Tampilkan postingan dengan label Movies. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Movies. Tampilkan semua postingan

Jumat, 13 Januari 2012

Sherlock Holmes, Brainwave!

Dear Brainwave,

Akhirnya tadi malam saya menuntaskan nonton Sherlock Holmes. Film yang dirilis pada 2009 itu saya tonton sendiri di kamar sepulang dari kantor dan baru kelar pukul sebelas malam.

Well, ingat tidak waktu kita berdua nonton Sherlock Holmes: A Game of Shadows 24 Desember tahun lalu di XXI MaRi?

Hari itu Sabtu dan Christmas Eve. MaRi-seperti pusat perbelanjaan lainnya- cukup ramai. Kau sempat heran dengan itu sampai kau sadar kalau besok itu hari Natal.

Ketika kita sampai di XXI, kita cukup lama berdiskusi film apa yang mau kita tonton. Akhirnya kita sepakat akan menonton... Mission Impossible 4: Ghost Protocol. Kali ini kau yang mengantri tiket.

Setelah membeli tiket, kau memberinya padaku. Kita lalu mencari tempat duduk sambil menunggu pemutarannya sekitar 30 menit lagi. Tiba-tiba saat ingin memasukkan tiket ke dalam tas, saya kemudian terkejut. Tiket yang kau beli bukan MI:4. Melainkan Sherlock Holmes 2: A Game of Shadows. Beda studio. Sama jam penayangan. Saya kemudian menunjukkan tiketnya padamu dengan ekspresi bertanya-tanya. Kau sadar dan ikut terkejut. Kau salah beli tiket. Saya kemudian tertawa, lebih tepat menertawaimu. Kau agak kecewa dan hanya berharap semoga filmnya tidak terlalu buruk. Mengingat kita berdua belum menonton seri pertamanya. Kita tak bisa menerka filmnya akan seperti apa.

Keluar studio, kita sepakat menilai film itu tidak terlalu bagus. Kita kecewa dengan karakter Sherlock Holmes yang sangat berbeda dengan karakter di novelnya. Kita kecewa dengan cara analisis Sherlock yang aneh. Kita kecewa dengan betapa tidak seriusnya Sherlock memecahkan kasus- karakter yang diperankan Robert Downey Jr yang kita tonton tadi semestinya bermain di film lain- memerankan peran lain selain Sherlock.

Saya lalu heran saat Tya dan Dini memberi apresiasi setinggi langit pada jilid kedua film itu. Padahal biasanya penilaian kami tentang film jarang berbeda. Dini dan Tya pun memintaku menonton seri pertamanya.

Dan tahu tidak Brainwave? Ternyata memang filmnya keren sekali. Penonton yang langsung menonton seri kedua tanpa menonton seri pertamanya, pasti dibawa bingung dengan penggambaran Guy Ritchie atas Sherlock Holmes. Setelah menonton seri pertamanya itu, semua karakter, cara analisis dan dan guyonan Sherlock menjadi masuk akal. Kedua filmnya pun menunjukkan pola yang hampir sama di bagian pembuka.

Love,
Sunshine

Selasa, 10 Januari 2012

Dream High

Dream High



Lagi-lagi tentang mimpi.
Mimpi masa muda. Mimpi meraih cita-cita.
What's so special about Dream High?

Awalnya serial korea 16 episode ini mengangkat cerita tentang sebuah sekolah musik di Seoul yang reputasinya sudah tidak diragukan lagi. Kirin Art School menghasilkan murid yang nantinya akan menjadi penyanyi berbakat. Perusahaan musik seringkali mendatangi showcase sekolah ini untuk mencari selebritis yang bisa mereka lahirkan dan tentu akan menghasilkan keuntungan.

Kemudian enam murid bertemu dengan latar belakang yang berbeda-beda. Mereka bersahabat, saling mendukung dari awal hingga akhir. Teacher Kang dan Teacher Shi sebagai pengajar mendidik mereka dengan arahan yang sangat baik.

Musik dan cinta menjadi tema utama dalam Dream High. Ramuan dua hal ini dibalut dengan sangat manis dengan konflik yang mendidik. Lihat saja dari main themenya berjudul Dream High yang meminta kita untuk memelihara mimpi dan mengejar tak kenal putus asa. Bukankah mimpi yang membuat kita hidup?

Have a nice watching,

Cheers,
Sunshine

Senin, 02 Januari 2012

Sunny (2010)

Directed by Kang Hyeong-cheol (강형철)
Release : 2011/05/04
Genre : Drama
Runtime : 124min
Cast : Yoo Ho-jeong, Sim Eun-kyeong. Go Soo-hee, Kim Min-yeong. Kang So-ra. Hong Jin-hee , Park Jin-joo. Min Hyo-rin.


We'll meet again. If you ignore us because your life is too good, we'll go and punish you. If you hide because your life sucks, we'll go and make it better. I don't know who will die first among us, but until that day, even beyond that day...We, SUNNY, will never break up.

SUNNY

SUNNY adult version

SUNNY highschool version


SUNNY dance for Sunny song :)

Friendship is never have an ending.
Jika memang berakhir, kita sendirilah yang mengakhirinya.

SUNNY merupakan drama persahabatan 7 gadis remaja SMA yang sekilas mengingatkan kita dengan film Ada Apa dengan Cinta (2002) walaupun settingan waktunya terjadi 25 tahun yang lalu di Seoul.

Na Mi adalah murid pindahan yang langsung menjadi perhatian teman kelasnya. Karakternya yang unik membawanya berteman dengan enam orang perempuan yang dipimpin oleh Chun Hwa, murid yang disegani di Jindeok Girl’s High. Mereka bertujuh pun membentuk geng bernama SUNNY.

Ada Jang Mi yang punya obsesi dengan bulu mata lentik, Jin-hee yang selalu mengumpat, Geum-ok yang penyuka sastra namun punya energi monster apalagi kalau memegang tongkat, Bok-hee yang bercita-cita menjadi Miss Korea dan SuJi yang tercantik diantara mereka namun karakternya dingin dan arogan.

Film ini dimulai dan berpusat pada kehidupan Na Mi yang telah memiliki suami yang kaya dan seorang anak perempuan. Suatu hari dia menemukan Chun Hwa dirawat di rumah sakit yang sama dengan Ibunya. Tak disangka, Chun Hwa diketahui sedang mengidap kanker dan hanya punya sisa waktu dua bulan. Chun Hwa pun meminta pada Na Mi untuk mencari anggota SUNNY yang lain as a last wish. Ceritapun berjalan dengan reuni mereka satu sama lain diselingi dengan flashback saat mereka masih di remaja dulu yang begitu mengharukan.

Bukan hanya ceritanya yang heartwarming. Dari segi teknis, transisi antar scene, shot bahkan scoring dan soundtrack pun menyatu dengan apik dan indah. Benar-benar lebih baik dibanding film remaja SMA produksi Hollywood semacam Clueless hingga Mean Girls. SUNNY cocok ditonton bersama dengan sahabat terbaik yang kita punya, yang meyakini bahwa FRIENDS are for HARD and GOOD time. :')


Have a nice watching!
Sunshine

Selasa, 06 Desember 2011

My Girlfriend is Gumiho (2010)- Korean Drama

My Girlfriend is Gumiho (2010)
내 여자친구는 구미호 (Nae Yeo-ja-chin-goo-neun Goo-mi-ho)
Directed by Boo Seong-cheol (부성철)
SBS | Airing dates : 2010/08/11~2010/09/30
16 episodes
A fantasy melodrama about an immature man who meets a fox with nine tails and falls in love.
Cast : Lee Seung-gi, Sin Min-ah, Noh Min-woo-I, Park Soo-jin

Gu Mi Ho dan Cha Dae-woong

Begitu kelar ujian meja, saya langsung copy banyak serial drama korea dari HD nya Dini. Disitu ada serial berjudul My Girlfriend is Gumiho. 16 episode lengkap dengan subtitle Bahasanya. Pas nonton first episode, instantly I can't stop watching it until the end.

Ceritanya tentang laki-laki bernama Dae Woong yang tanpa sengaja membebaskan seekor Gumiho- seekor rubah berekor 9 dari lukisan di sebuah kuil. Gumiho yang sosoknya seorang gadis cantik rupawan yang mendambakan seorang suami pun lalu terus menempel pada Dae Woong sampai akhirnya mereka jatuh cinta.

Selain ceritanya yang lucu dan juga menyayat hati, main theme yang berjudul Fox Rain yang dinyanyikan Lee Sun Hee juga turut membangun atmosfir serial ini. Entah kenapa pas nonton ini saya jadi ingat kisah cinta Romeo dan Juliet. Kisah cinta yang tidak akan bisa berakhir.

Well, sejak kemunculan Endless Love dan kawan-kawan, saya jadi yakin hanya di serial drama Korea saya bisa liat lelaki menangis dan tetap kelihatan keren dan romantis.


Have a nice watching everyone!

Love,
Sunshine

Senin, 12 September 2011

Memory of "Aliguka"

Habis bongkar-bongkar album lama, nemu banyak sekali foto-foto yang bikin ketawa dan senyum lagi. Salah satunya pas produksi film Aliguka. Banyak sekali stok foto yang bikin, "Ya ampuuun, lamanya mi ini foto..."
Tidak terasa sudah hampir setahun lebih sejak proses produksi. Waktu itu bersyukur sekali bisa bekerjasama dengan sesama sineas berbakat dan hebat dari Makassar. Ini beberapa foto yang bisa saya upload.


Kak Iking, Bang Soni, Kak Adin dan Kak Armin. :)

Me as make up artist

ehem, bingung mau tulis mereka apa. Camera Department

make it two


foto yang dibawah: me with Kak Jamal dan Kak Iking

Kamis, 28 Juli 2011

movieline

Recently, jika tidak terlalu lelah selepas beraktivitas seharian di luar, saya menunggu kantuk dengan menonton beberapa film di kamar sendirian. Kemarin nonton Clueless dan Donny Darko. Hepi masih menyimpan belasan film lagi untuk ditonton dan saya juga belum berhenti mendownload beberapa film rekomendasi dari Bang Joko Anwar melalui akun twitternya: @jokoanwar.

Clueless Movie Poster

cast of Clueless

Clueless ini film komedi romantis produksi tahun 1995. Dibintangi oleh Alicia Silverstone dan Brittany Murphy. Film remaja SMA dan seputar kisah hidup dan cinta mereka.

Donnie Darko Movie Poster

one of the scene in  Donnie Darko (2001)

Atmosfir dari menonton Clueless ke Donnie Darko (2001) sangat berbeda. Saya akui akting Jake Gyllenhaal di film ini yang begitu total memerankan anak SMA yang terganggu jiwanya. Dia sleep walkers, punya teman imajinasi bernama Frank- seorang kelinci dan dia sering berhalusinasi. Film ini termasuk film yang selalu jadi rekomendasi di majalah film apapun yang pernah saya baca. Filmnya gelap dan nyaris seram. For you who are curious, just watch the movie.


Dan ini salah satu film yang akan saya tonton setelah baca TL nya Bang Joko Anwar tadi:

Taste of Cherry (1997)


Mudah-mudahan nanti bisa review filmnya disini.


Love,
Sunshine

Senin, 18 Juli 2011

Harry Potter of Deathly Hallows Part 2 Review

Harry Potter and The Deathly Hallows Part 2- It All Ends


Director : David Yates
Writers  : Steve Kloves (screenplay), J.K. Rowling (novel)
Release : 15 July 2011 (USA)
Runtime : 130 min
Stars     : Daniel Radcliffe, Emma Watson and Rupert Grint

Saya ingin, jika film ini jadi diputar di Indonesia, me-review film terakhir Harry Potter ini dengan apik. Namun mengingat pemutarannya di Indonesia masih desas-desus semata, well, saya sendiri tidak yakin postingan kali ini bisa disebut sebagai review atau bukan.

Saya baru saja selesai menonton film Harry Potter of Deathly Hallows Part 2 Sabtu malam kemarin, praktis di kamar Ayu, adik saya, sekitar pukul 12 hingga 2 dini hari. Dia mendapat file downloadannya dari Internet. Dia pun mengajak saya menonton bersama dari laptopnya.

Abaikan kualitas gambar, audio maupun subtitle. Film ini jelas masih memiliki 'soul' nya tersendiri. Penuh kejutan, shot-shot dan original score yang asli. Akting yang memukau dari tiga sekawan; Harry Potter, Hermione Granger dan Ron weasley dalam mencari dan menghancurkan Horcrux pun tetap hebat.

Film terakhir dari kisah Harry Potter ini membawa kita dalam petualangan Harry mencari dan menghancurkan Horcrux. Masih ada empat Horcrux lagi yang harus dihancurkan: Piala Hufflepuff, Tiara Ravenclaw, Ular Nagini dan tentu Harry sendiri. Bagi pembaca dan penggemar novel Harry Potter tentu sangat hafal dengan jalan cerita ini.

Adegan terbaik di film ini menurut saya ada dua. Pertama, saat dimulainya perang antara tim Voldemort dan tim Harry di Sekolah Sihir Hogwarts. Penuh mantra, cahaya dan konflik. Kedua, saat Harry memasuki kenangan Snape di Pensieve. Kenangan Snape yang menyatakan betapa cintanya dia pada Lily, dan betapa besar pengorbanannya demi hal itu.

Hal yang paling mencengangkan bagi saya adalah melihat semua pemain-pemain dalam film ini tumbuh besar dan menjadi dewasa. Terutama Neville Longbottom! Walaupun porsi aktingnya hanya beberapa, namun dia tetap tampil total dengan semangat heroik yang tinggi.

Well, beruntunglah bagi negara-negara yang sudah kebagian jatah penayangan film Harry Potter of Deathly Hallows Part 2 ini. Penggemar dan penonton di Indonesia masih harus tetap bersabar menunggunya diputar di bioskop seluruh Indonesia. :)



Love,
Sunshine

Rabu, 13 Juli 2011

Heartstring Korean Drama | When Music Meets Romance

Couple Lee Shin and Lee Kyu Won

Full casts of Heartstring

"You Fall for Me" a.k.a Heartstrings" Poster

I FALL FOR THIS KOREAN DRAMA!
Now, I'm watching it online here because I hardly find the download link.

Title: Heartstrings / Neon Naege Banhaesseo
Prevously known as "Festival - Drama" and "You Fall for Me"
Genre: Romance, music
Episodes: 16
Director: Pyo Min Soo
Screenwriter: Lee Myung Sook
Broadcast network: MBC , every Wednesday & Thursday 21:55
Broadcast period: 2011-Jun-29

Cast
Jung Yong Hwa as Lee Shin
Park Shin Hye as Lee Kyu Won
Song Chang Ui as Kim Suk Hyun
So Yi Hyun as Jung Yoon Soo
Kang Min Hyuk as Yeo Joon
Woo Ri as Han Hee Joo

Sabtu, 09 Juli 2011

Quick Movie Reviews

From Prada to Nada (2011)


Bercerita tentang dua orang saudara, Nora dan Mary Dominguez, (Camilla Belle dan Alexa Vega) yang hidupnya berbalik 180 derajat setelah ayahnya meninggal. Yang dulunya mereka bisa hidup mewah dan royal dengan harta ayahnya; belanja, bersekolah, namun setelah ayahnya pergi, mereka lalu didepak dari rumah mereka sendiri dan hidup sederhana di rumah Bibi mereka di daerah kumuh Los Angeles. Namun setelah lambat laun, merekapun akhirnya mencoba untuk tetap tabah, kuat dan lalu belajar dari peristiwa yang telah mereka alami. Disutradarai oleh Angel Garcia, film ini diangkat dari kisah Sense ad Sensibility karya Jane Austen.


Back Up Plan (2010)

This movie sort of weird.
Menurut saya kisahnya agak plin plan. Zoe (Jennifer Lopez) mendambakan memiliki seorang anak- tanpa suami. Dia lalu mencoba artificial insemination. Namun, dia merasa ingin membatalkan kehamilannya setelah bertemu dengan Stan (Alex O'Loughlin)yang lalu dicintainya. Pertanyaannya kemudian, akankah laki-laki ini menerima anak tabung Zoe?


When In Rome (2010)

Saya ingin sekali menonton film ini karena tahu Jason Mraz mengisi salah satu soundtracknya. Kickin' With You ternyata muncul di introduction film. Filmnya sendiri? Kocak. Ceritanya melibatkan semacam legenda dari Roma tentang bagaimana kita menghomati harapan-harapan orang yang sedang jatuh cinta. Dan bahwa kita, bagaimanapun jodoh sudah ditentukan dari lahir, tetap harus berusaha mengejarnya.


Have a nice watching,
Sunshine

Eternal Sunshine of The Spotless Mind (2004)




Director : Michel Gondry
Script : Charlie Kaufman (story)
Casts : Jim Carrey, Kate Winslet, Kirsten Dunst, Mark Ruffalo, Elijah Wood
Genres : Drama | Romance | Sci-Fi
Release : 19 March 2004 (USA)
Runtime : 108 min


Sudah lama saya menemukan home video film ini di Video Ezy. Tapi entah, jodoh untuk menonton film ini baru selesai kemarin malam. Dan seperti yang langsung saya twit, "Eternal Sunshine of The Spotless Mind. Mestinya dari dulu saya nonton film ini!"

Ceritanya tentang Joel Barish yang mengetahui bahwa kekasihnya, Clementine Kruczynski, telah menghapus seluruh kenangan tentang dirinya. SELURUHNYA. Clementine tidak lagi mengenal Joel. Joel yang merasa terpukul lalu mencari klinik tersebut, menemui dokter yang bersangkutan, kemudian meminta hal yang sama- menghapus semua ingatannya akan Clementine, kekasih yang sangat dicintainya.


Namun, di saat proses penghapusan memori, Joel sadar bahwa kenangan yang dilaluinya bersama Clementine sungguh sangat indah. Joel pun yakin bahwa dia sesungguhnya tidak ingin menghapus Clementine. Bagaimana bisa kau menghapus orang yang dulu sangat kau cinta? Because "You can erase someone from your mind. Getting them out of your heart is another story"

Saya begitu menyukai kenangan-kenangan Joel dan Clementine. Bahkan setelah ingatan mereka berdua dihapus, HIDUP atau apalah itu, kemudian membawa mereka BERTEMU dan jatuh cinta kembali. Joel mungkin tidak suka Clementine yang begini, begitu, suka ini suka itu. Clementine pun sudah jenuh dengan Joel yang begini, begitu, dsb. But, apa yang disebut cinta adalah saat kita, entah karena apa, menerima semua hal yang kita BENCI dari orang yang kita sayang, apa adanya. Keburukan mereka tidak boleh jadi alasan untuk mengakhiri hubungan.

Well, thumbs up for this movie. I love romance yang tidak murahan, dan film ini salah satunya. Akting Jiim Carrey dan Kate Winslet tak usah diragukan lagi. Kerjasama Michel Gondry dan Charlie Kaufman benar-benar top.


Joel : I can't see anything that I don't like about you.
Clementine: But you will! But you will. You know, you will think of things. And I'll get bored with you and feel trapped because that's what happens with me.
Joel : Okay.
Clementine: [pauses] Okay.



Have a nice watching,
Sunshine

Selasa, 05 Juli 2011

Insidious (2010)


Director: James Wan
Writer : Leigh Whannell
Cast : Patrick Wilson, Rose Byrne and Ty Simpkins, Lin Shaye, Barbara Hershey
Genres : Horror | Thriller
Release : 14 June 2011 (Indonesia)
Runtime : 103 min

Dari cerita teman-teman, film ini betul-betul seram dan menakutkan. Hantu-hantunya bikin kita teriak-teriak sampai tenggorokan perih. Kalau sudah nonton film ini, pasti susah tidur kalau malam. Nah, atas bekal info itulah, saya, Dini, Indah, Tya, Nita dan Resty janjian nonton bareng Insidious ini di Cinema XXI, Mall Panakukkang, kemarin.

Sedikit spoiler: Film ini bercerita tentang keluarga Lambert yang baru saja pindah ke rumah baru. Josh dan Renai Lambert punya tiga orang anak yang masih kecil; Dalton, Foster dan Calium. Saat beberes rumah, Dalton menjelajah isi rumah termasuk naik ke loteng yang pintunya terbuka. Saat ingin menyalakan lampu dengan tangga, dia jatuh. Josh dan Renai terkejut mendengar teriakan Dalton dan segera ke atas loteng kemudian menggendong Dalton turun. Kepala Dalton memar setelah jatuh dari tangga yang rapuh itu.

Paginya, Dalton tak bisa bangun. Benar-benar tak bisa bangun lagi. Dokter bilang dia tidak koma tapi juga tak bisa menjelaskan keadaan Dalton. Dari sinilah keanehan dalam keluarga itu dimulai.

Overall, filmnya bagus. Asli merinding dengan musik dan score-nya. Asli teriak tidak karuan dengan penampakan hantu-hantunya yang mirip Jelangkung dan hantu di film Kala.

Akhirnya dengan selesainya film ini, I declare now that I hate horror movie.




Minggu, 30 Januari 2011

Easy A. Bright Star. Black Swan. Reviews.



Oke, this is quick and short movie reviews from me.

#1 Easy A

Film komedi romantis tipikal anak remaja SMA yang penuh rumors dan prestige. Diperankan oleh Emma Stone, Amanda Bynes, Penn Badgley yang super cute, Lisa Kudrow dan Stanley Tucci. Film yang disutradarai oleh Will Gluck ini berhasil masuk sebagai Official Selection Toronto Film Festival 2010. Ceritanya ringan, fresh, lucu dan dibuat dengan gaya cerita yang tidak biasa. Mengingatkan kita tentang masa highschool yang kadang begitu mengerikan namun selalu pula dirindukan.

#2 Bright Star

Have you ever heard about John Keats? Dia seorang penulis puisi romantis asal Inggris dengan karyanya yang paling terkenal : Endymion dengan puisinya, "A Thing of Beauty is a Joy Forever". Ya, film ini mengangkat kisah hidup dan asmara John Keats dengan Fanny Braune. Diperankan oleh Ben Wishaw dan Abbie Cornish. Film bersetting London 1818 ini terkesan lambat dan penuh dengan emosi karakter yang kadang membuat sebal. Namun, karakter Fanny menggambarkan kekuatan dan kerapuhan wanita saat jatuh cinta membuat kita penasaran menontonnya hingga akhir. Film karya Jane Campion ini berhasil masuk nominasi Golden Palm di Festival Film Cannes 2009. However, first love burns brighter, indeed.


#3 Black Swan

Luarbiasa.
Film karya Darren Aronofsky ini mengangkat sisi kehidupan ballerina. Black Swan sendiri diambil dari istilah karakter gelap dan jahat dari pertunjukkan Swan Lake-- sedangkan White Swan adalah karakter terang, polos dan suci. Film ini diperankan oleh Natalie Portman yang berhasil mendapat penghargaan Golden Globe untuk Best Actress in a Motion Picture, Drama. Selain itu ada juga Vincent Cassel, Mila Kunis dan Winona Ryder. Di Oscar, film ini masuk dalam 5 nominasi termasuk dalam Best Cinematography, Directing, Actress in a Leading Role, Film Editing dan Best Picture.

I really recommended all these movies! Remember, they are all PG-13 in rating except Black Swan, it's rated R.


Have a nice watching!

Love,
Sunshine

Senin, 17 Januari 2011

Golden Globe 2011 | List of Winners


Golden Globe Winners 2011

Best Motion Picture, Drama
The Social Network

Best Actor in a Motion Picture, Drama
Colin Firth
The King's Speech

Best Motion Picture, Comedy or Musical
The Kids Are All Right

Best Actress in a Motion Picture, Drama
Natalie Portman
Black Swan

Best Actor in a Motion Picture, Comedy
Barney's Version

Best Televison Series, Comedy or Musical
Glee

Best Director - Motion Picture
David Fincher
The Social Network

Best Supporting Actress in a Motion Picture
Melissa Leo
The Fighter

Best Actor in a Television Series, Comedy or Musical
Jim Parsons
Big Bang Theory

Best Actress in a Television Series, Comedy or Musical
Laura Linney
The Big C

Best Foreign Language Film
In a Better World

Best Supporting Actress in a Series, Miniseries or Motion Picture Made for Television
Jane Lynch
Glee

Best Screenplay - Motion Picture
The Social Network

Best Actress in a Miniseries or Motion Picture Made for Television
Claire Danes
Temple Grandin

Best Actor in a Miniseries or Motion Picture Made for Television
Al Pacino
You Don't Know Jack

Best Actress in a Motion Picture, Comedy
Annette Bening
The Kids Are All Right

Best Animated Feature Film
Toy Story 3

Best Original Score - Motion Picture
Trent Reznor, Atticus Ross
The Social Network

Best Original Song - Motion Picture
You Haven't Seen the Last of Me
Burlesque

Best Television Series, Drama
Boardwalk Empire

Best Actor in a Television Series, Drama
Steve Buscemi
Boardwalk Empire

Best Supporting Actor in a Series, Miniseries or Motion Picture Made for Television
Chris Colfer
Glee


Best Miniseries or Motion Picture Made for Television
Carlos

Best Actress in a Television Series, Drama
Katey Sagal
Sons of Anarchy

Best Supporting Actor in a Motion Picture
Christian Bale
The Fighter

Jumat, 14 Januari 2011

The Perfect Trip - The Perfect Trap

The Tourist

Bagi penggemar Johnny Depp, The Tourist mungkin menjadi film pembuka sebelum melihat aksinya di Pirates of the Carribean 4 sebagai Captain Jack. Dan bagi penggemar Angelina Jolie, mungkin film ini akan menjadi titik ukur kematangan aktingnya di film action lain setelah Salt maupun Wanted. Saya sendiri menonton film ini dengan rasa penasaran akan seperti apa film yang dibintangi kedua aktor/aktris ini. Jika film ini action, akankah seru? Dan jika film ini romance, mampukah mereka membuat chemistry yang murni dan tidak dipaksakan?

Alexander Pierce, menjadi buronan dan penjahat kelas kakap yang diincar oleh banyak orang. CIA, Interpol hingga mafia Rusia. Dia terkenal cerdik dan banyak tipu muslihat. Elise Clifton-Ward (Angelina Jolie) seorang wanita misterius yang dimata-matai oleh CIA. Elise menjadi satu-satunya orang yang dapat mengantarkan CIA bertemu dengan Alexander Pierce- sebab Elise adalah kekasih Alexander.

Elise lalu bertemu Frank Tupelo (Johnny Depp) di sebuah kereta dalam perjalanan menuju Venice. Frank adalah seorang guru matematika di Wisconsin yang menjadi turis di Venice. Dia bertemu Elise dan hidupnya pun berubah.

Frank kemudian disangka Alexander Pierce hanya karena dia bertemu, ngobrol dan kebetulan satu kamar hotel dengan Elise.

Film arahan Florian Henckel von Donnersmarck, sutradara asal Jerman ini cukup bisa ditebak. Film ini tidak punya banyak adegan action yang seru. Malahan film ini terkesan ke arah romance. Twist ending nya manis dan cukup menghibur. Angelina Jolie membuktikan dengan segala kepiawaiannya dalam akting di film dengan genre apapun. Sedangkan Johnny Depp, masih perlu usaha lebih untuk mengeluarkan label 'Captain Jack' nya di film-film selanjutnya.

The Tourist ini merupakan remake dari film Perancis berjudul Anthony Zimmer dan dirilis 29 December 2010 di Indonesia.


Have a nice watching!
Love,
Sunshine

Senin, 10 Januari 2011

Ocean Heaven (2010)



Awalnya, saya hanya berniat menghabiskan semua DVD pinjaman Tya dan akan me-review satu dua film yang paling bagus saja.

Nyatanya saya malah me-review satu persatu film ini di blog.

Ocean Heaven.

Awalnya, dengan melihat covernya, saya tahu film ini pasti membosankan. Tipikal drama Cina dengan alur lambat dan konflik tumpul. Tapi saya tetap mencoba menonton, alasan: bosan dengan film Hollywood dan saya juga jarang melihat Jet Li di drama.

Tentu Jet Li tidak pernah salah memilih film. Ini memang film yang sederhana. Tapi emosi yang diangkat oleh aktor dan sutradaranya mampu membuat penonton tergugah.

Film ini bercerita tentang cinta seorang ayah yang tidak pernah putus kepada anaknya yang menderita autis dari kecil. Istrinya bunuh diri dan dia tidak punya keluarga lain lagi. Sampai suatu hari, sang ayah didiagnosa menderita kanker liver dan 4 bulan lagi akan mati. Konfliknya kemudian adalah, siapa yang akan mengurus anaknya jika ayahnya sudah tidak ada?

Film ini diperankan oleh Jet Li; tokoh ayah bernama Sam Wong yang bekerja sebagai penanggungjawab listrik di polar ocean-akuarium raksasa. Kemudian ada Wen Zhang; tokoh sang anak yang berusia 21 tahun yang mengidap autis dari kecil. Kedua tokoh utama inilah yang kemudian menjalin hubungan ayah-anak yang tulus dan murni hingga akhir film.

Mengutip Jet Li dari wikipedia:
“I hope everyone can examine what is the most important relationship in life – the relationship between parent and child,” he said. “I hope to express gratitude to all the parents in the world through this film.”

Well, have a nice watching everyone!

Sunshine

The Kids are All Right (2010)





Bagaimana kehidupan sebuah keluarga dari orangtua lesbian yang anak-anaknya itu dikandung dari donor sperma?

Sutradara film ini, Lisa Cholodenko, tentu saja berhasil menggambarkan betapa sulitnya membangun sebuah keluarga yang seperti itu. Jadi jika kalian menganggap keluarga kalian adalah keluarga yang paling malang dan aneh dan penuh masalah, film ini berusaha membuktikan bahwa kalian salah. 

Di film ini, 3 bintang Hollywood terkenal beradu akting; Annette Bening, Julianne Moore dan Mark Ruffalo. Juga jangan lewatkan akting dua artis muda berbakat; Mia Wasikowska dan Josh Hutcherson yang menampilkan akting prima mereka dalam film berduarasi 106 menit ini.

Whip It (2009)



Whip It (2009)
Bercerita tentang seorang gadis muda yang hidup di Bodeen, Texas, menemukan passion nya di permainan roller bersama Derby League di Austin. Dia menolak menjadi anak perempuan baik-baik sesuai apa yang dinasehatkan oleh Ibunya. Di akhir cerita yang tentu dengan mudah ditebak, orangtuanya pun memilih untuk mendukung apapun yang menjadi keinginan dan minat anaknya itu. Diperankan oleh Ellen Page, Marcia Gay Harden dan Kristen Wiig. Film ini disutradarai oleh Drew Barrymore dan menjadi film kedua yang disutradarainya setelah Choose or Lose Presents: The Best Place to Start (TV documentary) di tahun 2004. Bagi penggemar Landon Pigg, kalian juga bisa melihat akting penyanyi itu di film ini.

Kamis, 30 Desember 2010

HOPE : Sebuah Dokumenter


Inilah film ke-4 karya Andibachtiar Yusuf berjudul Hope. Setelah The Jak (2007), The Conductors (2008) dan Romeo Juliet (2009), bersama tim Bogalakon Pictures memproduksi film tentang situasi Indonesia sekarang ini dengan sebuah pertanyaan besar, "Is there any hope?"

Setelah diputar Oktober lalu di Jakarta, Unhas dan Unifa- Universitas Fajar, mendapat kesempatan untuk memutar film ini untuk di Makassar. Rencananya, di awal Januari 2011, tim Bogalakon Pictures akan bertandang ke masing-masing kampus dan mengadakan screening, diskusi dan workshop sekaligus.

Info selanjutnya mengenai pemutaran Hope di Makassar, saya akan posting disini. I can't hardly wait!

Love,
Sunshine

Sabtu, 18 Desember 2010

Kick-Ass (2010)



KICK-ASS: Superhero Wanna Be

Director : Matthew Vaughn
Writer : Jane Goldman (screenplay)
Release Date : 17 May 2010
Genre : Action. Adventure. Comedy
Rating : R
Cast : Aaron Johnson. Christopher Mintz-Plasse, Nicolas Cage and Chloe Moretz.
Gross :$48,043,505 (USA) (27 June 2010)


Kenapa banyak orang mati-matian agar bisa seperti Paris Hilton tapi tak ada yang mau menjadi superhero?

Itulah salah satu kutipan dialog dari Kick Ass (2010) film produksi Marv Films dan Plan B Entertainment yang disutradarai oleh Matthew Vaughn (Stardust, Layer Cake). Tidak seperti kebanyakan superhero yang memiliki kemampuan atau kecerdasan dan kekayaan yang luarbiasa, Kick-Ass bercerita tentang seorang remaja laki-laki yang ingin sekali menjadi superhero, padahal dia hanyalah manusia biasa. Benar-benar hanya manusia biasa yang ingin membela kebenaran.

Dave Lizewski (Aaron Johnson) adalah identitas asli Kick-Ass. Di sekolah dia loser. Dia hanya punya dua orang sahabat dan cewek yang ditaksirnya mengiranya gay. Suatu hari dia memutuskan untuk menjadi superhero.

Nyatanya dia berpikir hanya akan menjadi superhero yang misalnya; mencari kucing hilang, menangkap pencuri atau menolong dirinya dari todongan preman, namun kemudian dia terlibat dalam kejahatan bandar kokain terbesar di New York.

Yang lalu mempertemukannya dengan Big Daddy (Nicolas Cage) dan anak perempuannya, Hit Girl (Chloe Moretz), dua orang superhero yang pandai berkelahi, ahli membunuh dan mengoleksi berbagai macam senjata api. Akhirnya Kick-Ass pun bersama-sama mereka berdua melawan ketidakadilan dan kebrutalan penjahat itu.

Menonton film ini saya seperti mengulang adegan di Kill Bill versi komedi. Adegan bunuh-bunuhannya sungguh berani dan sadis. Apalagi dipertajam dengan soundtrack dari Zagreb Festival Orchestra, "The Barber of Seville Overture" yang kasar dan melompat-lompat. Namun, film yang berdurasi 117 menit ini layak ditonton bagi kalian yang merindukan superhero yang beda dengan yang lain.


Love,
Sunshine

Minggu, 21 November 2010

Harry Potter and The Deathly Hallows Part 1 (2010)



Rating : 8.3/10
Director : David Yates
Writer : Steve Kloves. based on J.K. Rowling novel
Cast : Daniel Radcliffe, Emma Watson and Rupert Grint
Release :18 November 2010 (Indonesia)
Budget : £150,000,000 (estimated)


Menurut kalian, which one is better. Membagi kisah Harry Potter ini menjadi dua bagian, atau menjadikannya satu namun banyak bagian dari buku yang dibuang begitu saja?

Film ini sudah ditunggu-tunggu kehadirannya sejak seri ke-6 nya selesai diputar di bioskop seluruh dunia awal 2009. Seri sebelumnya berakhir agak mengecewakan dengan kekurangan disana-sini, namun David Yates membuktikan kepada semua penggemarnya bahwa dia masih mampu membawa seri terakhir kisah Harry Potter ini lebih baik lagi.

Film berdurasi 146 menit ini benar-benar memesona kita dari awal hingga akhir cerita. Akting Daniel Radcliffe, Rupert Grint dan Emma Watson tidak usah diragukan lagi, mengingat mereka telah membangunnya sejak 2004- Harry Potter and The Sorcerer's Stone dibuat. Di seri akhir kisah ini, mereka menyelesaikan pekerjaan mereka dengan baik pula.

Bagi yang sudah membaca apalagi penggemar bukunya, tentu sudah hafal jalan cerita dari film ini. Semua tertebak, teringat dan berjalan sesuai dugaan, persis seperti yang ada pada bukunya. Namun bukan berarti film ini kosong kejutan. Dengan cerdiknya, sutradara memberi sentuhan kecil, sekilas, yang tiba-tiba membuatmu teriak, terbahak dan terharu.

Artistik dari make up, kostum dan efek visual, semua luar biasa. Kesan seram, mistis, gelap, horor berhasil ditonjolkannya dengan tidak lupa menyisipkan humor kecil di setiap adegan. Berhasil. Penonton tertawa lepas, menikmati tingkah konyol Ron Weasley saat merayu Hermione Granger, misalnya.

Keseluruhan adegan, artistik, music score, dan shot-shot yang memukau menjadikan film ini mestinya menjadi seri terbaik Harry Potter yang pernah ada. Dan walaupun film ini dibagi menjadi dua bagian, ia ditutup dengan ending yang membuat penonton merasa harus mengikuti kelanjutan ceritanya di part 2, pada 2011.


have a nice watching!
Love,

Sunshine