about culture. I pay attention to your face, your hair, your white shirt and your expression. I didn't care about anything else. But you keep checking whether I'm listening or not. I always pretending everytime you asked.

Please, stay here. Don't move to another chair. Just sit beside me, here.

Unrequited Love

Saya ingat melihatmu dari balik pintu mushola. Kau baru selesai solat Dhuhur dan saya baru saja akan memulainya. Kau tidak melihatku tentu saja, kau dan aku dihalangi pintu berkaca buram. Hanya aku yang meihatmu. Kau tidak bisa. Kenyataan itu membuatku berpikir mungkin memang hanya aku yang memperhatikan dan mencintaimu, sedangkan kau tidak.

Apa yang lebih perih dibanding cinta tak berbalas?

Jumat, 23 September 2011

Cahaya Bulan

Lagu yang paling sering kuputar saat itu adalah That's Why - Michael Learns To Rock. "Love is one big illusion. I should try to forget. But there is something left in my head..."

Aku tahu kita masih saling cinta. Aku tahu kau sudah menjadikanku duniamu, titik pusatmu berotasi. Kau tahu kau adalah cahaya bulanku, cahaya paling terang di malam gelap gulita. Kau tahu kau adalah semangatku. Aku bahkan selalu menyambut kedatanganmu dengan keajaiban senja, sayang. Tahukah kau? Kau, Bulan. Dirimulah penanda malam. Dirimulah yang paling terang bahkan diantara trilyunan bintang yang bersinar kerlip di angkasa malam. Kini setelah kita berpisah, aku membenci langit malam dan bulan. Bahkan senja tidak semenarik dan seajaib dulu lagi.

Kau bilang aku tidak pernah mengerti apa maumu. Kau bilang aku egois. Kau bilang aku selalu membuatmu menangis. Kau bilang jika hubungan jarak jauh ini kita pertahankan, kau bisa gila. Gila? Sungguh, Bulan, aku tidak pernah bermaksud melukai hatimu. Hukumlah aku jika aku membuatmu sedih. Hukumlah aku, tapi kumohon tidak dengan cara berpisah darimu.

Dulu kita sering duduk berdua menunggu senja dan sore berlalu di pelataran kampus yang dari jauh bisa melihat danau. Aku membawa sebuah buku dan kau membawa musikmu. Bergantian, aku membacakanmu baris-baris kalimat yang kusuka dari buku yang kubawa dan kau akan memaksaku mendengar lagu-lagu baru yang ada di iPod mu dengan memberiku earphone sebelah kanan. Aku memasangnya di telinga kiriku. Kau memasang earphone satunya lagi di telinga kananmu. Kita mendengarkan lagu-lagumu itu, hingga senja datang dan berlalu, hingga sore menjadi malam. Lalu aku akan mengantarmu sampai ke halte terdekat mengambil angkutan umum yang akan membawamu pulang. Kekasihmu ini bahkan tidak mampu memiliki motor yang bisa memboncengmu pulang ke rumah dengan aman. Tapi kau tidak pernah mengeluhkannya.

Semua rasanya baik-baik saja hingga salah seorang dosen meminta aku menemaninya melakukan penelitian di pulau Jawa selama setahun. Kau tidak keberatan. Tapi sejak itu, hubungan kita rasanya berjarak ribuan kilometer meskipun setiap malam aku berusaha memperpendeknya dengan telepon. Bulan dan senja sudah tidak sama lagi seperti saat kita masih bersama.

[.....]

Kamis, 22 September 2011

Cinta itu seperti inilah




Cinta itu seperti inilah,
datang melanda tiba-tiba dan tak kenal arah.
Cinta itu seperti inilah,
kadang riak kadang damai, namun selalu membekas.
Cinta itu seperti inilah,
sulit diterka maknanya, penuh senyum dan airmata.
Cinta itu seperti inilah,
menemukan kamu yang sanggup membuat suara hati menang atas logika.
Cinta itu seperti inilah,
rindu tak habis-habis terkuras, pikiran tak henti juga mengenang.
Cinta itu seperti inilah,
menunggu bertahun-tahun, berjuang bersama-sama.

Cinta ini seperti itulah,
saya, kamu dan kita...

Jumat, 29 Juli 2011

Ayah

Laki-laki itu hanya merindukan satu orang di dunia ini, AYAHNYA.

Saat dia berumur delapan tahun, Ibunya memberikan pasfoto ayahnya yang masih muda dan gagah memakai kemeja dasi.

Selama dua puluh lima tahun, setiap kali ada yang bertanya padanya, "Mana ayahmu, Nak?" Dia menjawab sepintas, "Sudah mati..."

Maka orang-orang takkan pernah bertanya lagi dan dia takkan mengingat lagi.

Lagu yang paling dibenci sekaligus sering didengarkannya diam-diam adalah Dance With My Father oleh Luther Vandross.

Lagu itu selalu membuatnya menulis banyak surat tak terkirim pada ayahnya.

Laki-laki itu sering bermimpi sosok dalam pasfoto lusuh itu tiba-tiba hidup dan muncul tepat di depan matanya.

Laki-laki itu rindu pada AYAHNYA. Diakuinya atau tidak.



Love,
Sunshine

Senin, 18 Juli 2011

Midnight Note

1
Saya hanya berharap diantara jam-jam sibukmu di New York kau akan melihat jam tanganmu lama, berpikir kira-kira sedang jam berapakah di Indonesia kini, kemudian kau akan mengangkat teleponmu dan menungguku mengangkatnya di ujung telepon yang lain. Kau menunggu hanya untuk mendengar suaraku berkata, “Halo, Joel?”

2
Kau tidak tahu betapa mudahnya menggambar kau dalam pikiranku, terutama saat kamar gelap dan saya terbaring menghadap langit-langit kamar. Gelap memang, hanya ada setitik dua lintas cahaya lampu teras yang menerangi. Tapi justru saat gelaplah kamu muncul begitu terang dalam pikiranku. Justru dalam sunyi malam lah, percakapan kita yang dulu semakin jelas terngiang. Kemudian semuanya tiba-tiba hilang begitu saja saat istriku memelukku dalam tidurnya.

3
You have no idea what happened in my brain when you came wearing that gloomy face. I kept thinking what the hell happened with you or what kind of jerk who made you like that. I love your smile, Rose. Your smiling is the best trinket that you’ve ever had. When I first met you in this Suntrain, I saw you smiling widely by reading your phones. Then I’ve fallen in love with you, instantly. Every evening since that day, I always waited for you here, in this seat, this Suntrain, same time, everyday. It’s been a week now I didn’t see you wear your best trinket. Today you were not here in this Suntrain. Tomorrow, I read newspaper and see you there, in a big headline “19 Years Old Girl: Victim by Abduction and Rape”. I sobbed. Well, at least they put your best picture there, Rose.

4
Kau pernah bilang tidak suka dengan motor Ninja hijau ku. Kau bilang aku sering mengerem tiba-tiba dan membuatmu terdorong ke punggungku. Kau bilang aku licik. Kau marah dan kau bahkan memintaku mengganti motorku dengan merek Honda saja. Lalu aku pun datang padamu dengan Honda. Kau senang. Kau bilang ini lebih baik, lebih nyaman dan pasti lebih irit bensin, kan? Aku tergelak. Baru kali ini ada perempuan yang lebih suka Honda dibanding Ninja. Kau bilang, merek dan gaya tidak penting. Yang penting kau merasa nyaman dan baik. Bagimu itu cukup. Bagiku kau cukup.

5
Jika dilahirkan kembali, kau bilang kau ingin menjadi bulan dan kau mau aku jadi bintang. Aku bilang, kau jadi langit saja dan aku matahari. Kau bilang matahari itu sebenarnya juga bintang dan kenapa kau harus jadi langit? Aku bilang aku mau saja, aku tak tahu kenapa. Tapi kau mengiyakan juga akhirnya.

Selasa, 05 Juli 2011

Words on Bed

Saya yakin hati kita cuma satu. orang-orang spesial itu, menempatinya di ruang-ruang yang berbeda.

Ada saat-saat dimana aku mengingat dirimu yang tengah mengingat diriku.

Saya membayangkan namaku telah menjadi bagian dari hidupmu bahkan sebelum kau dilahirkan.

Seandainya berpindah hati itu semudah berpindah ruang, kupikir takkan ada yang patah hati.

Seandainya membuka pintu hatimu semudah membuka pintu ruang manapun,...

Memangnya ada yang namanya berbalasan rindu?

Saya kehilangan kamu setiap kali mematikan timeline.

Kau tahu apa yang paling saya rindukan? obrolan-obrolan kita. dalam diam. maupun dalam kata.

matahari setengah mati cemburu pada rembulan yang memiliki kerlip bintang menemaninya. dia tak punya (si)apapun.

Pangeran tak pernah mencoba membangunkan Sang Puteri selain dengan ciuman.

Saya tak perlu mengepak sepasang lengan dan pelukanmu ke dalam koper.

Bahwa kita berdua menghirup udara yang sama, sudah meyakinkanku bahwa kita memang jodoh.

Kau tak bisa menyembunyikan cinta, seperti kau tak bisa menyembunyikan rindu, dalam matamu.

Rabu, 22 Juni 2011

Kisah Pagi

Pagi


Pagi selalu membawa kenikmatan bagi orang-orang yang bersyukur.
Pagi merupakan keajaiban bagi orang yang benar-benar menyadarinya.
Pagi menjadi berkah bagi yang menyambutnya dengan kerja keras dan semangat pantang menyerah.
Pagi itu awal, permulaan...

Saya suka pagi, walaupun sangat jarang saya bisa bangun pagi. Saat saya masih kecil, pagi selalu berawal dengan suara Ibu yang menyuruh saya cepat mandi dan siap-siap ke sekolah.

"Mana kaos kakimu? Dasi? Mana topimu?"
"Ndak tau dimana saya simpan..."
"Aduuh, makanya kalau pulang sekolah itu jangan ditaruh sembarangan semuanya. Kalau sudah mau dipakai begini, harus lagi dicari, aduuh, sudah jam berapa ini...?"
Gerutuan Ibu selalu sama setiap pagi.
"Ayo, sarapan dulu, nanti Ibu yang carikan..."

Maka saya akan duduk di meja makan bersama saudara perempuan saya yang lain. Menghadapi sepiring nasi goreng dan segelas besar susu coklat. Ritual sarapan itu hanya berlangsung paling lama tujuh menit.

Lalu dengan ajaibnya, sehabis sarapan, kaos kaki, dasi dan topi itu sudah ada tersedia di ruang tamu menunggu saya kenakan. Setelah semuanya siap, kami kemudian menunggu Bapak di teras.

Saat Bapak muncul, beliau sudah rapi dengan kemeja kantor, celana kain dan sepatu mengilapnya. Tampak gagah. Beliau lalu menyalakan motor Honda nya selama beberapa menit, lalu memanggil Ibu.

Ibu datang.
"Sudah mau berangkat?"
"Iya ."


Kami pun satu persatu naik di boncengan motor Bapak. Saya dan Warni di boncengan belakang. Ayu, yang paling kecil di taruh di depan. Kami bersekolah di SD yang sama.

Sekarang, pagi diawali lagi dengan suara Ibu yang membangunkan tiga orang adikku yang masih bersekolah. Ibu sudah jarang membangunkan saya lagi, dipandang sudah besar, bisa bangun sendiri, atur diri sendiri. Kebiasaan pagi yang dulu sudah tak ada, tergantikan dengan kebiasaan pagi yang lain.

Namun, PAGI masih tetap bercahaya. Dan oleh karena itu, bagaimanapun pagi yang kita hadapi, kita pun harus tetap mengawalinya dengan baik. PAGI yang baik itu AWAL yang baik. Dan segala sesuatu, baiknya diawali dengan hal yang baik, bukan?



Love,
Sunshine

Selasa, 07 Juni 2011

'Apa Saja' Pasti Murah

Buat kalian yang sudah kerja, punya usaha bisnis atau profesional muda dan juga pake Indosat; Mentari, IM3 atau Star One. Well, this posting is for you, guys.

Pas KKN kemarin, beberapa teman yang beda provider dengan saya protes dan menyarankan saya ganti kartu saja dengan provider sama dengan yang dia punya supaya murah kalau komunikasi, tapi saya tidak mau. Toh menurutku, IM3 mi yang paling murah.

Rasanya kalau pake Indosat apalagi IM3, kemana-mana dan bikin apa saja pasti murah. Mau sesama Indosat atau ke operator lain, pasti murah. Mau menelpon, SMS, apalagi internetan, pasti murah. Itu kesanku selama setahun lebih pake Indosat. Provider lain rasanya tidak begitu.

Apalagi sekarang ada lagi paketnya Indosat yang baru-baru ini di launching pas akhir Mei kemarin di Jakarta, namanya Indosat Mobile.


Jadi, paket Indosat Mobile ini punya beberapa inovasi, termasuk bebas cari dan pilih nomer sendiri. Selain itu, buat yang mau 'apa saja' murah, kita bisa pilih paket Harian, Mingguan atau Bulanan. Pilih sendiri paketnya dari harga 2ribu yang Harian sampai paket Bulanan 50ribu. Tinggal daftar saja di *888# atau langsung ke Galeri Indosat dekat rumah. Nah, kalau sudah terdaftar, kita sudah bisa menelpon, SMS, internetan kemana-mana, lebih murah lagi.

Tambahan lagi dari paket Indosat Mobile ini, buat yang sudah pake Blackberry, ada diskon 50% kalau langganan full service sampai Desember 2011. *Kalau saya sih bukan Blackberry user*

Nah, Indosat Mobile ini sudah pasti cocok untuk memenuhi kebutuhan komunikasi dan informasi bagi kalian  yang sudah punya pekerjaan, usaha bisnis dan semacamnya. Mereka yang setiap saat berhubungan dengan rekan bisnis, maupun rekan sesama kantor. Sebab, Indosat itu, bukan cuma sinyalnya kuat tapi juga tarifnya murah ke operator lain. Jadi ndak masalah kalau menelpon kemana pun, kan?

Sudah ada Indosat Mobile. Artinya kalau mau telpon, SMS apalagi internetan sudah tambah murah. Asik. Asik. :D


Love,
Sunshine

Nodame Cantabile

Saat ini saya sedang menghabiskan waktu membaca komik ini, Nodame Cantabile. Saya suka sekali kisah cinta yang unik dari tokoh Nodame dan Chiaki. Mereka berdua jenius musik, saling menyayangi, namun memiliki karakter yang sangat berbeda. NC ditulis oleh Tomoko Ninomiya dan telah di live-action kan dengan pemain Hiroshi Tamaki sebagai Shinichi Chiaki dan Juri Ueno sebagai Megumi "Nodame" Noda. Di Jepang, NC dirilis oleh Kodansha di Majalah Kiss dari Juli 2001 sampai Oktober 2009. Sedangkan di Indonesia diterbitkan oleh Elex Media Komputindo sebanyak 23 jilid.

Dari komik inilah saya tahu tentang musik klasik. Karya Mozart, Rachmaninoff, Brahms, Petrouchka, Schumann dan lainnya. This manga succesfully introduce me to all of their classic and I love them!

Nodame dan Chiaki

Nodame dan Chiaki, jenius musik yang amit-amit

I really love this manga. Recommended to read!

Love,
Sunshine

Sabtu, 04 Juni 2011

Wonder World

Pernahkah kau benar-benar bertanya tentang sesuatu hal?

Seperti saat kau memandang langit dari jendela kamarmu yang berwarna biru, lantas awan putih bergerak pelan disana, pernahkah melintas di pikiranmu, apa yang membuat langit berwarna biru? Atau saat kau melewati sekumpulan pohon-pohon di jalanan, kau melihat betapa hijau daunnya, adakah pernah melintas di pikiranmu, mengapa klorofil yang menjadi penyebab warna hijau itu, berwarna hijau? Pernahkah kau benar-benar melihat dan menyadari betapa ajaibnya dunia ini?

Saya pernah.
Selalu, bahkan.

Setahun yang lalu, saat dokter melarang saya berangkat ke Amerika karena saya harus menjalani enam bulan masa pengobatan, saya berdoa pada Allah- satu-satunya hal yang bisa saya lakukan saat itu. Saya berdoa pada-Nya, ijinkan saya melihat dunia dan keajaiban-keajaiban lain yang Engkau ciptakan diatasnya, Tuhan, agar saya bisa lebih bersyukur kepada-Mu.

Dan kau tahu, saya akhirnya berangkat ke Amerika esoknya dan menyaksikan setiap inci keajaiban-Nya disana. Puncaknya, saat saya dalam perjalanan menuju Grand Canyon. Ketika bis kami melewati Sedona. Saya ingat sekali, karena saat pertama melihat gunung batu merah yang tinggi di daerah itu, jiwa saya bergetar sampai menangis dan berucap, "Subhanallah..." pelan. Saya pikir, inilah jawaban doa saya pada Allah malam itu.

Lalu saya sadar saat kembali ke Indonesia bahwa saya tidak mesti ke Amerika untuk melihat keajaiban ciptaan-Nya. Karena semua hal di sekeliling kita akan menjadi keajaiban, jika kita bisa benar-benar melihatnya. Bukankah begitu?

Bukankah dirimu saja itu merupakan keajaiban? Setiap sel-sel tubuhmu, organ vital, sistem metabolisme, respirasi hingga reproduksi dalam tubuhmu itu merupakan sebuah cara kerja yang benar-benar ajaib? Wajahmu, senyum lesung pipi mu, hidung, alis dan mata, lalu bibir, yang membentuk satu-satunya DIRIMU di dunia ini. Tidakkah kau pikir itu sesuatu yang sangat AJAIB?

Hanya saja kadang-kadang kita terlalu sibuk untuk menyadari hal-hal yang sudah terbiasa ada. Karena kita sudah terbiasa menerima apa yang telah ada. Sehingga kita sudah tidak lagi bertanya dan mereka-reka.

Kita hanya mengikuti alur hidup yang predictable, kadang berusaha untuk membuatnya sekali berarti dan sekali tak terlupakan. Hanya beberapa orang yang menciptakan perubahan. Hanya sedikit orang yang merasa perlu menjadi berbeda sebab hanya sedikit orang yang berani menjadi beda. Sebab omongan masyarakat di sekitarnya jauh lebih kuat memengaruhinya dibanding keinginan dalam dirinya.

Dan saya menulis ini sebenarnya berawal dari pertanyaan yang tak mau hilang dari pikiran saya sebelum dirinya ditulis.


Love,
Ri

Kamis, 02 Juni 2011

Merah Jambu

Aku (tak bisa mencegah diriku sendiri tidak) melihat
dirimu dalam bayanganku di depan cermin.
Hingga rasanya aku melihat senyummu dalam senyumku,
gelisah, resah dan susahmu dalam diriku yang sama,
Aku sayang padamu seperti aku menyayangi diriku sendiri,
Bagaimana bisa kita berpisah dengan diri kita yang lain?*


Aku tak bisa mencium bayangan meskipun itu satu-satunya pilihan.
Jika cinta itu merah jambu, sudilah kau jadi merahku saat aku putih.
Tidakkah kau ingin melengkapiku?
Maka seperti itulah seharusnya cinta, bukan?
Ada.
Satu.
Bersatu padu.


*pernah baca kalimat ini di Rectoverso karya Dewi Lestari, seingatku.

NB:
seluruh kalimat ini tiba-tiba menyerubuk datang menghambur saat...mauma' tidur! Mau skali saya acuhkan saja tapi terbayang-bayang terus. Dengan malas, bangkit ka dari tempat tidur, nyalakan laptop dan menulis. Semoga bagusji, dan menyentuh ji. :)